Lionel Messi loloskan Argentina ke Worldcup 2018 Russia

Worldcup – Lionel Messi pada akhirnya berhasil menjadi pahlawan kemenangan bagi tim Tanggo La Albiceleste untuk lolos kepanggung Worldcup 2018 di Russia, menyisakan satu pertandingan terakhir dibabak kualifikasi group Argentina masih berada diluar zona aman untuk dapat lolos kepesta rutin 5 tahunan paling bergengsi didunia sepakbola itu.

Tri goal dari maha bintang Barcelona ini sekaligus membawa Argentina lolos dengan finish diposisi ketiga group zona CANMEBOL  dibawah Brazil dan Uruguay, bertandang ke markas Equador dilaga penentuan terakhir dini hari tadi 11 oktober 2017, tiga goal dari Lionel Messi bersarang kegawang Equador yang dikawal oleh Maximo Banguera (11′, 18′, 62′) menjadi penentu melenggangnya Argentina ke Russia.

Hal sebaliknya Chilli sang juara bertahan CONMEBOL 2 musim berturut harus berganti posisi dengan Argentina dan tidak lolos kebabak putaran final, dilaga terakhir dini hari tadi 11 oktober 2017 Alexis Sanchez dkk tak berhasil mencuri point kala mereka bertandang keBrazil, 3 goal dari Paulinho (55′), Gabriel Jesus (57′, 90′) memembus pertahanan timnas Chilli dan merobek gawang Claudio Bravo.

Tentu saja Lionel Messi girang bukan kepalang ketika berhasil berjuang dan mempersembahkan yang terbaik untuk tanah airnya, tak bisa dibayangkannya jikalau tim Tanggo sampai gagal mengikuti turnamen yang paling dinanti kali ini, apalagi dilaga penting tadi tim tuan rumah sempat membuat geger dengan goal cepat dimenit kesatu dari Romario Ibara, mengaku sempat panik namun pada akhirnya Messi berhasil mengamankan posisi  Argentina 10 menit kemudian dan berbalik memenangkan pertandingan.

“Gila aja jika Argentina sampai harus keluar dari pesta persaingan Piala Dunia kali ini, kami tidak seharusnya berada dalam posisi diujung tanduk dibabak kualifikasi, adalah hal yang tidak wajar ketika kami harus melalui sebuah proses panjang yang mencemaskan, tim ini akan terus berkembang dan saya harap akan ada penyelesaian yang lebih baik di turnamen Russia nanti” kata Messi untuk ESPNFC.

Ini adalah statemen pertama dari jagoan Barcelona ini ketika dia menyatakan aksi mogok bicara semenjak bulan November 2016 silam, kemenangan dan lolos dari ujung jarum yang sempit membuat Messi menyudahi sumpahnya untuk diam, kebahagiaannya tak bisa disembunyikan dan Messi pun tak menolak ketika kuli tinta mewawancarainya usai pertandingan.

“Beruntunglah kami dapat menyelesaikan babak penyisihan ini dengan hasil yang memuaskan, dan kami kemudian mendapatkan tiket ke Russia untuk kembali mencoba keberuntungan di Worldcup 2018 kali ini, selama ini saya irit bicara karena tidak ingin terlalu membuat banyak statemen, kini kami sudah kembali kejalur dimana kami harus berada dan kami semua siap untuk itu” tambah Leo.

 

 

Inter Milan pernah mencoba untuk dapatkan Lionel Messi

Catalunya – Suatu ketika ditahun 2006 lalu Inter Milan pernah membuat proposal untuk meminang Lionel Messi dari Barcelona, tak tanggung disaat itu saja kubu I Nerazzurri berani membuka penawaran dengan bandrol fantastis € 150 juta yang mana jika diterima dan transaksi terjadi Lionel Messi akan memecah sejarah transfer sebagai pemain termahal didunia sejak masa itu.

Joan Laporta ex presiden Barcelona untuk periode 2003-10 membeberkan apa yang terjadi kala itu, ketika mesin goal asal Argentina yang telah turut serta menyumbang 8 trophy La Liga, 4 trophy Liga Champions diluar trophy-trophy lain yang banyak disabet untuk Barcelona ini sempat diambang pintu keluar Blaugrana, pemilik 5 piala Ballon d’Or yang namanya sudah menjadi icon kesuksesan klub asal Catalunya ini akan genap berusia 30 tahun pekan depan.

“Inter sangat berani membuka harga untuk Messi dengan € 150 juta yang tentunya sebuah angka yang luar biasa ketika itu, namun karena kami tidak berniat untuk melepas Messi kami menaikkan harga penawaran menjadi € 250 juta, sebuah nominal yang kami yakin takkan mungkin disepakati oleh kubu Inter” ujar mantan penguasa Barcelona Joan Laporta.

Hubungan baik antara Joan Laporta dengan Jorge ayahanda Lionel Messi membuat sang president tak risau kalau Messi akan tergiur dan pindah dermaga,”Saya sampaikan kepada Jorge kalau masa depan anaknya akan sangat cemerlang, kami sangat yakin akan itu oleh karenanya kami tidak ingin melepas Messi dan memasang banderol diluar nalar, Leo sudah ditakdirkan menjadi satu dari sekian pemain terhebat dunia yang akan tercatat dalam sejarah” lanjut Laporta.

Mantan Boss Barcelona yang lahir di Barcelona pada tanggal 29 juni 1962 silam ini menggambarkan kekuatan dan gaya permainan Lionel Messi sebagai perpaduan dari dua pemain legendaris dunia yakni Diego Maradona dan Johan Cruyff, namanya kini bukan saja harum di pentas persaingan Spanyol akan tetapi sudah mendunia pujinya.

“Saya sangat kagum dengan Johan Cruyff dan juga Diego Maradona, dan saya yakin semua pecinta dan penggemar sepakbola pasti tak asing dengan kedua nama besar ini, namun apa yang diperlihatkan Leo diatas lapangan hijau saya pribadi menilai adalah perpaduan dari keindahan dan ketajaman luarbiasa yang dimiliki Johan dan Maradona, dia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki kedua pemain legenda tersebut” imbuhnya.

Sampai sekarang nama Lionel Messi tetap mendunia walau kini usianya tidak lagi muda, persaingan ketat antara dirinya dengan Cristiano Ronaldo tampaknya tidak akan pernah berhenti selama keduanya masih bergelut di kompetisi La Liga, saling kejar mengejar prestasi dan catatan gemilang terus mewarnai perjalanan keduanya disetiap musim kompetisi.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah dua dari sekian pemain terbaik dunia yang tak kan pernah terlupakan, walau tidak selalu berada dalam perform terbaik disetiap musim kompetisi, dimana pasang surut selalu menghiasi perjalanan keduanya namun pada akhirnya kedua nama ini akan terukir abadi dalam sejarah didunia pentas sepakbola.

 

Barcelona dalam kondisi sulit tak bisa mainkan Messi

Granada – Walau bermain tanpa beberapa pemain pilar Blaugrana mampu meraih kemenangan telak kala bertandang kemarkas Granada, pertandingan yang berlangsung di Stadium Los Carmenes 3 april 2017 dini hari tadi berakhir dengan score kemenangan telak 1-4 untuk Barcelona, tanpa Lionel Messi yang masih harus menjalankan masa hukuman larangan bermain kemudian Gerard Pique yang diistirahatkan pasukan Luis Enrique sedikit kesulitan pada awal pertandingan.

Hingga menyisakan 1 menit jelang masa turun minum dibabak pertama baru Luis Suarez dapat memecah kebuntuan dengan goal darinya, kemudian dibabak kedua satu goal penyeimbang dicetak oleh Jeremie Boga ketika pertandingan baru berjalan 5 menit, dan pasukan Azulgrana baru mulai kembali bangkit dimenit ke 64 ketika Paco Alcacer kembali membawa  Barcelona memimpin.

Delapan menit menjelang pertandingan usai kubu tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain ketika Uche Henry Agbo terpaksa harus meninggalkan lapangan akibat sanksi dua kali kartu kuning, memanfaatkan keadaan disisa waktu pertandingan dua goal kembali hadir masing-masing oleh Ivan Rakitic di menit 83’ dan Neymar 7 menit setelahnya.

Membawa pulang 3 point dari Los Carmenes Luis Enrique tetap menjaga asa dan persaingan dengan Real Madrid yang dipekan bersamaan juga memenangkan laga atas Alaves 3-0 di Santiago Bernabeu Stadium, menyisakan satu laga pertandingan tunda Los Galacticos terus memimpin klasemen sementara La Liga dengan 68 point meninggalkan Barcelona diposisi runner-up berselisih 2 angka.

“Usai laga International selalu pertandingan akan berjalan sedikit sulit, banyak pemain yang tidak siap untuk menjalankan pertandingan akibat kelelahan fisik, ditambah kami harus kehilangan tenaga Lionel Messi, adalah sulit mencari formasi yang tepat untuk mengisi sementara posisi Leo, ini adalah keadaan sulit ketika kami sedang menghadapi pertandingan-pertandingan penting diakhir musim” jelas Enrique.

Pelatih Barca ini pun lantas mengaku puas dengan hasil pertandingan ketika dia sempat was-was melihat kebuntuan perjuangan anak-anak asuhnya, sedikit terlihat dalam kesulitan diawal pertandingan hingga kemudian goal didapat Luis Suarez diakhir babak pertama, keadaan kembali terasa berat ketika kubu lawan berhasil mengimbangi, namun semua menjadi lancar ketika mereka diuntungkan dengan kartu merah yang diberikan kepada Uche Agbo.

Pertengahan pekan nanti 5 april 2017 kembali La Liga akan bergulir, Barcelona kembali ditantang sebuah pertandingan berat ketika mereka terjadwal akan meladeni kunjungan dari Sevilla, sementara Real Madrid musuh bebuyutan mereka diuntungkan dengan pertandingan yang terbilang mudah, pasukan Zidane ini akan bertamu kekandang Leganes yang saat ini menghuni posisi ke 17 dalam tangga klasemen La Liga.

 

 

 

Lionel Messi momok bagi Unai Emery

Les Parisiens – Bermain dikandang sendiri di Stadium Parc de Princes dini hari nanti 15 february 2017 sepertinya banyak persiapan dilakukan Unai Enmery, sebagai mantan pelatih Sevilla tentunya dirinya sangat paham dan mengenal gaya permainan bakal calon lawan mereka Blaugrana, untuk membungkam trio MSN adalah pekerjaan rumah terberat bagi pria 45 tahun yang pernah mempersembahkan 3 Piala Liga Eropa berturut selama memimpin Sevilla sebelumnya.

Selama menjadi pelatih klub Unai Emery tercatat sudah 23 kali memimpin timnya berhadapan dengan Barcelona, dari catatan tersebut dia hanya pernah sukses menang 1 kali dengan 16 kali kekalahan dan 4 kali hasil bertanding imbang, dan catatan tambahan ketika pelatih kelahiran Hondarribia Spanyol memenangkan timnya atas Barcelona adalah ketika Lionel Messi berhalangan tampil untuk Los Cules.

Tentu saja dari catatan diatas dapat disimpulkan kalau nama Lionel Messi adalah momok tersendiri bagi Unai Emery, melakoni 21 pertandingan menghadapi tim yang dipimpin Emery baik ketika memimpin Almeria, Valencia, Spartak Moscow tercatat La Pulga berhasil membobol gawang tim asuhan Emery dengan 25 goal.

Menghadapi laga dini hari nanti pelatih asal Spanyol ini mengaku tidak akan menyiapkan strategi khusus untuk ‘mengikat’ Lionel Messi, masih banyak cara dan ide dalam benaknya untuk memimpin tim asuhannya memenangkan laga atas klub asal Catalan itu.

“Tidak, saya tidak akan membuat pengawalan khusus untuk Messi, masih banyak cara bisa saya mainkan dilaga nanti, saya masih bisa memainkan pola menjemput bola dan memainkan individual skill dari armada yang saya miliki saat ini, mereka cukup tangguh untuk diadu dengan kekuatan pasukan Luis Enrique” tegas Unai Emery.

Namun senang atau tidak nama Messi tetap akan menjadi pengganggu konsentrasi Unai Emery belum lagi bicara Neymar dan Luis Suarez yang semakin tajam mengancam gawang lawan belakangan ini, menghentikan gerakan trio MSN hampir mustahil dapat dilakukan sang pelatih PSG, membatasi ruang gerak adalah solusi yang bisa diterapkan Emery dilaga nanti.

Sial saja hasil undian kembali pertemukan PSG dengan Barcelona dibabak 16 besar, Les Parisien sudah didua musim berturut tersandung langkah dari pasukan Luis Enrique, mereka harus menelan kekalahan pahit didua pertandingan fase knockout Liga Champions, dalam laga dini hari nanti masih Barcelona jadi unggulan untuk memenangkan pertandingan tapi bukan berarti PSG tak berpeluang menang.

“Ya mereka adalah favorit dan mereka itu salah satu tim predikat terbaik berkelas dunia, tapi mereka juga sering dikalahkan bahkan oleh klub papan bawah dan itu membuktikan kalau kami berpeluang merebut kemenangan dari mereka’ ucap Emery.

Kembali dalam laga ini akan bertemu dua teman karib asal Uruguay yakni Luis Suarez dengan Edison Cavani, keduanya akan berduel untuk memenangkan tim mereka masing-masing dan membuktikan siapa diantara keduanya lebih tajam sebagai bomber, keduanya tercatat sebagai top scorer diklub mereka masing-masing Cavani dengan 25 goal dan Suarez dengan 18 goal.

Dari catatan 3 laga kunjungan Barcelona ke Parc de Princes terdata kalau mereka memenangkan untuk 1 kali kemudian kalah 1 kali dan berimbang 1 kali, tak memandang laga ini enteng Ivan Rakitic gelandang Blaugrana sebut kalau keseluruhan armada Los Cules sudah bersiap untuk memadukan kekuatan memenangkan pertandingan kali ini.

“Kami sangat antusias untuk memenangkan laga nanti, kami semua sedang berada dalam kurfa terbaik dan konsisten disetiap pertandingan terakhir, dan kami optimis akan memenangkan pertandingan dengan tampil all out dikandang PSG nanti, kemenangan dikandang akan sangat berarti dilaga balik kandang nanti” lugas Rakitic.

 

 

6 goal antarkan Barcelona memimpin sementara La Liga

Mendizzoroza – Pesta 6 goal kegawang Alaves dalam lanjutan kompetisi di La Liga tadi malam membuat Barcelona menyalip Real Madrid untuk sementara, babak pertama ditutup dengan keunggulan 2 goal yang dicetak masing-masing oleh Luis Suarez dimenit ke 37 dan Neymar dimenit ke 40, kemudian 4 goal lainnya yang terjadi dibabak kedua dicetak oleh Lionel Messi dimenit ke 59, dilanjut goal bunuh diri dari Alexis dimenit ke 63 kemudian Ivan Rakitic dan Luis Suarez menambah keunggulan di menit ke 65 dan 67.

Menanti hasil pertandingan Real Madrid yang akan bertandang kemarkas Osasuna dini hari nanti Blaugrana untuk sementara menduduki puncak klasemen dengan 48 point unggul 2 point dari Los Galacticos.

Menyeberang ke Stadium de Mendizorroza pasukan Luis Enrique yang dipimpin oleh Lionel Messi mendominasi jalannya pertandingan dengan perbandingan persentase 70:30, tercatat ada 15 kali upaya membidik gawang dilakukan anak-anak didik Luis Enrique dengan 9 tembakan tepat sasar dan 6 darinya membuahkan hasil goal.

Alaves yang tak berkutik dalam pertandingan ini tercatat membuat 7 percobaan tembakan yang membahayakan dengan 4 darinya on target, catatan yang tak berimbang dari kedua tim yang kebetulan akan saling bertemu kembali dibabak final Copa del Rey bulan mei mendatang.

Ada beberapa catatan record turut tercipta usai pertandingan ini, Neymar dengan goal ke 95 yang diciptakannya dimenit ke 40 dalam laga ini menggeser record Ronaldinho yang memiliki catatan 94 goal selama berseragam Los Cules, lantas Luis Suarez dengan 2 goal dimenit ke 37 dan 67 juga berhasil menyamai record yang pernah diukir sang pelatih Luis Enrique dengan total 109 goal ketika bermain untuk Barcelona dulu.

Sepanjang 22 pekan pertandingan berlalu nama Luis Suarez tercatat sebagai sosok paling tajam dikompetisi La Liga dengan koleksi 18 goal satu goal lebih banyak dari rekannya Lionel Messi, sayangnya dalam pertandingan ini Barcelona harus kehilangan Aleix Vidal winger bek kanan yang terpaksa harus meninggalkan lapangan pertandingan karena cedera.

Tampaknya Aleix Vidal harus istirahat cukup lama akibat cedera dibagian engkel Kanan yang cukup parah, walau belum dipastikan seberapa parah cedera yang dialaminya namun melihat gelagat dilapangan dimana ketika kejadian dirinya sempat ditandu keluar lapangan pertandingan, sepertinya cukup serius permasalahan yang dihadapi bek 27  tahun ini.

“Saya belum mendapat kabar lebih lanjut dari tim medis, semoga saja cederanya tidak terlalu serius dan tidak akan menyita waktu lama penyembuhan, saya ikut merasa menyesal atas kejadian ini dan berharap semuanya cepat kembali membaik” ucap Luis Enrique usai pertandingan.

 

 

Luis Enrique kecewa ketika hasil tidak maksimal

El Madrigal – Barcelona mulai menjauh dari puncak klasemen ketika mereka tak mampu membawa pulang 3 point penuh dari kandang Villarreal dini hari tadi, bertempat di Stadium El Madrigal pasukan Luis Enrique memimpin dalam hal dominasi namun mereka harus tertinggal terlebih dahulu melalui goal dari Nicol Sansone dimenit ke 50, baru kemudian dimenit jelang bubaran Lionel Messi tampil sebagai pahlawan menyelamatkan Blaugrana dari kekalahan.

Tambahan 1 point dari hasil pertandingan imbang membuat klub asal Catalunya ini terpaksa untuk sementara mendekam diposisi ketiga dengan jumlah perolehan 35 point tertinggal 5 point dari Real Madrid yang masih menyimpan 1 kali pertandingan ekstra, sementara Sevilla (36 point) beranjak naik menyalip ketika mereka sukses menambah point kemenangan dari kandang Real Sociedad dipekan bersamaan.

Ini adalah hasil pertandingan imbang keempat dalam 6 laga terakhir Barcelona di ajang La Liga, ada sesuatu yang berbeda dari sang juara bertahan yang bermain tidak seperti biasanya, jarak persaingan dengan Real Madrid pun semakin terbentang lebar, sementara Lionel Messi dkk melemah hal sebaliknya berlaku bagi Ronaldo dkk yang sedang merajut prestasi 39 pertandingan tak terkalahkan.

Tim yang bermarkas di Camp Nou ini harus segera bangkit dan perbaiki permainan jika tidak ingin habiskan musim tanpa prestasi, perjalanan masih panjang itu kata Luis Suarez yang menyadari kalau dia harus melakukan ‘sesuatu’ bersama Messi dan Neymar, trio MSN harus kembali ‘mempercantik diri’ dengan goal-goal dipertandingan mendatang dan itu tak bisa ditawar lagi.

“Akhir-akhir ini kami banyak membuang point, saya sendiri menilai kalau kami tidak bermain buruk, kami banyak melahirkan kesempatan dengan bola-bola berbahaya kegawang lawan, hanya saja penyelesaian akhir yang tidak akurat dan kami harus memperbaiki ini semua, masih ada 21 laga pertandingan sisa yang harus kami menangkan di La Liga” ucap mesin goal asal Uruguay itu.

Gagal lagi raih kemenangan membuat Luis Enrique kecewa untuk kesekian kalinya, walau menguasai bola dan juga lapangan pertandingan dimana tercatat mereka mendominasi dengan perbandingan 70:30 namun pasukannya tak mampu menebus tembok pertahanan Villarreal, 17 tembakan dihasilkan dengan 10 darinya tepat sasar mereka harus takluk dari Villarreal yang hanya lahirkan 5 bola berbahaya dengan 4 darinya yang on target.

“Sepakbola memang susah diprediksi bukan? Jika melihat dari statistic pertandingan jelas kami berada diatas tapi hasil yang berbicara berbeda, dengan permainan yang dipertontonkan dimana kami menguasai lapangan saya rasa tidak ada kata yang bisa saya sampaikan lagi untuk para pemain saya, mereka sudah berkerja keras hanya keberuntungan belum berpihak jadi kami harus bersabar untuk pertandingan mendatang” ucap Enrique.

Gonzalo Higuain memuji rekan senegaranya Paulo Dybala

Turin – Sebagai salah satu striker terbaik pria asal Argentina Paulo Dybala diakui memiliki naluri mencetak goal menyerupai seniornya Lionel Messi, adalah rekan satu negara Gonzalo Higuain yang juga merupakan satu dari sekian striker asal Argentina yang bernaung dibawah bendera Juventus, baru gabung ke Turin musim ini Gonzalo Higuain melihat sesuatu yang sangat special dalam diri Paulo Dybala.

Memang belum pernah Gonzalo Higuain bermain satu klub dengan Lionel Messi kecuali ketika bersama membela kepentingan negara dalam kesatuan squad timnas Argentina, sejak bergabung musim ini dan bermain bersama Paulo Dybala mantan striker Napoli yang saat ini sudah berusia 29 tahun itu merasakan adanya kesamaan gaya permainan Dybala dengan Messi.

“Saya merasakan kemiripan dari gaya permainan keduanya, kalau Lionel Messi sudah memperlihatkan kepada dunia dengan raihan penghargaan pemain terbaik dunia untuk 5 kali dan hingga kini terus memperlihatkan bagian terbaik darinya, sedang dalam diri Dybala saya melihat karakter permainan yang tak jauh berbeda ketika dia mengincar goal didepan gawang, dia masih belia saat ini dan saya melihat potensi luar biasa dalam dirinya” Jelas Gonzalo Higuain.

Higuain menilai jika saja Paulo Dybala dapat mengontrol emosi dan memupuk mentalnya dalam menjalankan setiap pertandingan, niscaya dia yakin kalau suatu hari nanti Dybala akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia layaknya La Pulga, setiap kritikan ataupun pujian yang datang kepadanya harus bisa disimak dengan santai, dia harus mendengarkan kritikan dan harus bisa membumi ketika mendapatkan pujian.

“Adalah penting bagi seseorang pemain untuk dapat menjaga keseimbangan ketika menghadapi dua hal yang sering muncul disetiap pertandingan, kritikan dan pujian itu dua hal yang selalu akan menguji setiap saat, bijaksana dalam menghadapi kedua hal tersebut akan sangat membantu kemajuan diri kita, saya yakin kalau Paulo Dybala dapat memahami ini dia akan menjadi seorang pemain hebat, saat ini dia baru berusia 23 tahun dan dia masih memiliki jalan perjuangan yang panjang” imbuh Higuain.

Bersinarnya perjalanan karier Dybala semenjak masih memperkuat Palermo mencuri perhatian dari divisi pencari bakat Bianconeri, dia didatangkan ke Turin musim silam (2015), tak diragukan dirinya langsung memperlihatkan kemampuannya dan turut mempersembahkan 3 trophy diawal perjalanannya untuk The Old Ladys (Scudetto 2015-16 – Coppa Italia – Piala Super Italia).

Dimusim ini Paulo Dybala kembali sudah tercatat menghasilkan 3 goal dengan 2 assist dan antarkan Juventus nangkring diposisi puncak klasemen sementara Serie A dengan total 42 point hingga pekan pertandingan ke 17 berlalu, As Roma saat ini berada diposisi runner-up dengan hasil 38 point setelah memenangkan pertandingan atas Chievo dipekan kompetisi ke 18 pada tanggal 23 december 2016 lalu.

Pep Guardiola menyangkal dirinya pernah membujuk Messi

Pep Guardiola – Laga panas dini hari nanti dalam jadwal lanjutan putaran ketiga kualifikasi group Liga Champions akan berlangsung di Camp Nou Stadium, Pep Guardiola akan memimpin pasukannya untuk mengadu kekuatan dengan mantan klub yang pernah dibelanya ketika diera *1990-2001 saat dia masih meniti karier sebagai pemain, kemudian dia juga pernah dipercaya untuk mengelola Barcelona ketika dimusim 2007-12.

Semenjak tersiar berita dirinya akan melatih di Etihad Stadium mulai musim ini mengganti peran Manuel Pellegrini turut beredar kabar kalau dirinya berniat meminang Lionel Messi untuk dibawa serta berkelana di Premier League, Messi yang semenjak masa junior sudah menjadi bagian dari akademi klub asal Catalan itu tak pernah berpaling kelain hati, tentunya akan seru apabila hal tersebut benar adanya dan Messi akan terlihat lebih banyak beraksi di Premier League.

Sebagai sebuah klub raksasa dengan financial yang tentunya sangat baik bukanlah hal yang mustahil apabila mereka berniat untuk memboyong Lionel Messi ke Etihad Stadium dan meramaikan Liga Utama di Britanian Raya, namun Pep Guardiola menyangkal berita Hoax tersebut dan dirinya kemudian memberikan klarifikasi.

“Sebagai mantan pemain Barcelona saya memahami dan menghargai keputusan Lionel Messi apabila dia berkeinginan untuk menghabiskan masa kariernya di Camp Nou, jika ada yang memberitakan kalau saya menghubungi Messi untuk mengajaknya itu tidaklah benar, dia adalah pemain terbaik dan dia sudah berada ditempat yang cocok dengannya saat ini” ucap mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.

Namun Pep Guardiola menambahkan jikalau Messi suatu hari nanti berkeinginan untuk bermain diluar Barcelona dirinya adalah orang pertama yang akan merekrutnya tak perduli dimanapun dia melatih ketika itu, tentunya bukan sebuah hal mudah untuk menebus Messi ketika harga transfer dan gaji menjadi issue paling utama.

Saat ini upah kerja yang diterima Lionel Messi setiap minggu adalah sebesar € 400 ribu usai potong pajak belum lagi harga transfer yang pasti akan memecah rekor yang saat ini sedang dipegang Paul Pogba sebagai pemain termahal dunia, sepertinya tidak akan banyak klub yang mampu untuk menebusnya walau diyakini tak sedikit klub yang inginkan tenaganya.

Tampaknya Lionel Messi juga tidak berniat untuk pergi dari Catalan ketika dia pernah berujar kalau akan menghabiskan masa kariernya di Camp Nou, dan menikmati hari tuanya kembali kekampung halaman di Argentina dan mungkin akan bergabung dengan klub dimana dia memulai kariernya yakni Newell’s Old Boys jelang masa pensiunnya nanti.

 

Gerard Pique tentang masa emas Barcelona dan Lionel Messi

Catalan – Bicara sebuah kekuatan sebesar Barcelona saat ini bukan saja bicara tentang Lionel Messi semata, Barcelona adalah sebuah paket kekuatan yang didalamnya berisi pemain-pemain terbaik disegala lini yang ada didunia sepakbola pada umumnya, disana ada Carles Puyol, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Neymar, Luis Suarez dan banyak lagi nama-nama besar lainnya.

Namun bek gaek kelahiran kota Barcelona Gerard Pique tetap memuji satu sosok yang selama ini dikatakan sebagai nyawanya klub asal Catalan itu, dia tidak dapat membayangkan jika suatu hari nanti Barcelona akan bermain tanpa nama Messi dalam daftar pemainnya, dia yakin tidak akan ada pemain lain diabad ini yang dapat dijadikan ‘kembaran’ Messi, mustahil menemukan pemain yang memiliki talenta sekelas La Pulga.

“Dia adalah ‘one of the kind’ yang takkan tergantikan diabad ini, saya tak bisa membayangkan jika klub ini tanpa dia, memang semua tidak akan abadi dan kami sangat sadar sepenuhnya kalau hari perpisahan dengan Messi suatu saat akan tiba cepat ataupun lambat, saya bayangkan kalau hari itu seperti ketika kita ditinggal ayah untuk selamanya pasti akan sangat sulit untuk dilalui” ungkap bek 29 tahun itu.

Gambaran Pique ini memang tidak terlalu berlebihan dan nyata adanya, apalagi belakangan santer terdengar kalau Lionel Messi inginkan adanya klausal tambahan dalam perjanjian kontrak barunya untuk dirinya dapat kembali ke mantan klubnya Newell’s Old Boys di Argentina, tampaknya Leo ingin mengakhiri kariernya diklub tempat dia memulai karier gemilangnya didunia sepakbola.

Adalah sulit membayangkan kalau Leo sebagai lambangnya Blaugrana bermain dengan jersey klub lain, adalah sama sulitnya juga dengan membayangkan kalau suatu hari nanti Lionel Messi tak lagi ‘menari’ diatas rumput-rumput lapangan hijau sepakbola.

Selama berbaju ‘Merah Biru’ semenjak tahun 2004 Leo ikut berperan dalam tim sukses Barcelona meraih 12 trophy penghargaan, 8 trophy La Liga dengan 4 trophy Liga Champion adalah bukti sukses besar Lionel Messi membela klub Barcelona, namun sekali lagi ini bukanlah hasil kerja striker asal Argentina ini seorang, ini semua berkat hasil kerja tim paket pemain yang kini menjadi generasi emas La Masia.

“Saat ini kami masih bisa memperbincangkan tentang masa keemasan Barcelona ketika kami semua masih bersama, hari esok siapa yang akan tau dan kapan Lionel Messi atau beberapa diantara kami yang saat ini sangat solid berlalu, semua hanya masalah waktu dan siapapun yang tersisa di Camp Nou nanti haruslah siap untuk mempertahankan kegemilangan masa emas sebagaimana yang kami raih saat ini” tutup Pique.

 

 

Tanpa Lionel Messi Argentina tak berdaya

Cordoba – Peran La Pulga masihlah yang paling vital didalam barisan tim Tanggo, tanpa Leo Argentina seperti bermain tanpa arah dan tanpa irama pasti, dini hari tadi 12 oktober 2016 bermain di Estadio Mario Kempes Argentina harus menelan kekalahan dari tamu mereka Paraguay dengan score tipis 0-1.

Lanjutan babak kualifikasi zona CONMEBOL (Amerika Selatan) menuju kepesta Piala Dunia 2018 di Russia pekan ini adalah yang ke 10 kalinya, masih ada 8 pertandingan penentuan yang akan memastikan setiap timnas untuk mendapatkan tiket menuju ke putaran final World Cup 2018 mendatang, sejauh perjalanan Albiceleste baru mencatat 4 kemenangan dengan 4 hasil imbang dan 2 kekalahan.

Berada diposisi kelima tim Tanggo baru mengantongi 16 point, duduk diposisi puncak Brazil dengan 21 point, kemudian Uruguay menempati posisi kedua dengan hasil 20 point, Equador diurutan ketiga mengumpulkan 17 point dan Colombia diposisi keempat dengan total perolehan 17 point yang sama.

Akibat masih terbalut cedera otot kaki yang didapat ketika dipertandingan hadapi Atletico Madrid bersama Barcelona beberpa waktu silam, Lionel Messi tertahan dan tak dapat menyumbangkan tenaganya membela negara tercinta, semakin jelas terlihat Argentina tanpa sang maha bintang pemilik 5 piagam Ballon d’Or bagai sayur tanpa bumbu tawar dan hambar.

Menguasai hampir 70 persen jalannya pertandingan 18 upaya menjebol gawang Paraguay tercipta dengan 5 darinya tepat menghantam sasaran gawang, sedangkan dikubu lawan hanya membuat 9 bola berbahaya dengan 3 yang mengarah kegawang dan 1 darinya berhasil membobol gawang yang dikawal Sergio Romero.

Derlis Gonzalez yang pas berada didepan gawang berhasil memperdaya dan mengungguli gerakan Sergio Romero ketika menerima umpan dari Angel Romero yang juga berhasil melewati pengawalan Javier Mascherano, usai goal semata wayang tersebut tak ada lagi goal terjadi walau Argentina meningkatkan tekanan demi tekanan untuk membalas ketertinggalan.

Dibabak kedua ketika baru 1 menit pertandingan berlalu anak-anak asuh Edgardo Bauza mendapat kesempatan mencetak goal balasan, wasit pemimpin pertandingan menunjuk titik putih penalty ketika Paulo Cesar tertangkap melakukan Handball didalam kotak penalty, sayang sekali Sergio Aguero yang ditunjuk untuk melakukan penyelesaian tidak mampu menjebol gawang yang dijaga JustoVillar.

Upaya terus dilakukan namun terlihat tanpa Leo permainan menjadi  tidak terarah walau Argentina berada diatas angin, dimenit ke 58 Edgardo Bauza memasukkan Paulo Dybala masuk mengganti Nicolas Gaitan dengan harapan menambah daya gedor, namun lini belakang Paraguay berkerja dengan sangat solid dan menyapu bersih setiap serangan bola yang datang.

Setengah jam menjelang pertandingan berakhir Argentina terus menekan dengan serangan-serangan total, banyak bola berbahaya tercipta dari Dybala, Gabriel Mercado, Sergio Aguero bergantian mengancam gawang Villar, namun semua usaha tak berbuah hasil hingga pertandingan berakhir.