Luis Enrique berpisah dengan Barca disaat yang tepat

Catalunya – Sebagaimana sudah diprediksikan Barcelona berjaya memenangkan trophy penghargaan dimusim ini sebagai hiburan perpisahan dengan Luis Enrique, Copa Del Rey adalah satu-satunya trophy penghias lemari prestasi dimarkas Camp Nou untuk musim kompetisi 2016-17 ini, kalahkan Alaves dengan score 3-1 di Vicente Calderon total 9 piala penghargaan terkumpul selama Enrique datang memimpin sejak 2014 silam.

Perpisahan pun kemudian diisi dengan suka cita, tak terlihat emosional yang meluap-luap layaknya perpisahan dimana-mana, semenjak awal bulan Maret yang baru berlalu pernyataan sikap dari Luis Enrique untuk mengakhiri masa kerjanya di Catalan sudah terucap, pelatih berusia 47 tahun ini pun lantas bisa ketawa riang ktika mampu mempersembahkan piala terakhirnya untuk Barcelona.

Tiga musim adalah waktu yang singkat dan Luis Enrique mampu membuat para pendukung fanatik dan juga pihak managemen merasa puas dengan hasil kerjanya, total 181 pertandingan kompetitif dijalankannya dalam masa 3 musim kompetisi penuh tersebut, catatan 138 kemenangan dengan 21 laga kekalahan dan 22 hasil pertandingan imbang adalah pertunjukan gemilang yang sudah ditorehkannya disana.

Adapun 9 trophy bukti dan buah dari hasil kerja keras pria kelahiran Gijon 8 mei 2017 silam itu meliputi, 2 kali menjuarai La Liga (2014-15, 2015-16) 3 kali menangkan Copa Del Rey (2014-15, 15-16, 16-17) 1 kali menangkan kompetisi Liga Champions (2014-15) 1 kali raih kemenangan diajang Piala Super Spanyol (2016) kemudian menangkan Piala Super Eropa (2015) lantas 1 kali memenangkan kompetisi Piala Dunia Antar Club (2015).

Dengan persembahan seperti itu siapa yang berani menyangkal kalau dikatakan Luis Enrique telah sukses mengharumkan nama besar Barcelona, jika kini dia memutuskan untuk menghentikan perjalanan karier pelatihnya bersama klub asal Catalan, ini sudah pasti bukan karena permasalahan prestasi tapi semata karena pertimbangan lain.

Luis Enrique menyebutkan kalau alasannya untuk memilih tidak memperpanjang masa kontrak kerjanya adalah tak lain karena faktor keletihan, intensitas padatnya jadwal pertandingan selama menjadi bagian dari Barcelona telah menguras energy berlebih darinya, dirinya pun memutuskan beristirahat dari hinggar bingar dunia sepakbola setidaknya untuk satu musim kompetisi kedepan.

Mantan pelatih As Roma, Celta Vigo, Barcelona tim B ini belum mengambil keputusan terkait kemana dirinya akan berlabuh usai kesuksesan yang sudah diraih selama tiga musim terakhir ini bersama Barcelona,”Saya belum berpikir tentang pekerjaan saat ini selain keinginan untuk istirahat dan nikmati hiburan berjemur dipinggir pantai, belum tentu saya akan kembali melatih setelah ini semua, siapa tau kalian akan melihat saya berdiri dipanggung olahraga lain siapa tau?” kelakar Luis Enrique.

Yang pasti usai raih trophy terakhir ditampilan terakhirnya diatas lapangan pertandingan bersama keseluruhan squad Barcelona yang dipimpinnya, kegembiraan larut menjadi satu kala semua kru yang terlibat menikmati hasil jerih payah mereka, dalam upacara ceremony pengangkatan trophy bergengsi Copa Del Rey yang berhasil dipertahankan dalam tiga musim kepemimpinannya tanpa terputus.

“Saat yang tepat bagi saya untuk berpisah ketika keputusan saya ambil dikala tim ini sedang naik daun bukan sebaliknya, jadi kami semua memiliki cerita sukses nan indah untuk diceritakan kepada anak cucu kami dikemudian hari, kalau kami pernah memiliki perjalanan dan masa yang sangat indah disini, tak perlu ada hiasan kesedihan untuk semua sukses yang sudah diraih kala kami berpisah saat ini” ungkap Enrique.

Untuk mengisi kekosongan bangku pelatih utama pihak managemen pun sudah memutuskan untuk mendatangkan Ernesto Valverde yang mana adalah pelatih Athletic Bilbao dalam 4 musim terakhir, kabarnya kesepakatan masa kontrak kerja untuk 2 musim kompetisipun sudah ditanda tangani kedua belah pihak, rencananya pengumuman resmi tentang ini akan segera diumumkan kepublik pada tanggal 1 juni 2017 mendatang.

“Valverde adalah sosok yang paling memenuhi syarat untuk bergabung dengan kami, faktor pengalaman dan sepak terjangnya sebagai pelatih selama ini menjadi penilaian dan sebab utama kami memutuskan untuk merekrutnya” ucap Josep Maria Bartomeu kepada awak media.

Diusia 53 tahun saat ini Ernesto Valverde tercatat sudah malang melintang lintas klub semenjak tahun 2002 ketika dia memulai karier pelatih bersama Athletic Bilbao, Espanyol, Valencia, Villarreal adalah klub-klub yang pernah dibesutnya sebelum terakhir dia kembali dipercaya untuk melatih Athletic Bilbao 4 tahun silam.

 

Final Copa Del Rey 2017 Barcelona berpeluang juara

Vicente Calderon – Musim kompetisi 2016-17 untuk La Liga berakhir sudah dengan Real Madrid yang memenangkan kompetisi, Barcelona tak mampu memenangkan perlombaan walau mereka sudah dekat kegaris finish ketika berlomba dengan El Real dipekan-pekan terakhir, namun demikian perjuangan Barcelona belum selesai ketika mereka masih berpeluang untuk mengoleksi satu trophy berharga Copa Del Rey.

Bertempat di Vicente Calderon Stadium markas Atletico Madrid dini hari nanti 28 mei 2017 partai puncak Copa Del Rey atau Piala Raja akan berlangsung, usai perjalanan panjang dibabak penyisihan sepanjang musim akhirnya Barcelona dan Deportivo Alaves memenangkan tiket untuk berlaga dipartai final dan pastikan diri sebagai pemenang.

Membaca kekuatan armada yang dimiliki kedua peseteru yang akan berlaga nanti jelas klub asal Catalan berada diatas, bahkan dalam catatan pertemuan kedua tim selama ini disegala ajang juga Barcelona menang telak dibanding Deportivo Alaves yang tamat musim 2016-17 berada diposisi anak tangga kesembilan dalam peta La Liga.

Sejak tahun 2002 hingga kini tercatat kedua tim sudah pernah jalankan 11 laga pertandingan dengan data tak berimbang, Barcelona mendominasi dengan 8 kali kemenangan sedang Alaves hanya pernah sekali saja memenangkan pertandingan yakni dipertemuan pertama keduanya musim kompetisi baru lewat.

Diawal musim ketika pertandingan berlangsung di Camp Nou stadium 11 september 2016 silam, pasukan Luis Enrique dipermalukan Alaves yang datang bertamu ketika itu untuk pertama kalinya dengan score 1-2, kala itu 1 goal dari Barcelona dicetak oleh Jeremy Mathieu dan 2 goal dari kubu Alaves dicetak oleh Deyverson dan Ibai Gomez.

Jika melihat sejarah pertemuan keduanya adalah sulit bagi Deportivo Alaves untuk dapat melewati ujian dalam pertandingan ini untuk kembali mengulang kemenangan sebagaimana yang pernah mereka raih diawal musim kemaren, hal ini diakui oleh Deyverson yang ketika itu menyumbangkan goal kemenangan untuk klub asal kota Vitori itu.

“Saya rasa kami menang ketika itu berkat sebuah keberuntungan saja, dapat membobol gawang mereka yang dikawal kekuatan berlapis adalah satu keajaiban menurut saya, selalu akan dihadapkan dengan keadaan sulit ketika harus meladeni sebuah kekuatan raksasa seperti Barcelona, tapi kami tidak lantas menyerah dan saya akan kembali mencoba untuk itu” tutur Deyverson.

Ini adalah pertandingan terakhir yang akan dijalankan Luis Enrique ketika dirinya sudah memutuskan untuk tidak lagi memperpanjang masa baktinya untuk Barcelona, tentu saja ada keinginan darinya untuk menutup perjalanannya di Camp Nou dengan sebuah prestasi, musim ini dia sudah gagal di La Liga dan Champions, adalah musim terburuk baginya selama mendampingi klub ketika baru mampu mengoleksi 1 trophy penghargaan saja untuk Balugrana yakni trophy Super Spanyol Cup yang didapat pada bulan agustus 2016 silam.

Perbedaan kontras lainnya antara Barcelona dan Alaves adalah penampilan keduanya diajang Copa Del Rey ini, jika Barcelona sudah memiliki catatan 38 tampil dipartai final dalam kejuaraan ini dan 28 kali menjuarai kompetisi, bagi Alaves ini adalah kesempatan pertama mereka lolos ke babak final Copa Del Rey.

Sisi menariknya pertandingan antar kedua kubu ini adalah kedua pelatih yang pada masa berstatus sebagai pemain dahulu pernah berada satu atap berseragam Barcelona, ketika itu dimusim kompetisi 1998-99 Mauricio Pellegrino, Luis Enrique dan Pep Guardiola adalah pilar kekuatan klub berseragam biru merah tersebut.

“Pellegrino ketika dahulu turut berperan tatkala Barcelona memenangkan gelar La Liga diera 1998-99, uniknya ketika itu dipartai penentu Barcelona memastikan gelar La Liga klub yang ditaklukan adalah Alaves, ini adalah sebuah kebetulan ketika Pellegrino akan berdiri berseberangan dengan klub yang kami kalahkan dahulu untuk berebut gelar Copa Del Rey dengan kami” tulis situs resmi Barcelona FC.

 

Luis Enrique harap Madrid tersandung disisa pertandingan

La Liga – Persaingan antara Real Madrid dengan Barcelona terus akan berlanjut hingga kepartai pertandingan terakhir, dengan menyisakan 1 pertandingan tunda melawan Celta vigo diperkirakan kalau klub asuhan Zinedine Zidane lebih berpeluang tampil sebagai jawara La Liga dimusim ini, mengumpulkan 87 point yang sama saat ini Barcelona memuncaki klasemen dengan perbedaan goal yang lebih baik.

Dua pertandingan sisa kawanan Cristiano Ronaldo akan bertandang kemarkas Celta Vigo dan Malaga, diatas kertas kedua tim ini bukanlah penghalang serius bagi Rel Madrid untuk mewujudkan impian mereka menjuarai La Liga kali ini, sedangkan untuk Barcelona tim yang akan menjadi penguji terakhir mereka di Camp Nou Stadium adalah Eibar.

Walaupun tampak tidak berdaya dengan keadaan namun Luis Enrique tetap berharap kalau pasukan Zidane akan bermasalah dengan dua tim tersisa yang juga pernah merepotkan armadanya dimusim ini, “Dua tim ini dapat membuat keadaan berbalik, kami sudah pernah mengalaminya dalam perjalanan tandang dimusim ini, jadi kami tetap berharap keajaiban terjadi jelang garis finish” ucapnya.

Dalam lawatan ke markas Celta Vigo dimusim ini Barcelona tertahan dengan kekalahan 4-3, kemudian ketika berlaga dimarkas Malaga kawanan Messi juga membawa pulang kekalahan dengan score 2-0, hasil ini yang kemudian membuat Luis Enrique berharap Real Madrid akan terpeleset dengan keadaan yang tidak jauh berbeda.

Namun apa yang diperlihatkan pasukan Luis Enrique bisa jadi tidak berlaku untuk anak-anak Zinedine Zidane, pasalnya dari rekor catatan pertemuan antara Real Madrid dengan Celta Vigo maupun Malaga terbilang cukup gemilang, dimana dari 10 data pertemuan terakhir dengan Celta Vigo tim asal kota Madrid ini menang untuk 9 kali dan hanya kalah 1 kali saja, sedang dengan Malaga mereka mencatat 6 kali menang, seri 3 kali dan kalah 1 kali saja.

Los Blancos akan terlebih dahulu menjalankan laga kekandang Celta Vigo pertengahan pekan ini 18 mei 2017, kemudian diakhir pekan mendatang 22 mei 2017 pertandingan pamungkas akan dijalankan ketika mereka dijadwalkan untuk menyeberang kerumahnya Malaga.

Terlepas dari hasrat kedua  tim El Classico memenangkan gelar dimusim ini Real Madrid boleh berbangga ketika mereka mencatat prestasi tambahan dimusim ini, Cristiano Ronaldo cs membuat catatan 62 pertandingan berturut disegala ajang tanpa gagal mencetak goal sejak 30 april 2016 hingga kini, total goal yang sudah dikemas dalam 62 pertandingan ini adalah 171 goal.

Adalah catatan yang lebih baik ketimbang apa yang pernah ditorehkan Bayern Munchen dimusim 2012-13 silam dengan 61 laga berturut mencetak goal, sebuah prestasi yang patut mendapat apresiasi penghargaan, dari 172 goal yang tercipta 3 nama teratas top scorer adalah masing-masing Cristiano Ronaldo yang memimpin dengan hasil 41 goalnya, diikuti Alvaro Morata dengan 20 goal dan Karim Benzema 18 goal.

 

 

Barcelona dalam kondisi sulit tak bisa mainkan Messi

Granada – Walau bermain tanpa beberapa pemain pilar Blaugrana mampu meraih kemenangan telak kala bertandang kemarkas Granada, pertandingan yang berlangsung di Stadium Los Carmenes 3 april 2017 dini hari tadi berakhir dengan score kemenangan telak 1-4 untuk Barcelona, tanpa Lionel Messi yang masih harus menjalankan masa hukuman larangan bermain kemudian Gerard Pique yang diistirahatkan pasukan Luis Enrique sedikit kesulitan pada awal pertandingan.

Hingga menyisakan 1 menit jelang masa turun minum dibabak pertama baru Luis Suarez dapat memecah kebuntuan dengan goal darinya, kemudian dibabak kedua satu goal penyeimbang dicetak oleh Jeremie Boga ketika pertandingan baru berjalan 5 menit, dan pasukan Azulgrana baru mulai kembali bangkit dimenit ke 64 ketika Paco Alcacer kembali membawa  Barcelona memimpin.

Delapan menit menjelang pertandingan usai kubu tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain ketika Uche Henry Agbo terpaksa harus meninggalkan lapangan akibat sanksi dua kali kartu kuning, memanfaatkan keadaan disisa waktu pertandingan dua goal kembali hadir masing-masing oleh Ivan Rakitic di menit 83’ dan Neymar 7 menit setelahnya.

Membawa pulang 3 point dari Los Carmenes Luis Enrique tetap menjaga asa dan persaingan dengan Real Madrid yang dipekan bersamaan juga memenangkan laga atas Alaves 3-0 di Santiago Bernabeu Stadium, menyisakan satu laga pertandingan tunda Los Galacticos terus memimpin klasemen sementara La Liga dengan 68 point meninggalkan Barcelona diposisi runner-up berselisih 2 angka.

“Usai laga International selalu pertandingan akan berjalan sedikit sulit, banyak pemain yang tidak siap untuk menjalankan pertandingan akibat kelelahan fisik, ditambah kami harus kehilangan tenaga Lionel Messi, adalah sulit mencari formasi yang tepat untuk mengisi sementara posisi Leo, ini adalah keadaan sulit ketika kami sedang menghadapi pertandingan-pertandingan penting diakhir musim” jelas Enrique.

Pelatih Barca ini pun lantas mengaku puas dengan hasil pertandingan ketika dia sempat was-was melihat kebuntuan perjuangan anak-anak asuhnya, sedikit terlihat dalam kesulitan diawal pertandingan hingga kemudian goal didapat Luis Suarez diakhir babak pertama, keadaan kembali terasa berat ketika kubu lawan berhasil mengimbangi, namun semua menjadi lancar ketika mereka diuntungkan dengan kartu merah yang diberikan kepada Uche Agbo.

Pertengahan pekan nanti 5 april 2017 kembali La Liga akan bergulir, Barcelona kembali ditantang sebuah pertandingan berat ketika mereka terjadwal akan meladeni kunjungan dari Sevilla, sementara Real Madrid musuh bebuyutan mereka diuntungkan dengan pertandingan yang terbilang mudah, pasukan Zidane ini akan bertamu kekandang Leganes yang saat ini menghuni posisi ke 17 dalam tangga klasemen La Liga.

 

 

 

Josep Maria Bartomeu siap perpanjang kontrak Luis Enrique

Camp Nou – Presiden Barcelona yakni Josep Maria Bartomeu baru saja mengumumkan kalau dirinya berserta jajaran sedang mempersiapkan rencana untuk Luis Enrique, sebagaimana diketahui kalau masa kontrak kerja pelatih kelahiran kota Gijon Spanyol 46 tahun silam ini akan berakhir dipenghujung musim 2016-17 ini, ketika beberapa pertandingan dengan hasil buruk dipetik mantan pelatih Roma dan Celta Vigo ini dikabarkan akan digantikan.

Ungkapan yang dinyatakan Bartomeu seketika menghapus semua gossip yang bertebaran seputar berakhirnya masa depan Luis Enrique di Camp Nou, usai kekalahan telak dikandang PSG diajang Liga Champions leg pertama babak 16 besar kembali klub asal Catalan itu bangkit di La Liga dini hari tadi 20 february 2017.

Berlangsung di Camp Nou Barcelona kembali memetik 3 point kemenangan atas lawan mereka Leganes, 2 goal dari Lionel Messi (4’, 90’pen) dibalas 1 goal dari Leganes yang dicetak oleh Unai Lopez dimenit ke 71, hadapi tim dengan predikat ke 17 dalam tata klasemen sementara La Liga dengan hasil seperti itu adalah sebuah hasil yang jelas tidak memuaskan.

Tak heran kemudian ada pendukung setia yang lantas mengungkapkan kekecewaan terhadap perform para pemain idola mereka dengan suitan mengejek, hal seperti tersebut disayangkan oleh sang pelatih yang dikatakan kalau hal tak patut itu tidak akan membantu para pemain idola mereka untuk bermain lebih baik malah hal sebaliknya akan terjadi.

“Mereka lupa kalau pemain kami butuh dukungan mental disaat sedang dalam perform menurun, dengan ejekan yang ditujukan kemereka hanya akan memperburuk kondisi tidak menolong sama sekali, jika mereka tidak puas mereka bisa arahkan kepada saya, saya tidak suka kalau mereka mengusik para pemain yang sedang berjuang untuk mendapatkan kemenangan” kata Luis Enrique.

Tapi terlepas dari itu penjelasan Bartemou mempresentasikan rasa kepuasan pihak managemen terhadap kinerja Luis Enrique, “Kami memang pernah membicarakan masalah perpanjangan kontrak kerja sejak awal, dan kami memang sudah sepakat untuk merealisasikannya dibulan April nanti, jadi sudah saat nya kami mulai menyusun draft kontrak baru untuk ditandatangani Luis Enrique” tukas Bartomeu.

“Dia adalah pelatih yang paling cocok memimpin Blaugrana saat ini, hingga saat ini tingkat kepuasan kami terhadap kinerjanya tetap tak berubah, soal menang kalah adalah relative dimana dalam setiap pertandingan selalu seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi, dipertandingan adalah resiko menang dan kalah jadi kami tidak mempermasalahkan satu dua pertandingan bernuansa kegagalan” tambah pria berusia 54 tahun itu.

 

 

 

 

Strategi Unai Emery sukses bawa kemenangan untuk PSG

Parc des Princes – Unai Emery memang bukan pelatih sembarangan dia mampu membuktikannya dengan menumbangkan raksasa dari La Liga Barcelona bahkan dengan score telak 4-0, ada apa dengan pasukan Luis Enrique dipertandingan ini yang terlihat tak berkutik dilaga dini hari tadi, Luis Enrique berbesar hati menerima kekalahan ini dengan memuji permainan permainan anak-anak PSG yang tampil all out bermain dengan pressing tinggi.

Sepanjang pertandingan Barcelona tidak terlihat buruk dalam hal penguasaan bola dimana mereka tercatat lebih unggul memimpin dengan persentase 60:40, namun bicara upaya membuat bola berbahaya kegawang lawan mereka kalah jauh dengan hanya 5  percobaan dan hanya 1 yang on target dibanding PSG dengan 12 tembakan terarah yang 9 darinya tepat sasar.

Tak ada gaya permainan dan strategi bermain dirubah Luis Enrique dalam menjalankan pertandingan ini, mereka tetap bermain dengan kebiasaan mereka melakukan umpan-umpan pendek tik-tak kaki kekaki yang merupakan ciri khas klub asal Catalunya itu, namun sayangnya ketika mereka mendekati wilayah lapangan lawan sering aliran bola mereka terputus.

Kali ini Unai Emery menang dalam hal menerapkan taktik, seringnya bertemu dengan Barcelona membuatnya banyak belajar, diapun menerapkan strategi bermain agresif kepada anak asuhnya dan tak membiarkan bola berlama-lama dikuasai para pemain Blaugrana, terutama ketika mereka sudah mulai memasuki wilayah tengah lapangan dan mencoba untuk membangun serangan.

Tercatat ada 43 tekel dilakukan anak-anak PSG sepanjang pertandingan terhadap para pemain Luis Enrique yang 31 darinya sukses, taktik jitu dengan meningkatkan upaya pressing ketat Unai Emery benar-benar berhasil dipertandingan ini, tempo tekel rata-rata disetiap pertandingan yang dijalankan PSG hanya tercatat sekitar 17 kali disetiap pertandingan, ini berarti ada peningkatan sebesar 2,5 kali dari kebiasaan mereka bermain.

Alhasil gerakan Lionel Messi berhasil dimatikan dimana tercatat dirinya hanya membuat satu tembakan bola sepanjang dua babak pertandingan, terlambat berbuat sesuatu hadapi kondisi pertandingan membuat membuat Luis Enrique harus menelan pil pahit

Tidak seperti Unai Emery yang berani meninggalkan gaya permainan possession ball sebagaimana kebiasaan mereka dengan pressing agresif, Enrique lebih memilih untuk ‘menanti hasil’ dengan bersabar dan tidak melalukan sesuatu perubahan strategi, tidak segera mengantisipasi gaya permainan lawan adalah satu kesalahan fatal Luis Enrique.

Unai Emery memenangkan bukan saja pertandingan tetapi juga strategi dilaga pertama ini, dengan modal 4 goal tak berbalas Barcelona harus berkerja keras dikandang mereka dalam laga balik kandang nanti, Luis Enrique harus mampu membaca kesalahan dilaga dini hari tadi dan membuat strategi balasan di Camp Nou nanti jika tidak ingin kehilangan kesempatan.

4 goal yang bersarang ke gawang Marc Andre Ter Stegen dicetak masing-masing oleh Angel Di Maria (18’, 55’) Julian Draxler (40’) kemudian Edison Cavani (72’),  trio MSN tak berfungsi dengan baik ketika pergerakan mereka dapat diberhentikan dengan gaya permainan pressing football yang diusung mantan pelatih sukses Sevilla itu.

Lionel Messi momok bagi Unai Emery

Les Parisiens – Bermain dikandang sendiri di Stadium Parc de Princes dini hari nanti 15 february 2017 sepertinya banyak persiapan dilakukan Unai Enmery, sebagai mantan pelatih Sevilla tentunya dirinya sangat paham dan mengenal gaya permainan bakal calon lawan mereka Blaugrana, untuk membungkam trio MSN adalah pekerjaan rumah terberat bagi pria 45 tahun yang pernah mempersembahkan 3 Piala Liga Eropa berturut selama memimpin Sevilla sebelumnya.

Selama menjadi pelatih klub Unai Emery tercatat sudah 23 kali memimpin timnya berhadapan dengan Barcelona, dari catatan tersebut dia hanya pernah sukses menang 1 kali dengan 16 kali kekalahan dan 4 kali hasil bertanding imbang, dan catatan tambahan ketika pelatih kelahiran Hondarribia Spanyol memenangkan timnya atas Barcelona adalah ketika Lionel Messi berhalangan tampil untuk Los Cules.

Tentu saja dari catatan diatas dapat disimpulkan kalau nama Lionel Messi adalah momok tersendiri bagi Unai Emery, melakoni 21 pertandingan menghadapi tim yang dipimpin Emery baik ketika memimpin Almeria, Valencia, Spartak Moscow tercatat La Pulga berhasil membobol gawang tim asuhan Emery dengan 25 goal.

Menghadapi laga dini hari nanti pelatih asal Spanyol ini mengaku tidak akan menyiapkan strategi khusus untuk ‘mengikat’ Lionel Messi, masih banyak cara dan ide dalam benaknya untuk memimpin tim asuhannya memenangkan laga atas klub asal Catalan itu.

“Tidak, saya tidak akan membuat pengawalan khusus untuk Messi, masih banyak cara bisa saya mainkan dilaga nanti, saya masih bisa memainkan pola menjemput bola dan memainkan individual skill dari armada yang saya miliki saat ini, mereka cukup tangguh untuk diadu dengan kekuatan pasukan Luis Enrique” tegas Unai Emery.

Namun senang atau tidak nama Messi tetap akan menjadi pengganggu konsentrasi Unai Emery belum lagi bicara Neymar dan Luis Suarez yang semakin tajam mengancam gawang lawan belakangan ini, menghentikan gerakan trio MSN hampir mustahil dapat dilakukan sang pelatih PSG, membatasi ruang gerak adalah solusi yang bisa diterapkan Emery dilaga nanti.

Sial saja hasil undian kembali pertemukan PSG dengan Barcelona dibabak 16 besar, Les Parisien sudah didua musim berturut tersandung langkah dari pasukan Luis Enrique, mereka harus menelan kekalahan pahit didua pertandingan fase knockout Liga Champions, dalam laga dini hari nanti masih Barcelona jadi unggulan untuk memenangkan pertandingan tapi bukan berarti PSG tak berpeluang menang.

“Ya mereka adalah favorit dan mereka itu salah satu tim predikat terbaik berkelas dunia, tapi mereka juga sering dikalahkan bahkan oleh klub papan bawah dan itu membuktikan kalau kami berpeluang merebut kemenangan dari mereka’ ucap Emery.

Kembali dalam laga ini akan bertemu dua teman karib asal Uruguay yakni Luis Suarez dengan Edison Cavani, keduanya akan berduel untuk memenangkan tim mereka masing-masing dan membuktikan siapa diantara keduanya lebih tajam sebagai bomber, keduanya tercatat sebagai top scorer diklub mereka masing-masing Cavani dengan 25 goal dan Suarez dengan 18 goal.

Dari catatan 3 laga kunjungan Barcelona ke Parc de Princes terdata kalau mereka memenangkan untuk 1 kali kemudian kalah 1 kali dan berimbang 1 kali, tak memandang laga ini enteng Ivan Rakitic gelandang Blaugrana sebut kalau keseluruhan armada Los Cules sudah bersiap untuk memadukan kekuatan memenangkan pertandingan kali ini.

“Kami sangat antusias untuk memenangkan laga nanti, kami semua sedang berada dalam kurfa terbaik dan konsisten disetiap pertandingan terakhir, dan kami optimis akan memenangkan pertandingan dengan tampil all out dikandang PSG nanti, kemenangan dikandang akan sangat berarti dilaga balik kandang nanti” lugas Rakitic.

 

 

Luis Enrique hanya ingin fokus menangkan pertandingan

Spanyol – Persaingan di ajang La Liga kian hangat dan seru setelah Real Madrid dalam beberapa pekan pertandingan terakhir tampil buruk, sementara rival abadi mereka Barcelona justru memperlihatkan perform berbalikan, dari catatan 5 laga terakhir disegala pentas kompetisi Los Blancos hanya mencatat 1 kali kemenangan, merekapun harus melupakan trophy Copa del Rey usai dikalahkan Celta Vigo dengan jumlah aggregate 4-3.

Luis Enrique tak ingin terusik dengan kondisi ini diakui kalau dirinya hanya akan terus fokus raih kemenangan untuk timnya, sementara Real Madrid tertahan Lionel Messi dkk terus memenangkan 5 laga terakhir dan memperbaiki posisi mereka dalam tangga klasemen sementara La Liga, berada diposisi ketiga dengan 41 point Blaugrana kini berselisih 2 point dengan Real Madrid sipemuncak klasemen dan 1 point dari Sevilla diposisi runner-up.

Walau semakin terpangkas jarak persaingan namun posisi Los Galacticos masih cukup aman karena menyimpan satu pertandingan tunda, tak dipungkiri kini Barcelona sudah kembali siap menyodok persaingan namun Luis Enrique tak ingin berkomentar banyak terkait itu, banyak pengamat kembali mengunggulkan mereka dalam persaingan juara musim ini tapi Enrique belum tertarik untuk berkomentar.

“Perjalanan kami masih panjang, baru saja setengah musim kami lalui, kami sudah terbiasa dengan persoalan naik turun performa jadi kami tidak heboh lagi, beberapa waktu lalu kami dalam kesulitan tampil baik dan sekarang kami sudah dapat mengatasinya, saya rasa yang paling baik untuk kami semua lakukan adalah menjaga fokus untuk saat ini” tutur pria 46 tahun itu.

Alasan Enrique tidak ingin terburu-buru berbicara trophy adalah masih adanya tim yang berada didepan mereka, itu menandakan kalau posisi mereka masih tertinggal dan masih dibutuhkan perjuangan berat untuk menjadi yang terdepan, Real Madrid memang sedang tidak beruntung akhir-akhir ini tapi sepakbola selalu dinamis dan cepat dapat berubah.

“Siapapun tim yang anda bicarakan selalu tidak terikat, Real Madrid, Sevilla masih berada didepan kami, dan mereka tidak selalu akan bermain baik begitu juga dengan kami, hanya kami yang mampu mengontrol kinerja tim kami sendiri bukan orang lain, itulah kunci sukses yang harus saya jaga saat ini jika tidak kami akan kembali berada dalam posisi sulit” tambah Luis Enrique.

Malam nanti 29 january 2017 Barcelona akan bertandang kemarkas Real Betis untuk memastikan membawa pulang 3 point kemenangan dan menjaga asa memburu Real Madrid, sedang Sevilla akan bertamu kemarkas Espanyol dan kemudian Real Madrid akan menjamu Real Sociedad dini hari kemudian.

Ketiga tim ini akan terus bersaing ketat ketika perselisihan point tipis masih memungkinkan ketiganya untuk menyalip dan memimpin klasemen sementara.

 

 

Suadh waktunya Luis Enrique merombak armadanya

Camp Nou – Musim 2016-17 perjalanan Barcelona dalam persaingan La Liga kurang mulus ketika 17 pertandingan berlalu mereka masih berada diposisi ketiga klasemen, Real Madrid masih memimpin sementara dengan perolehan 5 point lebih baik dan menyimpan satu pertandingan tunda, pastinya Luis Enrique kurang bahagia dengan kondisi tersebut dan harus segera mengambil kesempatan untuk menambah kekuatan armada dibulan January ini.

Kabar selentingan ada 5 nama baru yang sedang menjadi inceran pelatih berusia 46 tahun ini untuk diburu ditransfermarket musim dingin kali ini, ketajaman squad racikannya perlu mendapatkan suntikan tenaga baru walaupun trio MSN masih berkerja dengan baik.

Gelandang serang asal Brazil yang saat ini bergabung dengan Liverpool yakni Philippe Coutinho dikabarkan sudah masuk dalam pantauan, sebagai rekan Neymar di timnas Samba tentunya Coutinho akan lebih cepat larut dalam permainan ketika mereka dipertemukan dalam satu tim, saat ini dirinya sudah melakoni 13 pertandingan bersama Jurgen Klopp dan hasilkan 10 goal disana.

Permasalahannya mampukah mereka melakukan negosiasi dengan pihak The Reds yang juga sedang mengharapkan konsistensi kemenangan untuk mengejar posisi ditangga klasemen Premier League, namun sebagaimana pernah terjadi transaksi Luis Suarez top scorer Liverpool ditahun 2013 lalu segalanya bisa saja terjadi.

Inceran kedua adalah gelandang asal Italia Marco Verratti yang saat ini bermain untuk Paris St-Germain, layaknya pemain rata-rata Italia Marco Verratti dapat bermain bagus dan berimbang kala bertahan dan membantu serangan, Luis Enrique memiliki opsi pilihan jikalau Sergio Busquets atau Ivan Rakitic berhalangan tampil jika memiliki pemain berusia 24 tahun ini.

Bermain di liga utama Francis bersama Paris St-Germain sejak 2012 pria kelahiran Pescara Italia ini bukanlah mesin goal handal, namun mampu mengatur tempo permainan dan keseimbangan didalam lapangan adalah keahliannya, kedatangannya akan sangat membantu mengoptimalkan permainan tim dibarisan Blaugrana.

Sosok ketiga yang juga dissuekan akan datang ke Camp Nou adalah Fabinho, bek kanan As Monaco ini dinilai sangat cocok untuk menggantikan posisi Dani Alves yang pergi ke Juventus jelang pergantian musim barusan, pria kelahiran Brazil 23 tahun silam ini merapat ke Stade Louis II semenjak musim 2015 lalu, berposisi sebagai pemain gelandang bertahan 5 goal sudah dikantonginya sepanjang musim kompetsi bergulir.

Lantas pemain berikutnya yang katanya juga masuk dalam bidikan Luis Enrique adalah Bamidele Jermaine Alli atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dele Alli, gelandang muda 20 tahun ini akan sangat cocok apabila diposisikan untuk mengganti peran Andres Iniesta yang sudah dimakan usia, bersama klubnya saat ini Tottenham Hotspur sudah bermain dalam 19 laga pertandingan dengan hasilkan 10 goal.

Musim lalu Dele Alli tampil mengesankan setelah pihak Spurs memboyongnya ke White Hart Lane dari Milton Keynes Dons hanya dengan memboroskan £ 5 juta untuk masa kontrak lima setengah musim kompetisi, dibawah asuhan Mauricio Pochettino dia tumbuh menjadi pemain yang menarik perhatian bukan saja diklub tapi juga ditimnas The Three Lions.

Terakhir ketertarikan Luis Enrique jatuh kepada Kosta Manolas yang konon juga diminati Manchester United, bahkan katanya pihak Old Trafford sudah menyebut harga sebesar £ 47 juta sebagai mahar penawaran pertama, bek tengah kelahiran kota Naxos Yunani ini sudah bergabung dengan As Roma semenjak musim 2014 silam.

Diakui sebagai salah satu pemain belakang terbaik Eropa mendatangkan Manolas adalah sebuah keputusan tepat, belakangan barisan belakang Blaugrana terlihat sedikit rapuh ketika grafik permainan Javier Mascherano tampak menurun, sudah waktunya pria 46 tahun ini merombak squadnya yang banyak berisi pemain-pemain yang sudah berada diusia senja, Barcelona harus kembali keformat sesungguhnya yang selalu haus goal untuk terus menjaga persaingan dengan Real Madrid.

 

Luis Enrique kecewa ketika hasil tidak maksimal

El Madrigal – Barcelona mulai menjauh dari puncak klasemen ketika mereka tak mampu membawa pulang 3 point penuh dari kandang Villarreal dini hari tadi, bertempat di Stadium El Madrigal pasukan Luis Enrique memimpin dalam hal dominasi namun mereka harus tertinggal terlebih dahulu melalui goal dari Nicol Sansone dimenit ke 50, baru kemudian dimenit jelang bubaran Lionel Messi tampil sebagai pahlawan menyelamatkan Blaugrana dari kekalahan.

Tambahan 1 point dari hasil pertandingan imbang membuat klub asal Catalunya ini terpaksa untuk sementara mendekam diposisi ketiga dengan jumlah perolehan 35 point tertinggal 5 point dari Real Madrid yang masih menyimpan 1 kali pertandingan ekstra, sementara Sevilla (36 point) beranjak naik menyalip ketika mereka sukses menambah point kemenangan dari kandang Real Sociedad dipekan bersamaan.

Ini adalah hasil pertandingan imbang keempat dalam 6 laga terakhir Barcelona di ajang La Liga, ada sesuatu yang berbeda dari sang juara bertahan yang bermain tidak seperti biasanya, jarak persaingan dengan Real Madrid pun semakin terbentang lebar, sementara Lionel Messi dkk melemah hal sebaliknya berlaku bagi Ronaldo dkk yang sedang merajut prestasi 39 pertandingan tak terkalahkan.

Tim yang bermarkas di Camp Nou ini harus segera bangkit dan perbaiki permainan jika tidak ingin habiskan musim tanpa prestasi, perjalanan masih panjang itu kata Luis Suarez yang menyadari kalau dia harus melakukan ‘sesuatu’ bersama Messi dan Neymar, trio MSN harus kembali ‘mempercantik diri’ dengan goal-goal dipertandingan mendatang dan itu tak bisa ditawar lagi.

“Akhir-akhir ini kami banyak membuang point, saya sendiri menilai kalau kami tidak bermain buruk, kami banyak melahirkan kesempatan dengan bola-bola berbahaya kegawang lawan, hanya saja penyelesaian akhir yang tidak akurat dan kami harus memperbaiki ini semua, masih ada 21 laga pertandingan sisa yang harus kami menangkan di La Liga” ucap mesin goal asal Uruguay itu.

Gagal lagi raih kemenangan membuat Luis Enrique kecewa untuk kesekian kalinya, walau menguasai bola dan juga lapangan pertandingan dimana tercatat mereka mendominasi dengan perbandingan 70:30 namun pasukannya tak mampu menebus tembok pertahanan Villarreal, 17 tembakan dihasilkan dengan 10 darinya tepat sasar mereka harus takluk dari Villarreal yang hanya lahirkan 5 bola berbahaya dengan 4 darinya yang on target.

“Sepakbola memang susah diprediksi bukan? Jika melihat dari statistic pertandingan jelas kami berada diatas tapi hasil yang berbicara berbeda, dengan permainan yang dipertontonkan dimana kami menguasai lapangan saya rasa tidak ada kata yang bisa saya sampaikan lagi untuk para pemain saya, mereka sudah berkerja keras hanya keberuntungan belum berpihak jadi kami harus bersabar untuk pertandingan mendatang” ucap Enrique.