Memphis Depay baru mencetak goal untuk Lyon

Lyon – Akhiri masa kelamnya di Old Trafford, Memphis Depay tekankan bagaimana dia bahagia bermain di kubu Olympique Lyon saat ini. Pemain kelahiran Belanda ini menyebutkan bahwa dengan banderol sebesar 20 juta Euro dia didatangkan ke Lyon ingin menyumbangkan segala kemampuannya secara maksimal. Depay juga menyatakan kesanggupannya untuk bermain baik di Lyon, bahkan lebih baik ketimbang saat dia berseragam Manchester United.

Tak lagi masuk dalam rencana Jose Mourinho semenjak Louis Van Gaal meninggalkan Old Trafford Memphis Depay tersisihkan dari squad, dirinyapun menjalani separuh musim kompetisi dengan hanya menempati bench pemain tanpa dilibatkan dalam permainan, hingga bursa transfermarket musim dingin dibuka Memphis mencari jalan lain untuk meneruskan kariernya.

Bergabung dengan Lyon diliga utama Francis menjadi pilihannya, namun ketika menjalankan tugasnya dilapangan striker wong londo yang saat ini baru berusia 23 tahun itu harus melewati masa tak mulus, sudah 4 laga pertandingan dilakoni dengan hasil nihil tanpa goal padahal kedatangannya sangat diharapkan akan menghidupkan barisan depan dan membantu Alexandre Lazacette untuk memanen lebih banyak goal.

Ketika bermain untuk PSV Eindhoven striker kelahiran Moordrecht Belanda ini cukup disegani dengan produktifitas goalnya, bergabung semenjak musim 2011- 15 dalam catatan 124 pertandingan yang dilakoni disana dia berhasil mencetak 49 goal, grafik menunjukkan kalau dirinya semakin tajam disetiap musim kompetisi, terakhri sebelum dirinya diboyong Louis Van Gaal ke Old Trafford dia mencetak 28 goal sepanjang 40 penampilannya membela PSV.

Kemudian Memphis Depay seakan redup ketika dia berpindah ke Manchester dan jalankan 1.5 musim kompetisi disana, tercatat dia baru mengoleksi 7 goal saja selama menjalankan 53 pertandingan dibawah pengawasan Louis Van Gaal, tak heran catatan buruk ini kemudian menghantui para pendukung fanatic Lyonnais untuk mempercayai kalau dirinya bisa kembali berjaya dalam urusan mencetak goal.

Namun keraguan dari para pendukung setia Lyon pada akhirnya dapat dimentahkan ketika Memphis pada akhirnya mulai menemukan jalannya untuk mencetak goal, ketika dipertandingan terakhir melawan Nancy dini hari 9 february 2017 lalu Memphis Depay yang saat itu dimasukkan sebagai pemain pengganti mengganti Mathieu Valbuena mulai perlihatkan kelasnya.

Dimenit ke 59 sebuah kesempatan baginya untuk mencetak goal ketika itu menyambut sebuah assist yang datang dari Maxime Gonalons, dengan sedikit sentuhan dia menyempurnakan sebuah kesempatan untuk menjadikan goal kemenangan keempat bagi Lyon, goal pertama ini sangat berarti bagi Memphis untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya kembali.

Disisa musim kompetisi ini goal-goal selanjutnya dari Memphis Depay semakin dinanti, Memphis yang tajam ketika bernaung dibawah bendera PSV Eindhoven diharap segera akan kembali perlihatkan kemampuannya, kehilangan moment di Old Trafford adalah mimpi buruk dalam perjalanan kariernya, seakan tak percaya dirinya tidak memilih kembali ke liga yang membesarkannya tapi dia memilih untuk menjajal kemampuan diliga Francis untuk membuktikan kalau dia memang bisa.

 

Jose Mourinho dan kesempatan memperbaiki Setan Merah

Old Trafford – Semenjak musim kompetisi belum berakhir nama Jose Mourinho memang sudah santer dikaitkan sebagai kandidat paling kuat untuk melatih di Old Trafford, selesai sudah masa percobaan Louis Van Gaal untuk 2 musim kompetisi tanpa kesuksesan dimana hanya satu trophy FA Cup saja dipersembahkan, hasil yang tentunya sangat jauh dari harapan dan dari banyaknya dana terkuras.

Selama datang ke Old Trafford tak sedikit uang dihambur-hamburkan mantan pelatih timnas Belanda itu untuk datangkan pemain-pemain mahal, namun soal prestasi jangankan soal persembahaan trophy bahkan mengantarkan tim ke persaingan di turnamen antar klub Eropa saja dia kesulitan.

Bukan saja hal ini membuat pihak management yang berang dan tak lagi dapat menahan radang didada, bahkan para pendukung fanatik The Red Devils pun sudah lama tak ingin melihat muka Louis Van Gaal lagi dibench pelatih, FA Cup sudah ditanganpun tak mampu lagi menghibur dan tak membuat posisi Louis Van Gaal aman dari pemecatan.

Usai memutus kesepakatan kerja berlanjut dengan meneer Belanda Van Gaal pembicaraan serius dengan Jose Mourinhopun berlanjut, negosiasi dua arah pun dibangun hingga tercapai kata sepakat dari kedua belah pihak dan perjanjian kerjasamapun sudah ditandatangani untuk jangka berdurasi 3 musim kompetisi dengan pasal tambahan 1 musim kompetisi jika target yang dicapai bisa memuaskan pihak management Old Trafford nantinya.

Dikabarkan juga kalau pria berusia 53 tahun ini akan menerima bayaran sebesar £ 5 juta disetiap musim kompetisinya sebagai imbalan, Lou Macari mantan pemain Manchester United di era 1970-80 sangat yakin kalau Manchester Unite dakan capai masa kejayaan kembali ditangan Jose Mourinho.

“Dia pelatih eksentrik yang memiliki banyak ide dan juga strategi serta filosofi sepakbola sederhana dan tidak rumit untuk dimengerti, saya sangat optimis dia akan mampu membawa Setan Merah kembali keposisi puncak klasemen di Premier League dan juga kembali membawa The Red Devils bersaing dipentas Eropa” ucap Lou Macari.

Bagaimana Chance sukses Manchester United dibawah penanganan Jose Mourinho kini menjadi perbincangan serius beberapa kalangan pengamat setelah resmi pelatih berdarah Portugal ini direkrut Old Trafford, banyak yang mempertanyakan tentang filosofi Mourinho apakah dia akan menerapkan strategi bertahan total seperti yang pernah dia perlihatkan kala membesut The Blues atau dia akan jalankan strategi ofensif?

Jika bicara strategi dan filosofi sebagai pelatih rasanya Jose Mourinho memiliki segalanya, dia bisa bermain ofensif, agresif sampai ke bertahan habis-habisan seperti julukan yang pernah didapat ‘Parkir Bus’ didepan gawangnya, sepertinya tak ada keraguan untuk sosok Mourinho sebagaimana julukan yang diberikan kepadanya ‘The Special One’ dia mampu beradaptasi dimanapun dia berada.

Jejak perjalananya selama menjalankan karier sebagai pelatih baik ketika bersama FC porto, Chelsea (Dua Episode), Inter Milan ataupun Real Madrid selalu dia memberikan trophy kejuaraan di Liga setiap klub yang dipimpinnya, hasil goal yang dicapai pun dapat membuktikan kalau Mourinho tidak melulu memainkan filosofi ‘Parkir Bus’ seperti yang pernah dia pertontonkan dia memang Special sesuai julukannya.

Keperkasaan pasukan Setan Merah sirna bersama berlalunya sang maestro dilapangan hijau Sir Alex Ferguson, terakhir sekali Manchester United menggondol piala Premier League adalah dimusim 2013-14, dengan datangnya Mourinho yang selalu membawa trophy liga disetiap awal musimnya memimpin diharap wibawa dan keperkasaan Setan Merah akan segera kembali.

Bukan saja mantan pelatih Chelsea ini jago diliga domestik tapi dia juga selalu lantang jika berbicara di pentas Liga Champions, dia pernah berjaya di Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan dimasa lalunya, tinggal kini apakah Mourinho mampu mengoptimalkan seluruh potensi pasukan Setan Merah termasuk para pemain-pemain mudah jebolan akademi Manchester United sendiri.

Sebagaimana sudah menjadi sebuah tradisi kalau regenerasi klub ditubuh setan merah hampir terjadi setiap tahunnya, selalu saja akan ada pemain junior disetiap tahun yang coba dipromosikan kesquad inti seperti halnya Jesse Lingard kemudian Marcus Rashford, karakter Mourinho belum teruji dalam hal memberi kesempatan kepada para pendatang baru untuk mengisi squad intinya.

Untuk semua teka-teki ini baru akan terjawab ketika musim kompetisi baru 2016-17 berputar nanti, apakah pria Portugal ini akan mengadakan perombakan atas armada warisan dari Van Gaal atau dia hanya akan meneruskan pekerjaan yang belum selesai dari Louis Van Gaal mantan boss nya ketika di Barcelona dahulu.

Jose Mourinho datang menggantikan Van Gaal dalam waktu yang tepat ketika tim baru saja memenangkan FA Cup, semangat dan kepercayaan diri sedang dalam posisi puncak untuk melanjutkan musim depan dengan penampilan terbaik mereka, tinggal bagaimana pelatih asal Portugal ini masuk dan permak armada untuk tampil optimal terus merangsek kepersaingan papan atas dimusim pertamanya.

 

 

 

 

Louis Van Gaal puas dengan persembahan trophy pertamanya

Wembley – Akhirnya trophy FA Cup berpindah penghuni dimusim ini ketika sudah menjadi penghias di Emirates Stadium bersama Arsenal untuk dua musim kompetisi, kemenangan melalui drama perpanjangan waktu 2×15 menit membawa Manchester United keluar sebagai pemenang atas Crystal Palace dengan hasil akhir 1-2.

Setengah babak pertandingan berlalu tanpa goal dimana kedua tim terlihat bermain dengan hati-hati, adalah Jason Puncheon dari Crystal Palace terlebih dahulu membuka kemenangan melalui goalnya dimenit ke 78 namun Juan Mata mengembalikan keadaan 3 menit kemudian melalui goalnya dan akhiri pertandingan 90 menit normal dengan score 1-1.

Dimasa perpanjangan waktu ketika pertandingan berjalan paro waktu Manchester United terpaksa harus kehilangan Chris Smalling akibat akumulasi 2 kartu kuning, kalah berebut bola dengan  Yannick Bolasie bek Setan Merah tersebut mencoba untuk menahan langkah Bolasie yang siap lancarkan serangan balik, wasit Mark Clattenburg pun tak memberi ampun dan mencabut kartu kuning dilanjut dengan kartu merah.

Memasuki paro babak 15 menit terakhir dengan kekurangan 1 pemain Van Gaal merubah taktik dengan merubah susunan menjadi 4-4-1, tak butuh bermain defensif lagi ketika pertandingan hidup mati hanya menyisakan paro babak terakhir, keputusa yang tepat dari Van Gaal diakhir 15 menit membuahkan hasil ketika pertandingan berjalan 5 menit.

Ketika Valencia berhasil lepas dari pengawalan bek Crystal Palace dan memasuki wilayah kotak penalty dia memberikan umpan ditujukan kepada Anthony Martial yang berdiri didepan gawang, namun bola operan berhasil dimentahkan pemain belakang kubu lawan yang menjaga wilayahnya, malang bola tepat jatuh kekaki Jesse Lingard yang langsung menempong bola dengan keras tepat kearah gawang dan hasilkan goal kemenangan untuk Manchester United.

Usai hasilkan score 1-2 pertandingan masih berjalan ketat dan Crystal Palace berusaha mati-matian untuk mengembalikan score keposisi berimbang, walau unggul jumlah pemain tapi upaya tak membuahkan hasil hingga pertandingan usai dan score tak berubah antarkan Louis Van Gaal dan pasukannya kepodium ceremoni penyerahan trophy FA Cup.

Semenjak Sir Alex Ferguson menyatakan diri untuk mundur dari tapuk kepemimpinan di Old Trafford ini adalah trophy pertama yang kembali menghiasi lemari prestasi The Red Devils, walau hanya sekelas FA Cup tapi inilah awal kebangkitan laskar Setan Merah, FA Cup yang ke 12 bagi Manchester United sejak terakhir sekali mereka raih pada musim kompetisi 2004 silam.

Usai pertandingan menner Belanda itu pun mendapatkan pertanyaan dari awak media tentang bagaimana perasaannya memenangkan trophy pertamanya untuk Manchester United dan tentang goal kemenangan yang dihadirkan Jesse Lingard, ’Fantastic’ inilah gambarannya tentang goal kemenangan dari Lingard, menangkan Piala FA baginya adalah awal kebangkitan pasukan Setan Merah yang akan berlanjut kemusim mendatang.

“Fantastic goal yang sangat bagus, saya rasa semua setuju tentang gambaran goal tersebut, suara di tribun penonton sangat luarbiasa menyambut goal kemenangan ini, saya harapkan dukungan dari fans tak pernah berhenti untuk klub ini disetiap pertandingan, saya puas dengan pencapaian ini terima kasih untuk semuanya” ucap Van Gaal.

 

 

Louis Van Gaal siap memboyong FA Cup di Wembley

Premier League – Musim pertama memimpin di Old Trafford sang pelatih hanya mampu membawa armadanya finish diposisi keempat tanpa satupun trophy menghias, dimusim kedua hal serupa tampaknya akan kembali terulang hanya saja bedanya dimusim ini satu trophy sudah menanti untuk diraih yaitu trophy FA Cup, Louis Van gaal dan pasukannya akan lakoni partai final melawan Crystal Palace di Wembley Stadium 28 mei 2016 mendatang.

Menyambut kesempatan raih trophy pertama untuk The Red Devils mantan pelatih timnas Belanda ini tak ingin kebablasan, dirinya dan para laskar Setan Merah sudah siap kan diri jauh-jauh hari untuk pertandingan penting memenangkan laga di Wembley Stadium, namun sebelum itu kenyataan yang tak kurang pentingnya adalah mempertahankan posisi Manchester United untuk finish kompetisi seburuk-buruknya diposisi kelima.

Tiga pertandingan lagi yang akan dijalankan di Premier League Van Gaal akan upayakan 9 point tambahan untuk memastikan pasukannya berlaga di persaingan Liga Eropa dan jika mungkin Liga Champions musim depan, mereka kini berselisih 4 point dengan Citizen yang berada diposisi keempat dengan satu pertandingan sisa ditangan.

Diawali akhir pekan ini Van Gaal akan membawa pasukannya menyeberang ke kandang Norwich City yang juga sedang berjuang untuk lepas dari zona degrarasi, lantas dua pertandingan lainnya Wayne Rooney dkk akan bertandang kemarkas West Ham United akhir pekan depan dan dipertandingan terakhir mereka akan menjamu Bournemouth.

 “Menang ataupun kalah itu adalah hasil pertandingan yang harus diterima, pastinya hasil yang saya inginkan ditiga pertandingan sisa adalah kemenangan, memang tuntutan untuk menang diakhir musim sangatlah tinggi, Norwich dalam misi kemenangan untuk hindari degrarasi begitu juga kami ingin pertahankan posisi zona Liga Champions yang masih terbuka” tutur si meneer Van Gaal.

Tak ingin kehilangan kesempatan terakhir dimusim ini Van Gaal utarakan keinginannya untuk memboyong pulang FA Cup ke Old Trafford, walaupun hanya piala liga domestik namun turnamen FA Cup tak dipungkiri mempunyai gengsi yang cukup tinggi dipersaingan britania raya, dapat menjuarainya menunjukkan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan selama dua musim dirinya mengawal Manchester United.

“Target dimusim ini adalah finish diposisi keempat dan memenangkan FA Cup, tidak ada jalan lain untuk meraih itu semua kecuali memenangkan 4 pertandingan yang kini menanti untuk kami selesaikan, 3 pertandingan di Premier League dan satu pertandingan final di Wembley, saya optimis kalau tim ini dapat menyelesaikan tugas dengan baik” tambah Van Gaal.

Manchester United lolos kebabak final FA Cup 2015-16.

FA Cup – Akhirnya Manchester United mendapatkan satu tempat kehormatan masuk kebabak final FA Cup usai menundukkan Everton, laga yang berlangsung di Stadium Wembley hampir saja berakhir dengan score imbang 1-1 jika saja Anthony Martial tidak tampil sebagai pahlawan dimasa injury time dengan goal kemenangannya.

Anthony Martial pantas menyandang penghargaan sebagai man of the match bukan saja dikarenakan goal penentuan kemenangan darinya yang tercipta di detik-detik akhir pertandingan, banyak peluang dia ciptakan termasuk goal pertama yang dicetak oleh Marouane Fellaini dimenit ke 34 adalah hasil keterlibatan darinya, umpan matang darinya dari sayap kiri lapangan tepat menuju kekaki Fellaini yang langsung menaklukkan kiper Joe Robles.

Memasuki babak kedua Manchester United masih unggul dengan score 1-0 tak berubah, Everton memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan ketika Ross Barkley ditekel oleh Timothy Fosu Mensah didaerah kotak penalty dimenit ke 56, sayangnya Romelu Lukaku sebagai algojo gagal menaklukkan David De Gea yang mampu membaca dengan tepat arah bola dan menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Usai menyelamatkan sebuah tendangan penalty kembali kiper asal Spanyol ini berhasil menjinakkan sebuah serangan terarah dari Ross Barkley, dibabak kedua terlihat Everton bermain lebih baik dan mulai keluar menekan namun David De Gea terlalu sulit untuk dapat ditaklukkan, beberapa serangan yang dilancarkan Tom Cleverley dan Romelu Lukaku sedikit melenceng dari sasaran.

Pada prosesnya pertandingan dibabak kedua ini menuai kritikan tajam dari Louis Van Gaal ditujukan kepada wasit yang memimpin jalannya pertandingan, dia merasa dirugikan ketika beberapa keputusan kontroversial dari wasit dirasa merugikan timnya, salah satunya adalah sebuah tendangan penalty yang harusnya didapat kala Fellaini dalam sebuah upaya didepan gawang tendangan bolanya tertahan tangan Phil Jagielka.

Goal balasan akhir nya terjadi juga dimenit ke 75 ketika Chris Smalling bek MU lakukan kesalahan dalam mengantisipasi sebuah bola berbahaya yang dilancarkan Gerard Deulofeu, keinginan untuk mematahkan serangan malah membuahkan hasil goal kegawang sendiri, kedudukan 1-1 hampir saja menjadi hasil akhir pertandingan semifinal ini ketika didetik-detik terakhir Anthony Martial berhasil lolos dan dapat menaklukkan Joe Robles kiper Everton.

Kemenangan diujung waktu ini tentu saja disambut dengan penuh sukacita dari seluruh kru yang terlibat dalam pertandingan, namun tetap saja kekesalan Louis Van Gaal terhadap keputusan wasit menjadi penghias diakhir pertandingan, ditengah kegembiraannya masih saja dia sempat mengumpat cara wasit menangani pertandingan yang menurutnya kurang professional.

“Fantastis, semua orang dikubu Setan Merah pasti merasakan kegembiraan luarbiasa yang sama dengan kami, saya rasa semua setuju kalau saya katakan kami sepantasnya mendapatkan hadiah penalty dibabak kedua, wasit tidak bertindak netral dalam mengambil keputusan sangat disayangkan, jika semua berjalan sesuai peraturan saya yakin kalau goal lebih banyak akan kami dapat”  ucap meneer dari Belanda tersebut.

Stand by terlebih dahulu Pasukan The Red Devils siap menanti pemenang antara Crystal Palace yang akan berhadapan dengan Watford malam nanti 24 april 2016, partai final akan berlangsung pada tanggal 21 mei 2016 mendatang mengambil tempat di Wembley Stadium.

Louis Van Gaal atau Jose Mourinho pelatih MU selanjutnya

Old Trafford – Beredarnya issue kalau pihak Manchester United mulai gerah dan sedang melirik Jose Mourinho untuk menjadi pengganti posisinya, tak lantas membuat mantan pelatih timnas Belanda Louis Van Gaal berkemas untuk meninggalkan Old Trafford dimusim mendatang, dengan kepercayaan diri tinggi Van Gaal yang terancam tak mampu kejar target hadirkan Liga Champion untuk tim besutannya berbicara tentang rencananya dimusim mendatang untuk datangkan pemain top sebagai tambahan armadanya.

Dua rival sesama klub asal kota Manchester kini sedang bergandengan diposisi 4 dan 5 dalam klasemen sementara EPL pekan ke 32, Manchester United berada satu level dibawah Manchester City dengan selisih 4 point menyisakan satu laga pertandingan untuk dijalankan malam nanti, Louis Van Gaal akan mencoba untuk menambah perolehan point bagi pasukan Setan Merah dikandang Spurs di White Hart Lane.

Tertutup sudah harapan The Red Devils untuk finish musim kompetisi berada diurutan 3 besar dalam klasemen EPL dan lolos murni jalankan persaingan di ajang Liga Champions musim depan, satu harapan tersisa adalah mereka harus finish diposisi keempat untuk jalankan pertandingan playoff guna merebut tiket kepersaingan Liga Champions.

“Tak salah kalau mendatangkan pemain tenar akan menjadi lebih mudah jika klub memiliki tiket persaingan di Liga Champions, tapi saya yakin itu tidak berlaku untuk klub sebesar Manchester united, saya yakin banyak pemain akan tertarik jika mendapatkan kesempatan untuk bermain dan menjadi bagian dari Old Trafford” ujar Van Gaal.

Louis Van Gaal boleh berencana dengan persiapan datangkan pemain top untuk perencanaan jangka panjangnya bersama klub dimusim depan, akan tetapi rumor yang beredar tentang Jose Mourinho tetap saja bergulir seiring belum adanya kepastian terkait hasil akhir Manchester United finish diposisi keberapa, tentunya target yang dibebankan dipundak Van Gaal akan turut menjadi penilaian kepuasan pihak management terhadap kinerja pelatih berusia 64 tahun itu.

Semenjak didepak dari jabatannya sebagai pelatih di Stamford Bridge memang Jose Mourinho belum memutuskan untuk menerima tawaran dari klub manapun, dia masih menikmati hari-hari liburannya sambil menilai tim mana yang akan dijatuhkan pilihan baginya untuk dibina, gosip ketertarikan beberapa klub besar termasuk Manchester United untuk merekrutnya memang diakui Mourinho.

Tak terbatas kepada klub saja ketertarikan diakui Mourinho datang dari timnas Suriah yang sudah layangkan proposal kepadanya melalui sang agen Jorge Mendes, tapi Mourinho tanpa mengurangi rasa hormat sudah menolak dengan pasti kalau dirinya tidak inginkan pekerjaan tersebut, Mourinho tegaskan kalau dia lebih suka melatih klub ketimbang timnas saat ini.

“Banyak pekerjaan menanti, tapi saya tidak ingin semua berkembang tak menentu tentang pemberitaan dimana saya akan melatih musim depan, yang pasti saya memilih Liga Inggris karena faktor keluarga saya yang sudah beradaptasi disana dan yang paling utama saya suka gaya permainan di Liga Inggris, saya baru akan memastikan jika saatnya tiba nanti bukan sekarang disaat saya sedang menikmati liburan” tutur mantan pelatih Chelsea itu.

Terkait melatih di Old Trafford itu semua tergantung mekanisme dari management diakhir musim nanti, Mourinho tak berkomentar terlebih dirinya memiliki hubungan erat dengan pelatih yang memimpin saat ini Van Gaal, pernah berkerja bersama dibawah bendera Barcelona dimana Van Gaal selaku pelatih dan Mourinho saat itu menjadi assistennya.

“Dia sosok yang saya hormati, kami pernah bersama dan saya belajar banyak darinya, jadi tidak etis kalau saya dihubungkan dengan posisi meneruskan pekerjaannya, semua baru akan jelas ketika pergantian musim datang, saya tidakmengambil keputusan saat ini terkait pekerjaan, saya baru akan menentukan diawal bulan juni atau akhir bulan mei nanti” tambah pelatih asal Portugal itu.

 

 

 

 

 

Manchester United siap jaga peluang dikancah FA Cup

Pride Park – Turnamen Piala FA putaran keempat akan segera hadir akhir pekan ini (30 January 2016) dini hari, Wayne Rooney dkk akan bertamu kemarkas Derby County di Pride Park Stadium dan berusaha untuk bertahan diajang kompetisi tersisa ini dengan target membawa pulang kemenangan, Louis Van Gaal yang akhir-akhir ini dinilai banyak pengamat akan lengser dari kursi kepelatihan akibat kinerja buruk tim asuhannya tak bergeming dan tetap yakin kalau mereka mampu mencuri kemenangan di laga ini.

Penampilan kawanan Wayne Rooney mendapat kritikan tajam ketika mereka dinilai memperlihatkan penampilan monoton tanpa atraksi dan tontonan menarik sebagaimana laskar Setan Merah seharusnya tampil, tanpa goal-goal kemenangan konsisten dimana dalam data lima pertandingan terakhir di Premiership mereka hanya mampu tampilkan 2 kemenangan saja.

Media lokal pun sudah sering membahas pelatih-pelatih yang gencar dinyatakan akan menjadi pengganti yang sempurna untuk memimpin The Red Devils mengganti peran mantan pelatih timnas Belanda itu, namun pada kenyataannya Van Gaal masih terus duduk manis di singgasana nya dan masih menjadi juru bicara tim jelang laga berlangsung dalam gelar pers wajib dan resmi.

Bicara tentu gampang ketimbang praktek dilapangan dan itulah yang akan diuji dari sesumbar Van Gaal yang katakan kalau dirinya yakin kemenangan akan diperoleh pasukannya, kata penuh keyakinan ini sudah terlalu sering diucapkan Van Gaal jelang menjalankan sebuah pertandingan, lebih baik dia membuktikan kata-katanya untuk mengamankan tim asuhannya diajang FA Cup ini jika dia tidak harapkan [emecatan akan berlaku baginya apabila kekalahan yang akan didapat dari laga ini.

Sang Kapten kesebelasan juga striker andalan Van Gaal yang mulai ‘comeback’ dan produktif lagi akhir-akhir ini Wayne Rooney juga memiliki keyakinan untuk bersama rekan-rekannya memenangkan laga walau diakuinya kalau itu tidak akan didapat dengan gampang, menurutnya banyak kejutan akan terjadi diajang FA Cup dan tidak ada jaminan kemenangan mudah bahkan saat hadapi tim devisi dua bahkan tiga sekalipun.

“Tidak ada laga mudah di Liga Inggris, laga-laga yang terlihat mudah bisa berakhir dengan score yang tak terbayangkan, tentunya tim under dog akan senang hati ketika memiliki kesempatan untuk menguji tim papan atas di Premier League apalagi mereka berpeluang untuk tampil habis-habisan didepan pendukung fanatiknya mereka dan membuat kejutan,kami sudah mulai terbiasa dengan kondisi seperti ini” jelas mantan striker Everton ini.

Dipertandingan terakhir FA Cup putaran ketiga 10 january 2016 silam Ronney dkk berhasil perjuangkan kemenangan atas Sheffield United di Old Trafford Stadium dengan kemenangan tipis 1-0, kemenangan yang diperoleh dengan susah payah melalui titik putih penalty ketika pertandingan sudah masuki masa injury time, Wayne Rooney sebagai algojo berhasil hantarkan kemenangan untuk timnya.

 

Louis Van Gaal pastikan timnya akan kembali kepersaingan

Barclay’s – Louis Van Gaal sebelum jalankan laga ke Anfield Stadium terlebih dahulu melancarkan perang urat syaraf kepada lawan mereka, dikatakannya kalau Manchester United takkan berpuasa gelar dan prestasi seperti apa yang terjadi pada Liverpool, entah bermaksud apa dia membandingkan tim asuhannya dengan calon lawannya, yang jelas perang sudah dimulai dan penyelesaian akan dituangkan kelapangan pertandingan esok malam 17 january 2016.

Memang pada kenyataannya The Reds tidak lagi meraih trophy semenjak terakhir sekali mereka rasakan ketika menjadi raja Premiership ditahun 1989-90, hingga kini 26 tahun sudah berlalu dan klub asal Merseyside ini tidak lagi menampakkan prestasi apik dikancah kompetisi manapun, mereka lebih berkutit diposisi harapan juara saja tanpa hasilkan trophy.

Sementara Manchester United ketika masih dirawat oleh Sir Alex Ferguson berlimpah kemewahan trophy dan tak pernah absen dalam kompetisi Liga Champion, tak kurang Sir Fergie membawa The Red Devils 20 kali merajai kompetisi Premier League diera kepemimpinannya *1986-2013, masa transisi semenjak dia menyatakan diri pensiun dari karier kepelatihan Setan Merah bahkan sulit untuk tembus kepersaingan papan atas.

Gagal diera kepemimpinan David Moyes yang bahkan tak diberi kesempatan menyelesaikan musim pertamanya di Old Trafford pasca Sir Fergie berlalu kemudian Ryan Giggs menyelesaikan musim dan membawa Setan Merah finish diposisi ke 7, jelang pergantian musim pihak management Old Trafford memutuskan untuk mengontrak Louis Van Gaal, perbelanjaan yang terlihat membabibuta menghiasi masa transisi ini.

Dimusim pertama Van Gaal berhasil membawa sedikit perubahan dengan membawa tim asuhannya nangkring diurutan keempat ditabel klasemen usai musim, dimusim kedua sempat Van Gaal dan armadanya duduk dipuncak klasemen ketika dipekan ke 7, namun dipekan berikutnya mereka kembali turun tahta dan terus melorot naik turun diposisi lima besar hingga saat ini mereka bahkan terlempar dari persaingan lima besar.

Hasil inkonsistensi pertandingan menjadi penyebabnya, tidak pernah menjamah kemenangan dibeberapa pekan terakhir membuat posisi Manchester United ditabel klasemen sementara melorot keposisi keenam tentunya posisi kursi Van Gaalpun kian dipertaruhkan, dengan keadaan inilah Van Gaal katakan kalau dia pastikan Manchester United takkan berpuasa gelar sepanjang penderitaan Liverpool yang berumur 26 tahun itu.

“Klub ini sedang bertransisi dan saya kebetulan menjadi bagian dari perubahan ini, saya yakin The Red Devils tidak akan alami masa puasa gelar panjang seperti yang berlaku kepada Liverpool, Manchester United adalah klub dengan management sangat rapi dan memiliki misi jangka panjang yang diatur rapi, kami akan segera menyudahi puasa kemenangan untuk mulai mengejar target” ucap Van Gaal.

 

 

 

Steve Mc Claren berhasil menahan gempuran Setan Merah

St Jame’s Park – Louis Van Gaal benar-benar dalam permasalahan besar ketika belum juga mampu membawa kemenangan untuk klub asuhannya, di St Jame’s Park dini hari tadi pertandingan harus diakhiri dengan score sama kuat 3-3 padahal para laskar Setan Merah terlebih dahulu memimpin dengan 2 goal dari Wayne Rooney (pen 9’) Jesse Lingard (38’) yang kemudian dibalas Georginio Wijnaldum 3 menit jelang usai babak pertama.

Score 1-2 menutup babak pertama dan dibabak kedua ketika pertandingan berjalan sepanjang 67 menit Aleksandar Mitrovic menetralkan keadaan dengan goal melalui titik putih penalty, kembali kemudian Wayne Rooney mengembalikan kemenangan untuk Manchester United pada menit ke 79, sayangnya kemenangan harus kembali berlalu ketika Paul Dummett berhasil menyamakan kembali score dimenit injury time mendekati bubaran.

Steve Mc Claren tentunya merasakan kepuasan melihat hasil permainan anak-anak asuhnya yang bermain luarbiasa, mereka memperlihatkan perjuangan gigih mengejar ketertinggalan dan berbagi 1 point dengan tamu mereka pada akhirnya, mantan assisten pelatih Sir Fergie ini selain memuji permainan anak buahnya dia juga memuji permainan para laskar The Red Devils yang dinilainya juga bermain sangat fantastic.

“Saya tidak setuju dengan komentar dimedia akhir-akhir ini yang memojokkan permainan armada Louis Van Gaal yang dikata membosankan, tak benar itu semua ketika saya sendiri melihat dilapangan tadi, mereka bermain dengan penuh semangat untuk menang, gigih dan mereka terus memgancam gawang kami, saya melihat dua tim yang benar-benar inginkan kemenangan dilaga ini tak ada yang malas” ucap Mc Claren.

Usai laga Van Gaal juga akui kalau lawan mereka bermain dengan sangat bagus hari ini dan mampu memberikan perlawanan, hanya saja Van Gaal sayangkan dua peluang bagus dari perjuangan anak buahnya yang tidak berbuah goal, tercatat dua kesempatan emas dibabak kedua yang masing-masing dibuat oleh Jesse Lingard dari tendangan didepan gawang yang berakhir dengan bola lambung serta bola sundul Marouane Fellaini yang dapat ditepis Robert Elliot.

“Kalau saja keduanya menghasilkan goal saya rasa hasil pertandingan akan berbeda, saya hanya bisa menyimpulkan kalau kami tidak dilindungi dewi keberuntungan, jika saja dibabak kedua kami bisa mengunci kemenangan lebih awal setidaknya ada 6 goal bisa tercipta dan kami tidak harus kehilangan 2 point, tapi secara keseluruhan saya sangat puas dengan pertandingan hari ini” tutur Van Gaal.

Dari 12 laga terakhir yang dilalui Van Gaal dan pasukannya dalam semua ajang kompetisi yang diikuti hanya 2 kemenangan berhasil tercatat, posisi Manchester United pun semakin terpuruk dan kini harus keluar dari posisi persaingan 5 besar, mereka sementara menghuni posisi keenam dengan 34 point, West Ham United yang berhasil mencuri 3 point kemenangan dikandang Bournemouth berhasil menyalip posisi Manchester United dengan 35 point.

Michael Owen prihatin dengan Manchester United nya Van Gaal

Old Trafford – , Owen yang kini menjalankan kesehariannya sebagai komentator disalah satu stasiun televisi olahraga khususnya sepakbola di London memberikan komentar panjang terkait strategi permainan yang kini diterapkan oleh mantan pelatih timnas Belanda ini dan peluang Setan Merah ditangga klasemen EPL musim ini.

Yang menjadi tolak ukur adalah gairah yang dipertontonkan squad Setan Merah diera Louis Van Gaal musim ini, Owen menilai dan diperkuat dari pantauannya disetiap siaran langsung dimana dia duduk sebagai komentator untuk pertandingan tersebut, dia melihat squad Manchester United versi Van Gaal saat ini bermuatan pemain tipikal bertahan.

“Saya melihat dihampir setiap pertandingan langsung MU, ada empat pemain belakang terlihat jarang meninggalkan posisi untuk ikut naik membantu membangun serangan, begitu juga saya perhatikan ada dua pemain gelandang pasif diposisi mereka tidak memiliki inisiatif untuk naik membantu barisan depan, bersama kiper total ada 7 pemain yang pasif disetiap pertandingan” jelas Michael Owen.

“Tak heran dan tak perlu mencari penyebab lagi kenapa Setan Merah sekarang tidak seperti Setan Merah dahulu yang begitu haus goal, selalu ada gairah ketika dahulu menonton atraksi anak-anak Old Trafford, tapi sekarang semua gairah itu lenyap terganti kebosanan melihat pertunjukan penuh pertahanan yang dipertontonkan” lanjut Owen yang dulu pernah menjalankan masa keemasan kariernya bersama Liverpool dimusim 1996-2004.

Digambarkan dengan hanya ada 4 pemain yang berusaha menerobos pertahanan lawan adalah sebuah situasi yang hampir mustahil untuk menghasilkan goal-goal kemenangan bagi The Red Devils, saking pesimis Owen menyebutkan kalau dia yakin Louis Van Gaal bahkan untuk membawa tim besutannya finish diposisi keempat aja itu adalah sebuah pekerjaan yang sangat sulit.

Manchester United dibawah Van Gaal membuat catatan buruk bahkan tercatat adalah prestasi terburuk klub sepanjang 25 tahun terakhir dengan hasil 8 pertandingan beruntun tanpa kemenangan, raport buruk lainnya dimasa kepemimpinan Van Gaal adalah perolehan rata-rata 1,2 goal ditiap pertandingan semenjak musim kompetisi bergulir adalah hasil terburuk The Red Devils selama perjalanan klub.

“Jika formasi dan strategi keadaan tidak berubah saya rasa Louis Van Gaal akan sulit mempertahankan kursinya di Old Trafford hingga kefinish musim kompetisi, pemain tidak bergairah, hooligan tidak senang dan saya yakin Louis Van Gaal juga tidak berada dalam keadaan puas saat ini dengan penampilan tim Setan Merah” koment terakhir dari Michael Owen.

Dini hari nanti 13 january 2016 Van Gaal bersama squadnya akan menjalankan pertandingan tandang pekan ke 21 dengan menyambangi markas Newcastle United yang sedang terpuruk diposisi ke 18 dalam tabel klasemen sementara EPL saat ini, hitungan diatas kertas ini adalah kesempatan Van Gaal dan barisannya untuk kembalikan performa.