Kelechi Iheanacho tak sabar menanti sentuhan Pep Guardiola

Manchester – Striker muda jebolan Taye Academy 2011-14 Kelechi Promise Iheanacho yang lahir dikota Imo Nigeria 3 october 1996 adalah pemain muda harapan Manchester City, datang ke Etihad Stadium pada tahun 2014 bomber Nigeria ini baru benar-benar mengisi squad inti Citizen pada musim lalu *2015-16 dengan menjalankan 26 pertandingan dan hasilkan 12 goal.

Sebagai sosok yang membawanya ke squad inti ketika dimusim lalu Kelechi Iheanacho tak melupakan jasa sang manager Manuel Pellegrini, diperkenalkan dalam pertandingan pramusim anak muda Nigeria ini sudah perlihatkan sinarnya, ketika badai cedera menghantam Sergio Aguero juga Wilfried Bony pelatih asal Chile itupun lantas keluarkan senjata simpanannya menurunkan Iheanacho.

Cemerlangnya ketika dia bermain bersama squad Citizen berbuah panggilan untuknya mengisi laga debut di timnas Nigeria, tak heran kalau Iheanacho kemudian merasa sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan Pellegrini kepadanya dan akan selalu mengenang dihati, walaupun musim ini sang pelatih telah pergi dan tak lagi melatih di Premier League.

“Saya akan selalu berdoa yang terbaik untuk Pellegrini, semoga dia sukses dimanapun dia melanjutkan perjalanan kariernya, saya akan menempatkan namanya setinggi-tingginya didalam hati saya, tanpa campur tangannya saya tidak akan mendapatkan posisi seperti sekarang ini, dia adalah sosok pelatih luarbiasa dan akan tetap untuk selamanya” ungkap hati Iheanacho.

Kini musimpun sudah berganti Pellegrini berlalu Pep Guardiola pun akan menjadi panutan baru baginya, sebagai manager baru tentunya Iheanacho akan berusaha terus untuk bermain dan keluarkan kemampuan terbaiknya guna mengambil hati dan perhatian dari mantan pelatih Bayern Munchen ini.

Persaingan tidak mudah akan dilalui ketika Pep Guardiola juga sudah menghadirkan satu sosok baru striker Celta Vigo juga timnas Spanyol Nolito kedalam squad, namun striker jebolan Taye Academy ini tak merasa ada beban berat untuk mendapatkan tempat disquad musim ini sejauh dirinya terus pertahankan dan perlihatkan permainan terbaiknya.

“Pep Guardiola adalah pelatih dunia yang tak diragukan lagi kemampuannya, saya yakin kalau dia datang dengan misi dan visi yang sudah terpadu untuk membawa kami semua meraih target, kami semua akan mencoba untuk menyerap apa paket yang dia bawa dan mencoba untuk memainkannya secara tepat dilapangan, adaptasi dibutuhkan dan kami semua berharap kalau itu tidak akan memakan waktu lama” tutur pria 19 tahun ini.

The Show Must Go On…The Citizen harus ‘Move On’ dan harus terus pertahankan persaingan dipapan atas dalam mengisi musim baru kompetisi 2016-17, dibekali seorang pelatih top dunia yang sudah memiliki reputasi superior dengan segudang piala dimanapun dia melatih Manchester City diharapkan akan raih trophy juara Premier League musim ini.

 

 

 

kesiapan Manchester City menjamu Real Madrid

Etihad Stadium – Manuel Pellegrini memastikan kalau dalam laga dini hari nanti salah satu pemain intinya yakni Yaya Toure tidak akan turut bermain, cedera dibagian paha yang didapat kala membawa Citizen menang atas Stoke City dipertandingan terakhir menjadi penyebabnya, kapan waktunya bagi gelandang asal Pantai Gading ini untuk kembali siap bertanding Pellegrini tak bisa memprediksikan.

Usai raih kemenangan atas Stoke City Yaya Toure mencoba untuk jalankan sessi latihan namun perasaan sakit yang masih belum kunjung sembuh mengharuskannya berurusan dengan ruang medis dan melupakan pertandingan penting kala menjamu Real Madrid, menyiasati absennya Yaya Toure pelatih asal Chile ini diperkirakan akan memainkan Fernando dan Fernandinho berduet dilapangan tengah.

“Saya ragu Yaya Toure bisa segera bergabung dengan tim, cedera otot biasanya memerlukan masa penyembuhan yang panjang, tapi saya masih memantau perkembangan kondisinya walau tidak yakin kalau dia bisa tampil dikedua laga babak semifinal ini, kita lihat saja apakah dia bisa segera fit untuk kembali kelapangan”  ujar Manuel Pellegrini.

Selain Yaya Toure armada City lainnya tampak tak berhalangan dan semua dalam kondisi siap tempur untuk memenangkan laga, Kevin De Bruyne, Sergio Aguero juga David Silva dan Vincent Kompany sang kapten asal Belgia sudah sangat antusias jelang pertandingan, baru kali ini mereka mampu lolos hingga kebabak terjauh semifinal tak ada target lainnya selain kemenangan untuk lolos kebabak final.

Siap tampil terbaik Vincent Kompany menyatakan kalau mereka akan bermain tanpa beban mencoba untuk meredam kekuatan klub raksasa La Liga itu, diuntungkan dengan bermain dikandang terlebih dahulu mereka tak akan menyia-nyiakan kesempatan,”Satu-satunya tekanan bagi kami saat ini adalah bermain bagus, hadapi tim sekuat Madrid kami tidak boleh bermain santai, kami harus bermain dengan full pressure”.

Menyadari kalau mereka bukan tim unggulan untuk memenangkan pertandingan dalam laga kontra Madrid bahkan dalam perebutan gelar juara Liga Champions, Kompany mengaku kalau mata dunia belum sejajarkan Manchester City dengan kelas Bayern Munchen, Barcelona, Real Madrid dipersaingan tergengsi daratan Eropa, namun justru inilah yang membangkitkan semangat juga keinginan mereka untuk mengukur kemampuan mereka.

“Tim ini semakin membaik dari tahun ketahun, kami dalam proses dan senangnya bisa langsung menguji kekuatan sebuah tim yang diakui terbaik didaratan Eropa seperti Real Madrid, mereka adalah klub yang paling banyak mengumpulkan trophy Liga Champions, adalah sebuah kesempatan yang sangat baik ketika kami yang tidak diunggulkan akan mencoba untuk mengalahkan mereka” tambah Kompany penuh semangat.

Sebagaimana diketahui sudah empat musim kompetisi berlalu Di Liga Champions Manchester City hanya mampu berjalan paling jauh hanya hingga ke babak 16 besar saja tidak pernah lebih dari itu, 2 musim mereka gugur difase group sedang 2 musim lainnya mereka terdepak ketika bersaing dibabak 16 besar.

 

Pellegrini dan Guardiola kemungkinan bisa bertemu di Final

Liga Champions – Dua pelatih saling segan yakni Manuel Pellegrini dan Pep Guardiola kemungkinan dapat bertemu dalam sebuah laga di Liga Champions, keduanya lolos kebabak semifinal namun belum ditakdirkan untuk saling bertemu dibabak 4 besar ini, Manchester City akan terlebih dahulu berlaga dengan Real Madrid sedangkan Bayern Munchen akan terlebih dahulu menjajal Atletico Madrid pertengahan pekan esok.

Sebagai pelatih yang tergeser Pellegrini tegas kalau dirinya tidak menaruh perasaan antipati sama sekali terhadap calon penggantinya, Pep Guardiola adalah sosok pelatih luarbiasa yang akan meneruskan pekerjaannya dan itu adalah baik walaupun dia harus merelakan kursi yang didudukinya saat ini melayang.

Walaupun prihal pergantian estafet pelatih jauh-jauh hari sudah terlebih dahulu dikonfirmasi oleh kedua belah pihak itu tak membuat pelatih asal Chile ini merasa kecewa ataupun sulit menerima, sebagai seorang pekerja professional dirinya sangat menyadari kalau pekerjaan selaku manager tidak pernah abadi, setia pesta pasti akan berakhir begitu juga setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Sejak bulan Februari 2016 silam pengumuman resmi tentang kesepakatan kerja dengan Pep Guardiola untuk tenggang waktu 3 musim kompetisi dimulai tahun depan sudah luas beredar dimedia London dan seantero dunia, memang ketika berita ini beredar kinerja tim tampak sedikit terganggu, hal ini diakui oleh Pellegrini kalau pemainnya menjadi sedikit gagal fokus pada awalnya namun seiring berjalannya waktu mereka semua dapat menerima.

“Dikhianati? Saya rasa itu tidak betul karena saya tidak harus selamanya berada di Etihad Stadium, yang penting bagi saya adalah hubungan yang baik dengan para petinggi tetap terjaga, saya masih berkomunikasi dengan sangat baik dengan Txiki Begiristain direktur olahraga management dan CEO Ferran Soriano, saya memiliki masa-masa indah dan segudang prestasi bagus selama memimpin dan itu akan tercatat dalam sejarah klub” Pellegrini mengaku.

Tidak ada yang salah dengan datangnya Pep Guardiola, tak ada perasaan tak puas dengan para petinggi dibelakang meja atas keputusan ini, pria Chile berusia 62 tahun ini justru merasa puas ketika meliha Pep Guardiola akan meneruskan rencana jangka panjang klub, dia yakin kalau Citizen yang dibangunnya selama ini akan semakin berkilau dengan polesan pelatih sukses asal Spanyol itu.

“Pep adalah salah satu pelatih sukses yang saya kagumi, saya memiliki kontrak 3 musim disini dan saya sudah menjalankannya dengan baik, sudah saatnya bagi klub untuk membuat keputusan terkait pelatih dimusim mendatang”  tambah Manuel Pellegrini.

Datang ke Etihad Stadium pada tahun 2013 Pellegrini sudah perlihatkan prestasi bagus dengan menyabet 1 gelar Premier League, 2 penghargaan Piala Liga Inggris dan kini dia sedang berupaya merebut dan persembahkan piala Liga Champions sebagai dedikasi terakhir dan juga trophy perpisahan yang manis untuk Citizen.

Aksi Kevin De Bruyne buat kagum Manuel Pellegrini

Etihad – Memuji kinerja Kevin De Bruyne yang luar biasa dimusim ini, sang pelatih Manuel Pellegrini katakan kalau striker asal Belgia itu memberikan tontonan lebih dari yang diperkirakan, layak mendapat sebutan pemain istimewa jika tidak terlalu berlebihan, De Bruyne yang tak dianggap ketika dia berseragam Chelsea ternyata membuat kejutan ketika dia diboyong ke Bundesliga bersama Wolfburg dan kini bersama Manchester City.

Striker asal Belgia ini datangkan keuntungan besar untuk Wolfburg yang menebusnya dari Stamford Bridge dengan mahar sebesar £ 18 juta, bermain untuk satu musim kompetisi di Bundesliga total 51 laga pertandingan dilakoni dengan memetik hasil 16 goal disertai 28 assist membuat kubu Manchester City rela menguras kocek sebesar £ 55 juta untuk mendapatkan tenaga pria berusia 24 tahun itu.

Pellegrini pun dibuat terkagum ketika dalam catatan 37 penampilannya dibawah squad Citizen De Bruyne mencetak 15 goal dengan 14 assist dalam segala ajang kompetisi keterlibatannya, sedang khusus diajang Premiership dalam 23 kali tampil dia membuat 71 kesempatan mencetak goal, diantaranya tercipta 6 goal disertai 9 assist.

Dana yang terkuras terbayar sudah dengan perform yang diperlihatkan striker muda milik Belgia ini, kontribusi yang dia perlihatkan dimusim pertamanya cukup mendatangkan decak kagum dari para petinggi di Etihad Stadium, banderol 55 juta poundsterling pun menjadi sepadan dengan aksi yang diperlihatkan mantan striker Chelsea itu.

“Saya cukup penasaran kenapa pemain sebaik De Bruyne bisa lepas dari pengamatan para pencari bakat di Stamford Bridge, walau dia jarang mendapatkan kesempatan bermain ditim inti The Blues tapi setidaknya ketika menjalankan sessi latihan bakatnya tak bisa ditutupi, saya pribadi sangat kagum dengan aksi dia dilapangan saat jalankan pertandingan”  puji pelatih asal Chile itu.

Kevin De Bruyne memang memberikan sentuhan beda disetiap kali tampil bersama rekan-rekannya, dia selalu rajin menjelajah hampir disetiap sudut lapangan pertandingan dan mampu berperan disetiap posisi, secara teknik dia memiliki skill individu yang sangat bagus kala mengawal bola dan menghindar dari sergapan lawan mainnya, diusia muda 24 tahun tentunya persoalan mengontrol emosi menjadi persoalan utama yang masih butuh untuk diasah.

Tak jarang dia nampak tergesa-gesa ketika mendapat kesempatan untuk menyelesaikan sebuah serangan, “Saya tidak heran ketika dia bermain dengan speed yang cepat tentu saja agak sulit menahan gerakan, warisan dari kebiasaan dia bermain di Bundesliga sangat mempengaruhi, tapi saya rasa itu bukan permasalahan karena di Premier League sendiri urusan kecepatan menjadi yang paling utama” tambah Pellegrini menutup pujiannya.

 

 

Manuel Pellegrini siap bermain terbuka kala lawan PSG

Etihad Stadium – Dapat menahan imbang 2-2 PSG dikandang tak membuat pasukan Pellegrini merasa tenang ketika akan menjamu mereka di Etihad Stadium, dini hari nanti 13 april 2016 leg kedua akan dilangsungkan berbalik kandang ke markas Manchester City, dengan modal memasukkan 2 goal kekandang PSG sedikit membuat pasukan Citizen berada diatas angin terlebih mereka menjadi tuan rumah kali ini, namun mereka tak mau ambil resiko dengan menyiapkan diri sematang mungkin jelang laga ini.

Menjaga gawang mereka dari terjangan bola para penyerang Paris St-Germain adalah konsentrasi utama barisan pertahanan para laskar Citizen, fokus pastinya ditujukan kepada pentolan barisan depan PSG yakni Zlatan Ibrahimovic, dilaga pertama beberapa kesempatan emas berlalu dari kaki Ibra dimana satu eksekusi tendangan penalty dan satu lagi tendangan darinya yang membentur tiang gawang.

Jelang laga kedua Ibra sudah terlebih dahulu peringatkan kalai dirinya takkan lagi mengulang kesalahan dipertandingan pertama, melalui sang pelatih Laurent Blanc yang mengumbar janji kalau Ibra akan berada dalam konsentrasi tingkat tinggi untuk pastikan kemenangan dilaga penentuan dini hari nanti, jadi bersiaplah barisan belakang Manchester City terutama tanpa sang kapten Vincent Kompany.

Sang kapten yang juga adalah bek andalam Pellegrini berhalangan tampil karena sedang sibuk dengan ruang perawatan jalankan terapi kesembuhan cedera otot betis yang kembali menghampirinya, kemudian Raheem Sterling juga masih dibekap cedera paha namun Manuel Pellegrini dapat sedikit lega ketika barisan depannya masih berdiri Sergio Aguero mesin goal dari Argentina kemudian Kevin De Bruyne silincah dari Belgia dan David Silva sipendobrak dari Spanyol.

Pertandingan ini akan menjadi seimbang jika melirik barisan depan pasukan Laurent Blanc yang datang bertandang, selain Ibra tentunya nama Angel Di Maria yang diboyong dari Argentina juga Edison Cavani jagoal lapangan tengah asal Uruguay yang siap merepotkan barisan Pellegrini yang dijaga oleh Eliaquim Mangala, Nicolas Otamendi, Bacary Sagna dan Gael Clichy.

Dua kali jejak pertemuan yang sudah berlalu berakhir dengan hasil pertandingan sama kuat, keduanya sudah bergantian juga menjadi tuan rumah didua laga yang telah lewat tersebut, namun diperkirakan kalau pertandingan dini hari nanti akan menghasilkan salah satu pemenang untuk lolos kebabak lanjutan dari kompetisi Liga Champion ini.

Walau hanya butuh hasil pertandingan 0-0 untuk loloskan klub asuhannya kebabak semifinal Liga Champion musim ini namun Pellegrini pastikan kalau bukan itu hasil yang dia inginkan, tabungan mencetak 2 goal dikandang PSG buat mereka masih aman jika hasil pertandingan nanti berakhir dengan score imbang 1-1 sekalipun.

Pelatih asal Chile ini tak memesan kepada anak asuhnya untuk main bertahan dilaga nanti, dia menyerukan kepada armadanya untuk dapat bermain lepas tanpa tekanan dan coba raih keunggulan terlebih dahulu, bermain bertahan akan mendatangkan musibah bagi tim besutannya dan itu bukan solusi yang dia tawarkan kepada keseluruhan armadanya.

“Kami tak harapkan pertandingan dengan hasil imbang tanpa goal dilaga nanti, main sebagaimana tim ini biasanya berkerja, tim yang menganut taktik menyerang seperti PSG paling suka jika hadapi tim yang coba-coba untuk bertahan, saya anjurkan kepada semua pemain untuk bermain keluar lepas dan nikmati pertandingan” ujar Pellegrini.

 

Manuel Pellegrini dan permasalahannya akhiri musim 2015-16

Premiership – Kekalahan dari rival sekota mereka kini Manchester City semakin sulit terjepit untuk pertahankan posisi mereka diklasemen EPL, kehilangan nilai di Etihad Stadium semakin memberi kesempatan untuk West Ham United dan Manchester United mendekat, dipekan bersamaan West Ham United berbagi 1 point dengan Chelsea dan Manchester United mendapatkan tambahan 3 point membuat keduanya memiliki nilai sama 50 point saat ini dan hanya tertinggal 1 point dengan The Citizen diposisi keempat.

Jangankan impian untuk menjuarai Premier League bahkan kini posisi mereka diurutan keempatpun semakin terancam, tertinggal 15 point dari Leicester City dan 10 point dari Spurs diposisi runner-up serta 4 point dari Arsenal diposisi ketiga, buat Pellegrini harus pandai-pandai mengisi sisa pertandingan musim ini dengan kemenangan jika ingin pertahankan posisi bersaing dikancah kompetisi benua Eropa musim mendatang.

Baik Arsenal, Manchester City, West Ham United dan juga Manchester United masih menyisakan 8 laga pertandingan sisa hingga kepenghujung musim, Arsenal berada diposisi lebih nyaman setelah mereka memetik kemenangan 0-2 atas Everton dipertandingan terakhir yang membuat mereka memiliki tabungan 55 point saat ini, tinggal kini duo Manchester yang sedang berjuang bersama West Ham United untuk pertahankan posisi mereka diurutan lima besar hingga kefinish musim EPL.

Namun saat ini Manchester City masih akan menjalankan persaingan di babak 8 besar ajang Liga Champion musim ini, jika saja mereka beruntung dan dapat meneruskan pertarungan di Liga Champion hingga membawa pulang Piala Liga Champion musim ini, maka mereka tak perlu lagi memusingkan posisi akhir mereka ditabel klasemen akhir musim ini, karena mereka akan secara otomatis ikut dikompetisi paling bergengsi benua Eropa ini musim depan sebagai juara bertahan.

Dalam catatan 10 pertandingan terakhir Citizen disegala ajang kompetisi tercatat Pellegrini kehilangan angka di 5 pertandingan darinya, sedangkan khususnya di Premier League dalam 6 pertandingan terakhir Pellegrini hanya mampu meraup 4 point saja dari 18 point yang tersedia, tak heran prestasi buruk inipun dikaitkan dengan akan datangnya Pep Guardiola mengganti posisi Pellegrini jelang pergantian musim nanti.

Tanggapi issue tersebut Manuel Pellegrini membuat bantahan dan katakan kalau hubungannya dengan para pemain dan juga petinggi di Etihad Stadium tak terpengaruh dan tetap terjaga baik, berita kedatangan Pep musim mendatang menurutnya adalah hal yang berbeda dengan apa yang mereka perjuangkan saat ini, dan semua berjalan dengan normal dan baik-baik saja.

“Adalah salah jika ada persepsi kalau tim ini melemah karena issue Pep Guardiola, semua armada bermain dengan hasrat untuk memenangkan pertandingan, bagaimana mereka berjuang disetiap pertandingan menjelaskan semuanya, saya puas dengan cara kerja mereka yang professional, mereka fokus habiskan musim dengan hasil terbaik tanpa terkontaminasi dengan rencana dimusim depan” jelas Pellegrini.

Dalam sisa 8 pertandingan nanti The Citizen masih dinanti beberapa partai besar antara lain Arsenal, Chelsea, Southampton, sedangkan tetangga mereka Manchester United masih dinanti pertandingan besar melawan Leicester City, West Ham United, Tottenham Hotspur dan Westham United sendiri masih menyisakan pertandingan Arsenal, Leicester City dan Manchester United.

 

 

 

 

Manchester City belum putus asa untuk juarai EPL.

Manchester – Hasil pertandingan angot-angotan armada Manuel Pellegrini buat mereka susah beranjak dari posisi mereka saat ini di urutan keempat di tabel klasemen sementara, masih miliki asa untuk merebut gelar Premiership Pellegrini serukan kepada armadanya untuk bertarung habis-habisan sampai akhir, 9 laga lagi masih ada 27 point bisa diraih perjuangan mereka belum berakhir.

Dua pengalaman terdahulu kala mereka meraih gelar jawara Liga Utama Inggris di musim 2011-12 dan juga di 2013-14 juga beraroma perjuangan diakhir musim kompetisi seperti yang sekarang ingin hadapi, motivasi ini kini menjadi penyemangat bagi seluruh armada kalau mereka masih bisa karena mereka sudah pernah melakukan sukses hal serupa sebelumnya.

Jelang akhir perjuangan untungnya ketersediaan armada inti mendukung niatan mereka, Vincent Kompany sudah bisa beraksi kembali begitu juga Kevin De Bruyne, Sergio Aguero lantas Davil Silva semua sudah bisa mengisi poisisi mereka masing-masing dan siap dimainkan Pellegrini, sepertinya waktu yang tepat bagi mereka untuk kembali bangkitkan semangat dan tabuh genderang perang hingga keakhir musim.

Sang kapten Vincent Kompany menerima mandat dan siap memimpin barisannya untuk mencoba mengulang sukses dimusim lalu kala mereka menyalip diakhir musim kompetisi, “Manager sudah memberikan instruksi dan kami sudah merapatkan barisan untuk membuat sebuah perjuangan mission impossible seperti yang pernah kami lakukan dimusim-musim sukses sebelumnya”.

Memang tidak salah kalau perjuangan ini dikatakan Mission Impossible, dengan berada diposisi keempat dan memiliki jarak 9 point dari Leicester City si pemimpin klasemen saat ini kemudian berselisih 6 point dari Spurs memang terlihat sulit untuk mengejar, Leicester dini hari nanti akan meladeni tamu mereka Newcastle United yang baru mempekerjakan Rafael Benitez sebagai pelatih baru.

Masih menyimpan satu pertandingan tunda Manchester City akan jalankan laga derby diakhir pekan mendatang dengan rival sekota pasukan Setan Merah, namun sebelum itu mereka akan pastikan dulu perjuangan di Liga Champion dengan meladeni Dynamo Kyiv di Etihad Stadium, sepertinya hanya kesialan aja yang bisa membuat mereka tidak lolos ketika dipertandingan leg pertama mereka sudah memenangkan laga dengan score 1-3 dikandang Kyiv.

“Saat ini kami prioritaskan fokus kemenangan disetiap pertandingan, sedikit pertandingan mudah di Liga Champion tapi kami  tidak boleh anggap remeh walau sudah diatas angin, sedangkan di laga premiership kami tidak akan melihat ke tabel klasemen hingga akhir musim kompetisi, dengan kemenangan rutin kami yakin posisi kami akan membaik, entah itu bisa merebut gelar atau berada diposisi runner-up kami baru akan melihatnya dipertandingan terakhir” sambung gelandang Citizen Fernandinho.

 

Kevin De Bruyne segera akan kembali kedalam squad Citizen

Manchester – Setelah beristirahat selama kurang lebih 10 pekan pertandingan Kevin De Bruyne dikabarkan sudah siap kembali dipakai oleh Manuel pellegrini, cedera didapat gelandang muda Belgia ini ketika bertandingan melawan Everton dipartai semifinal ajang Piala Liga Inggris akhir January 2016 lalu, cedera lutut cukup serius membuatnya harus keluar masuk ruang perawatan dan jalankan terapi bersama tim medis.

Walau masih belum bisa bermain saat ini namun De Bruyne sudah terlihat berbaur dengan rekan-rekan dalam sessi latihan jalankan pemanasan, diperkirakan pada awal bulan april mendatang dia sudah siap kembali merumput bersama armada biru laut Citizen, sebelumnya dipekan silam Kevin De Bruyne sudah berkicau di sosmed pribadinya kalau dirinya sudah tak memerlukan tongkat penyangga lagi walau saat itu dia belum siap jalankan latihan.

Kabar kembalinya gelandang andalan ini membuat Pellegrini lega dan lebih mantap jalankan sisa musim ini, masih ada 9 pertandingan atau 27 point lagi yang dijadikan target Pellegrini untuk digapai ketika mereka masih dalam persaingan ketat dengan Arsenal, Spurs dan Leicester City yang berada diatas posisi mereka, bermuatan 50 point Citizen berselisih 2 point dengan Arsenal, 5 point dengan Spurs dan 10 point dengan Leicester City.

Selain kejar mengejar posisi di Premier League Pellegrini dan pasukannya juga masih terlibat dalam perjuangan di Liga Champion, berada diatas angin ketika di leg pertama mereka mampu raih kemenangan 1-3 dikandang Dynamo Kyiv, 16 maret 2016 dini hari mendatang berbalik kandang di Etihad Stadium diprediksikan anak-anak Manchester akan lolos kebabak perempatfinal atau babak 8 besar.

Jika masa penyembuhan gelandang 24 tahun ini berjalan lancar dan jika Manchester City benar lolos kebabak 8 besar Liga Champion, ditargetkan Bruyne akan turut meramaikan pertandingan pentas Liga Champion bersama rekan-rekannya yang akan berlangsung pada tanggal 5-6 April untuk leg pertamanya kemudian leg kedua berbalik kandang akan berlaku pada tanggal 12-13 April mendatang.

Tak dipungkiri selama bergabung dengan Manchester City peran Kevin De Bruyne sangat kental dan membawa warna tersendiri dalam squad Pellegrini, kerjasama antara dirinya sebagai penyambung bola ditengah lapangan dengan striker selama ini berjalan harmonis dan tak jarang dia selalu menjadi pengancam gawang lawan.

Sejauh ini gelandang berpasport Belgia ini sudah terlibat dalam 31 laga pertandingan dibawah bendera Manchester City dalam segala ajang kompetisi, tercatat dia sudah menelorkan 12 goal dibarengi 12 assist dibawah arahan pelatih Manuel Pellegrini, tentu saja kembalinya De Bruyne kedalam barisan dan merumput kembali sangat dinantikan pelatih asal Chile ini.

 

Usai Piala Liga Inggris 2 trophy lain diincar Pellegrini

Capital One Cup – Pada akhirnya Manuel Pellegrini dengan bangga berhasil persembahkan trophy pertamanya untuk Manchester City, walaupun dirinya sudah menjalankan hari-hari terakhir memimpin di Etihad Stadium namun dia tetap menjalankan profesinya dengan professional, diapun berkeinginan menutup perjalanannya bersama The Citizen dengan memboyong trophy penghargaan sebanyak-banyaknya sebagai kenangan indah darinya.

Pekerjaan dan tanggung jawab pelatih asal Chile ini untuk Citizen akan berakhir bersama habisnya musim kompetisi 2015-16, bukan lagi rahasia ketika pihak klub sudah dengan gamblang mengumumkan secara resmi kalau Pep Guardiola akan hadir di Etihad Stadium gantikan peran Manuel Pellegrini yang sudah memimpin Citizen semenjak musim kompetisi 2013 lalu.

Selama memimpin pasukan biru langit kota Manchester pelatihberusia 62 tahun saat ini sudah persembahkan berbagai piagam penghargaan sebagai prestasinya, diantaranya 1 kali dia membawa Citizen menjuarai Premier League dan 2 kali merebut gelar Piala Liga Inggris atau Capital One Cup termasuk yang terakhir baru diraih tadi malam setelah lalui perlawanan panjang dari Liverpool dan terpaksa harus lanjutkan drama adu penalty untuk tentukan siapa yang layak jadi juara.

Setelah satu trophy ditangan kini Pellegrini masih berpotensi untuk persembahkan 2 trophy yakni Premier League dan Liga Champion, di Premier League sendiri memang tampaknya agak sulit bagi Pellegrini untuk tembus hingga kepuncak klasemen dan raih gelar dimusim ini, dengan 47 point dan menyisakan satu pertandingan tunda mereka kini tertinggal 9 point dari Leicester City yang saat ini memegang pucuk pimpinan klasemen.

Masih tersisa 11 pekan pertandingan normal untuk dilalui ( Manchester City masih memiliki 12 laga pertandingan) Pellegrini harus mampu menangkan 3 point ditiap pertandingan tersisa untuk dapat menjaga asa memenangkan trophy Premiership musim ini, sedang di Liga Champion kesempatan lolos kebabak perempatfinal sudah terbuka ketika pasukannya sudah menangkan leg pertama kala bertandang kemarkas Dynamo Kiev 25 february 2016 lalu.

“Datang dan perginya pelatih disebuah klub memang selalu tidak bisa diprediksi, sebagai pelatih professional apapun keputusan klub harus diterima dengan lapang dada, jika memang sudah tiba waktunya alangkah baiknya hari-hari terakhir diisi dengan sebuah prestasi indah dan kenangan manis dan itulah yang sedang saya upayakan saat ini” ucap Pellegrini.

Usai peraduan di Piala Liga Inggris dini hari tadi kedua tim kembali akan bertemu di ajang berbeda Premier League, bertempat di Anfield Stadium kali ini para laskar Merah akan coba untuk meraih kemenangan sebagai pengobat atas kegagalan mereka raih kemenangan di Wembley, masih berkutit dianak tangga ke sembilan dengan 38 point Klopp mencoba untuk perbaiki posisi Liverpool walau hampir mustahil baginya untuk membawa pasukannya masuk keranah persaingan Eropa musim depan.

 

 

 

Manchester City dan Liverpool siap bertemu di Wembley

Wembley – Kemenangan atas Dynamo Kiev di babak 16 besar Liga Champion leg pertama ringankan langkah Manchester City untuk lolos kebabak perempatfinal, bukan itu saja kemenangan ini juga akan menjadi momentum bagi pasukan Pellegrini untuk bangkit kembali dari keterpurukan, sebagaimana ditiga pertandingan terakhir Citizen tak lepas dari kekalahan dikalahkan Leicester 1-3, The Spurs 1-2 lantas Chelsea 1-5 diajang FA Cup.

Melepas FA Cup kini Manuel Pellegrini sudah diambang lolos kebabak perempatfinal Liga Champion, akhir pekan ini 28 february 2016 armada Pellegrini akan jalankan laga final ajang Piala Liga Inggris di Wembley Stadium, ditantang Liverpool tentunya kedua tim akan bertanding mati-matian untuk perebutkan kesempatan menggondol trophy pertama bagi kedua tim dimusim ini.

“Tak ada waktu untuk santai lagi bagi tim ini, kami harus berupaya untuk menangkan semua pertandingan sisa dimusim ini, mengejar ketertinggalan kami di tangga klasemen Premier League, kemudian mengejar impian di Liga Champion dan pastinya trophy terdekat diakhir pekan ini Piala Liga Inggris” jelas bek asal Argentina Pablo Zabaleta.

Bek Manchester City ini merasakan kepercayaan diri tinggi usai menangkan laga dikandang Dynamo Kiev, keseluruhan armada sedang terbakar semangat untuk terus memenangkan pertandingan sisa terutama ketika banyak pemain cedera yang sudah siap kembali merumput, dengan pasukan komplit Zabaleta yakin kalau mereka mampu atasi perlawanan anak-anak Merseyside di Wembley nanti.

Hal serupa juga dirasakan oleh seluruh armada Jurgen Klopp usai mereka berhasil kalahkan wakil dari Jerman Augsburg dileg kedua walau dengan score tipis 1-0, dipertemuan pertama kala The Reds berkunjung kekandang Augsburg tak ada goal tercipta bagi kedua kubu, kemenangan ini hantarkan Anfield Genk lolos kebabak 16 besar di ajang Liga Eropa ini.

Kemenangan ini sekaligus membuat langkah Jurgen Klopp dan pasukannya menjadi lebih ringan untuk jalankan laga di Wembley Stadium, sudah pasti kesempatan merebut trophy pertama bagi Jurgen Klopp yang baru memimpin Liverpool untuk 5 bulan ini akan menjadi motivasi dan penyemangat tersendiri baginya.

“Ini adalah pertandingan final pertama bagi saya dibawah bendera Liverpool, tak ada kiat khusus bagi semua pemain selain bermain all out untuk membawa pulang Piala ke Anfield, saya rasa bukan kami sendiri yang memiliki hasrat tinggi ini karena saya yakin anak-anak kota Manchesterpun tak mau melepas kesempatan gondol titel ini, inilah yang akan membuat final di Wembley ini menarik dan menantang untuk dimenangkan”  jelas mantan pelatih Dortmund Jurgen Klopp.