Prediksi Liga Champions antara Manchester City vs Napoli

Lanjutan kompetisi Eropa Liga Champions memasuki pekan ke-3 tanggal 18 Oktober 2017 akan menggelar pertandingan group F dimana akan mempertemukan dua klub raksasa asal Inggris yaitu Manchester City  melawan klub raksasa asal Itali Napoli yang akan digelar dimarkas besar Manchester City yaitu Etihad Stadium pukul 01:45 WIB. Manchester City yang kini menduduki peringkat puncak klasemen group F akan menjalani laga yang berat dimana akan menjamu klub Napoli tentunya akan menjadi duel yang ketat untuk Manchester City meraih poin penuh dipekan ini. Napoli yang kini menduduki peringkat kedua pada klasemen group F dipekan ini akan bertandang ke markas Manchester City tentunya akan menjadi tantangan yang berat bagi Napoli untuk bisa meraih poin penuh dimana saat ini Manchester City tentunya juga ingin mempertahankan posisinya dipuncak klasemen group F.

Manchester City akan kembali menjalani kompetisi Liga Champions dipekan ini dimana akan menjamu klub raksasa asal Itali yaitu Napoli tentunya akan menjadi hambatan yang besar bagi The Citizens untuk bisa meraih poin penuh dipekan ini dimana saat ini Manchester City menguasai puncak klasemen tentunya akan berambisi untuk bisa mempertahankan posisinya. Saat ini Manchester City sedang dalam kondisi yang sangat prima tentunya akan berambisi untuk bisa meraih poin penuh, oleh karena itu pelatih Josep Guardiola mengatakan bahwa dirinya akan berusaha untuk mempersiapkan kembali  kondisi fisik dan juga mental dari anak asuhnya agar bisa menampilkan performa terbaik mereka saat menghadapi Napoli demi dapat meraih poin penuh untuk bisa mempertahankan posisinya dipuncak klasemen group F.

Dari kubu klub Napoli dipekan ini akan menjalani laga Liga Champions bertandang ke markas Manchester City tentunya akan menjadi jalan yang berat bagi Napoli untuk bisa meraih poin penuh di Etihad Stadium. Pada laga sebelumnya Napoli sukses meraih poin penuh saat menjamu klub Feyenoord dengan skor akhir 3-1 membuat Napoli kini menduduki peringkat kedua pada klasemen group F. Pelatih Maurizio Sarri mengatakan tentunya tidak mudah untuk bisa meraih poin penuh dari The Citizens, oleh karena itu dirinya akan berusaha untuk lebih ekstra lagi untuk mempersiapkan kondisi fisik dan juga mental dari anak asuhnya agar bisa menampilkan performa terbaik mereka saat menghadapi Manchester City demi dapat meraih poin penuh dipekan ini.

Prediksi Starting Line up Manchester City :

(GK) Ederson Moraes, Kyle Walker, John Stones, Nicolas Otamendi, Fabian Delph, Kevin de Bruyne, Fernandinho, David Silva, Raheem Sterling, Gabriel Jesus, Leroy Sane.

Prediksi Starting Line up Napoli :

(GK) Pepe Reina, Faouzi Ghoulam, Kalidou Koulibaly, Raul Albiol, Elseid Hysaj, Marek Hamsik, Jorginho, Allan, Lorenzo Insigne, Dries Mertens, Jose Maria Callejon.

 

Head to Head Manchester City vs Napoli :

22-11-2011 Napoli 2-1 Manchester City

14-09-2011 Manchester City 1-1 Napoli

 

Prediksi pertandingan Liga Champions dipekan ini antara klub Manchester City melawan klub Napoli akan berlangsung dengan ketat dimana kedua tim sama-sama berambisi untuk bisa meraih poin penuh. Namun nampaknya Napoli harus mengakui kehebatan Manchester City dengan skor akhir 3-2.

 

(R)™

Napoli sudah bosan gagal raih trophy disetiap musim

Neples – Semenjak musim kompetisi 2010-11 hingga kini Napoli tak pernah finish kompetisi berada diluar posisi 5 besar Serie A, itu pertanda kalau klub yang pernah besar namanya bersama Diego Maradona ini sudah mulai kembali memperlihatkan taring mereka, mereka hanya dua kali tercatat finish berada diposisi 3 besar yakni dimusim 2011-12 dan 2014-15, merekapun kini menjadi klub yang disegani di ajang Serie A walau pamor mereka masih belum bisa mengalahkan Juventus, Ac, Inter dipapan atas.

Beberapa pelatih berkelas dunia seperti Walter Mazzarri, Rafael Benitez sudah gonta ganti memberikan suntikan filosopi sepakbola yang mempengaruhi peta kekuatan squad yang kini dipimpin oleh Maurizio Sarri itu, Napoli pun kian garang dan solid dalam tampilan mereka disetiap pentas lomba yang mereka ikuti walau hampir disetiap pergantian musim jagoan mereka selalu saja diambil klub lain, namun selalu saja kubu managemen berhasil mebuat keseimbangan tim kembali disetiap musim anyar.

Sayangnya performa apik yang terus digaungkan masih belum berhasil membuat satu perubahan signifikan terkait peralihan trophy bergengsi, satukan tekad dimusim ini Maurizio Sarri ingin mengakhiri musim dengan suguhan sempurna akhiri catatan buruk sebagai tim ‘Juara tanpa Mahkota’,

Menjadi pelanggan kejuaraan didaratan Eropa sekelas Liga Champions dalam 10 musim terakhir Napoli sudah tentu mendapatkan masukkan cukup memuaskan dari kompetisi tersebut, sayangnya kepuasan financial tidak dibarengi dengan raihan trophy dikejuaraan yang diikuti, dalam satu dekade terakhir Partenopei hanya mampu menangkan 2 Piala Coppa Italia dan 2 piala Supercoppa Italia.

Bosan terus menerima ejekan Lorenzo Insigne striker 26 tahun asal Italia ini juga memiliki hasrat untuk mengembalikan keperkasaan Napoli baik dipentas Serie A ataupun diarena persaingan daratan Eropa.

“Kami semua sepakat untuk membuat perubahan dimusim ini, tidak cukup sekedar bermain bagus diatas lapangan tapi kami harus menjuarai kompetisi apapun yang kami ikuti, sudah cukup lama kami berada dalam pusaran persaingan tanpa hasil memuaskan, tahun ini target saya meraih trophy bersama Napoli dan meloloskan Italia kepentas persaingan Piala Dunia 2018” ungkap Insigne.

Sejauh ini tampaknya keinginan Lorenzo terpenuhi, dalam empat laga kompetitif yang sudah dilakoni tercatat mereka memenangkan keseluruhan pertandingan termasuk pertandingan play-off di Liga Campions kala mereka menundukkan wakil dari liga Francis Nice beberapa saat lalu.

Awal pergelutan yang baik untuk Napoli memulai perjuangan mereka memenangkan ajang kompetisi yang akan mereka jalankan dimusim baru ini, datang dan perginya para ‘jagoan’ mereka diharap takkan membuat kekuatan squad menjadi terganggu, Maurizio sarri diharap mampu menjaga keutuhan dan solidnya squad racikannya untuk mewujudkan impian Napoli dimusim 2017-18 ini.

Piala Super Eropa pertemukan Madrid dan Setan Merah

UEFA – Dua tim elite didaratan Eropa akan saling berhadapan pertengahan pekan ini di stadium Phillip II Arena dikota Skopje Macedonia, adalah Real Madrid sang juara Liga Champions 2016-17 akan berhadapan dengan juara Liga Eropa 2016-17 Manchester United dini hari 9 agustus 2017 mendatang, keduanya akan memastikan diri sebagai tim terbaik Eropa edisi 2016-17.

Real Madrid meraih trophy Liga Champions mengalahkan Juventus dengan score 4-1 sedangkan Manchester United membungkam Ajax Amsterdam dipartai final Liga Eropa dengan kemenangan cukup meyakinkan 2-0.

Sebagaimana tradisi disetiap musim kompetisi baru akan digelar kedua jawara daratan Eropa musim silam ini akan dipertemukan dalam sebuah perebutan trophy bergengsi yaitu Piala Super Eropa, kedua tim ini baru saja saling berhadapan diajang International Champions Cup 2017 beberapa saat lalu di Amerika Serikat.

Hasil berimbang 1-1 sepanjang 90 menit pertandingan berlangsung pada akhirnya dimenangkan Manchester United melalui drama adu kekuatan kiper, namun hasil dipertandingan tersebut tentu saja tidak bisa dijadikan patokan untuk mengukur hasil pertandingan yang akan berlangsung nanti, dalam pertandingan nanti Cristiano Ronaldo yang absen kala itu sudah kembali dari masa berliburnya, sedang dikubu Setan Merah juga bisa menampilkan Nemanja Matic bersama Romelu Lukaku dan Victor Lindeloef.

Empat pertandingan yang dijalankan Real Madrid dimasa pramusim tanpa Cristiano Ronaldo berakhir dengan 3 kekalahan dan hanya 1 kali kemenangan yang didapat dari hasil adu penalty dengan MLS all star, dapat dibayangkan apa jadinya Los Galacticos jikalau mereka berani membiarkan bomber asal Portugal mereka berlalu dari Madrid.

Sementara Manchester United dalam menjalankan 7 pertandingan ujicoba dimasa pergantian musim mereka memenangkan 6 pertandingan darinya, satu kekalahan yang mereka dapat adalah ketika berhadapan dengan wakil La Liga Barcelona.

Bicara riwayat kedua tim diajang Piala Super Eropa tercatat kalau Real Madrid memiliki jejak perjalanan yang lebih mulus dengan 3 kali memenangkan trophy (2002, 14, 16), sedangkan Manchester United baru pernah satu kali saja menjuarai ajang tersebut yakni ditahun 1991.

Kedua tim menanti moment bagus untuk memenangkan pertandingan, adalah sebuah kesempatan bagi keduanya untuk mengukur kekuatan squad masing-masing sebelum mereka memulai musim baru, akan banyak tim-tim kuat menanti di pentas Liga Champions yang akan mereka jalankan dimusim baru nanti.

Dari segi nilai pemain Real Madrid tercatat memiliki value lebih dibanding Manchester United, data transfermarket menunjukkan kalau Real Madrid memiliki armada dengan total nilai sebesar € 714 juta dibanding The Red Devils yang disinyalir bernilai € 559 juta.

Yang pasti kedua tim ini akan menyuguhkan pertandingan yang sangat seru dan sayang untuk dilewatkan, keduanya berpeluang untuk memenangkan pertandingan dan layak untuk memboyong Piala Super Eropa kemarkas mereka masing-masing, adu taktik antara Jose Mourinho dan Zinedine Zidane akan mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Giuseppe Marotta inginkan persaingan Serie A semakin ketat

Turin – Tak ingin kompetisi Serie A Italia membosankan Giuseppe Marotta salah satu petinggi Juventus ingin para pesaing meningkatkan kualitas armada masing-masing, jelas enam kali scudetto berturut tak terputus bisa saja membuat kompetisi menjadi monoton dan membosankan, La Vecchia Signora tak saja mendominasi Serie A mereka juga menangkan Coppa Italia Cup dalam 3 musim terakhir.

Namun walau mereka menjadi raja ditanah sendiri dalam enam musim terakhir Bianconeri masih menyimpan asa dipersaingan antar klub Eropa dalam ajang Liga Champions, berkali mereka menjajal dan berkali-kali pula mereka terjerembab gagal raih prestasi, terakhir mereka dikalahkan Real Madrid dipartai final musim lewat dengan kekalahan 4-1.

Walau belum berjodoh dengan ‘Si Kuping Besar’ Moratta tegaskan kalau mereka tidak akan mengorbankan kompetisi di Serie A dan juga ajang-ajang domestik lainnya, mereka akan terus berjuang untuk menegaskan kalau mereka akan mampu berbicara diajang Eropa suatu musim nanti tanpa mengorbankan keperkasaan mereka di laga domestik.

Untuk itu Moratta sangat berharap kalau para pesaing seperti As Roma, duo Milan, Napoli, Sampdoria juga Fiorentina bisa membangun squad yang lebih kompetitif dimusim mendatang sehingga pertarungan di Serie A sendiri menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.

“Liga Champions masih menjadi misi utama kami dimusim mendatang itu sudah pasti, tapi untuk persaingan diliga domestik terus terang saya pribadi sangat berharap lawan-lawan abadi kami seperti Napoli, Roma, Milan, Inter, Sampdoria, Fiorentina atau siapa saja untuk membentuk squad yang lebih menantang untuk kami kalahkan, sehingga musim akan menjanjikan tontonan lebih menarik lagi” ucap Moratta.

Berharap klub-klub pesaing meningkatkan kekuatan armadanya Giuseppe Moratta dalam kesempatan yang sama menegaskan kalau Juventus tidak berhenti berinvestasi pemain dimasa pergantian musim ini, mereka akan tetap menjaga sumberdaya armada dengan aktif dibursa transfer pemain musim panas ini, beberapa pemain akan datang dan tentunya ada juga pemain yang pergi jelang pergantian musim.

Terkait kegiatan ditransfermarket Beppe Moratta selaku manager umum Juventus sudah memiliki beberapa target perburuan dimana salah satu yang paling diminati adalah kiper Milan Gianluigi Donnarumma, kiper 18 tahun harapan Gli Azzurri ini kabarnya sudah menyatakan sikap untuk tidak lagi memperpanjang kontrak kerjanya bersama Rossonerri beberapa waktu lalu, namun kabarnya pihak managemen Milan masih berat untuk melepas bintang muda mereka ini.

Nama Marco Verratti gelandang yang saat ini bermain untuk Paris St-Germain sempat digosipkan menjadi inceran Juventus dan Barcelona dimusim panas ini, namun kabar burung yang menyebut kalau kubu Blaugrana sudah membuka penawaran sebesar € 100 juta untuk menebus Verratti membuat Juventus memutuskan untuk membatalkan niatan mereka.

“Kami menarik keinginan untuk Marco Verratti karena kami tidak akan menghabiskan dana sebesar itu untuk satu pemain, kali ini kami lebih mengevaluasi kepada teknik dan karakter pemain yang kami inginkan lebih dari sebuah nama besar, kami merubah strategi di bursa transfer musim ini tidak lagi seperti dimusim lalu dimana ketika itu kami datangkan Gonzalo Higuain dengan menghabiskan 90 juta Euro, musim ini kami lebih mengedepankan sejumlah syarat penilaian gila-gilaan” tutur Beppe Marotta.

 

 

Zinedine Zidane ditunggu timnas Francis usai Madrid

Madrid – Sukses diawal karier tak pelak menaikkan nama Zinedine Zidane setara dengan pelatih tenar dunia lain, baru menekuni dunia kepelatihan didunia sepakbola yang pernah digelutinya Zidane tercatat sebagai pelatih untuk klub Real Madrid Castilla sejak musim 2014 silam, kemudian ketika tim inti membutuhkan pelatih disana dirinya siap mengisi dan memulai debut dengan sukses mengantarkan Los Galacticos menjuarai La Liga dimusim 2016-17.

Masih belum berhenti prestasi yang sedang digarapnya ketika Real Madrid masih memiliki satu peluang untuk mempertahankan piala Liga Champions ketika mereka sudah lolos menjadi finalis berhadapan dengan wakil dari Serie A Juventus, minim pengalaman dirinya sempat diragukan akan mampu mengendarai Real Madrid ketika ditunjuk untuk menjadi manager klub pada mulanya.

Sebelum berjaya membawa pulang piala La Liga ke markas Santiago Bernabeu Stadium sudah ada dua piala berhasil diraih Zizou bersama armadanya, yakni Piala Super Eropa (menang peraduan antara juara Liga Champions dan Liga Eropa) kemudian memenangkan juga piala World Cup antar Club, terakhir sekali Los Blancos menjadi jawara di La Liga adalah ketika dimusim kompetisi 2011-12.

Apa yang diperlihatkan sebagai buah dari hasil kinerja kerja sosok Zidane telah menepis segala keraguan yang sempat mampir diawal perjalanannya bersama Real Madrid, patut diberi acungan jempol walau tidak sedikit yang menilai kalau sukses Zidane tak akan terjadi jikalau dia tidak dilengkapi armada berkelas dunia seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Alvaro Morata dan keseluruhan nama-nama top dibalik seragam putih Los Galacticos.

Namun dibalik semua penilaian mau yang baik ataupun buruk nama Zinedine Zidane kini sudah mulai besar, pria kelahiran Marseille Francis 23 juni 1972 ini sudah menjadi ikon pelatih dunia yang pastinya tak lagi sulit mencari pekerjaan melatih diklub manapun, bahkan kabarnya para pecinta bola di Francis sendiri banyak yang sudah tidak sabar menanti kapan giliran aksi Zizou melatih timnas Francis.

Frank Leboeuf defender legendaris timnas berlambang ayam jago diera 1995-2002 turut berharap keras kalau Zidane akan menjadi pelatih penerus Didier Deschamps, tidak ada yang salah dari Didier Deschamps namun menurutnya akan lebih mantap lagi kalau kemudian Zidane turut berperan dan menyumbang tenaga untuk memajukan timnas negara mereka sendiri.

“Kami tidak tau kapan federasi sepakbola Francis berniat untuk mengganti pelatih utama, Didier Deschamps memang tidak buruk selama memimpin timnas tapi saya yakin kalau timnas akan lebih maju lagi jika kemudian memanggil Zinedine Zidane untuk menjadi penanggung jawab pelatih, namun ini semua hanya ilustrasi kami saja karena belum tentu Zidane yang sedang naik daun mau menerima tantangan disini” ucap Leboeuf.

Melanjutkan pembicaraannya Frank Leboeuf merasa yakin kalau Zinedine Zidane kelak akan berpisah jalan dengan Real Madrid jika melihat kebiasaan dari presiden klub Mr Florentino Perez yang terlalu perfeksionis, lihat saja apa yang dialami Carlo Ancelotti dan pelatih-pelatih sebelumnya, mereka bukan sepi trophy ketika memimpin Real Madrid namun tetap saja ada kriteria yang tak terpenuhi dimata sang Presiden.

“Adalah hal sulit untuk dapat terus bertahan lama sebagai pelatih di Santiago Bernabeu Stadium, bukan mendoakan tapi saya yakin tidak akan bertahan lama masa kepemimpinan Zidane disana ketika Florentino Perez terlalu mendambakan kesempurnaan, jadi kemungkinan Zidane akan kembali kesini dan memimpin timnas itu hanya menunggu waktu saja menurut saya” ungkap pria yang saat ini sudah berusia 49 tahun itu.

Real Madrid dan kesempatan trophy ganda

Madrid – Suksesnya Los Galacticos dimusim ini tinggal menunggu hasil pertandingan diakhir pekan ini ketika mereka akan menjalankan laga terakhir dikandang Malaga, kemudian akan dilanjut dengan pertandingan final Liga Champions yang akan berlangsung di Cardiff Stadium diawal bulan juni mendatang.

Dalam memburu gelar La Liga kali ini Real Madrid tidak berlari sendirian ketika mereka dibuntuti Barcelona yang tertingal 3 point menanti pertandingan jornada terakhir, ini bukan kali pertama keduanya dihadapkan dengan keadaan serupa, ketika dimusim 1991-92 dan 1992-93 deja vu peraduan keduanya pernah terjadi dan Barcelona memenangkan gelar La Liga kedua musim tersebut, akankah kemudian hal serupa kembali berlanjut dimusim kali ini.

Kedua tim akan jalankan pertandingan dini hari pada tanggal 22 mei 2017 mendatang pada waktu bersamaan untuk menghindari kasus ‘main mata’,  melihat peluang kedua tim dari jejak pertandingan yang pernah dilalui Barcelona lebih percaya diri untuk memenangkan laga atas Eibar walaupun Real Madrid juga memiliki catatan apik atas pertemuan dengan Malaga.

Dari 5 pertandingan terakhir yang pernah berlaku pasukan Luis Enrique tercatat tidak pernah kalah baik dalam laga kandang ataupun tandang, begitupun Real Madrid dari 10 pertemuan terakhir dengan Malaga mereka hanya dikalahkan 1 kali dan bermain imbang 1 kali dengan sisa 8 pertandingan berakhir dengan hasil kemenangan.

Bicara peluang kedua tim memilikinya dengan perbandingan 50-50, namun sepertinya Zinedine Zidane memiliki perluang sedikit lebih untuk mengangkat trophy pertama La Liganya dimusim ini yang hanya tinggal selangkah lagi, musim ini adalah kesempatan bagi Real Madrid untuk mengawinkan dua trophy sebagai koleksi kebanggaan.

Dalam perjalanan sejarah klub sejak didirikan pada 6 maret 1902 Real Madrid baru tercatat pernah sekali saja mengawinkan dua piala kebanggaan La Liga dan Champions yakni ketika dimusim 1957-58, sukses berlanjut kemudian dimusim kompetisi 1985-86 ketika mereka berhasil juga membawa pulang piala ganda La Liga dan Piala UEFA (sekarang Liga Eropa).

Kali ini adalah kesempatan Real Madrid diera kepemimpinan Zinedine Zidane untuk kembali raih sukses dan catat prestasi membanggakan dengan mengoleksi 2 trophy lambang keperkasaan di laga domestic La Liga dan benua Eropa, rasanya kesempatan untuk itu takkan dilewatkan begitu saja oleh Zizou dan armadanya untuk mati-matian memenangkan kedua laga tersisa melawa Malaga dan Juventus.

Tampaknya Zidane akan sangat berhati-hati untuk memilih pemain yang akan diturunkan jelang laga penting ini, sudah pasti Cristiano Ronaldo akan tetap menjadi ujung bedil yang dipersiapkannya untuk membombardir gawang lawan, sedangkan pendampingnya adalah dua nama yang diperkirakan akan menjadi pilihan utama yakni Karim Benzema dan Alvaro Morata.

Memang Alvaro Morata lebih banyak mengoleksi goal ketimbang Karim Benzema dimusim ini dimana  tercatat adalah 20 berbanding 18, namun melihat banyaknya tampil bisa dibaca kalau Zizou sang pelatih masih lebih mempercayakan pertandingan kepada Karim Benzema, tercatat Benzema tampil untuk 46 kali dengan 36 darinya sebagai starter sedangkan Morata baru tampil sebanyak 41 kali dan hanya 19 kali sebagai starter.

Carlo Ancelotti mantan pelatih Madrid pun mengaku kalau diapun akan memiliki pilihan yang sama kalau dia saat ini masih memimpin di Bernabeu Stadium, “Ketajaman Morata tak dipungkiri tapi Benzema memiliki pengalaman bertandingan lebih baik dan dia adalah salah satu striker dunia terbaik yang ada dalam klub saat ini, jadi tak ada salahnya kalau dia lebih memiliki tempat dalam setiap pertandingan”.

Griezmann ‘Juventus lebih layak juara Champions’

Champions – Usai kalahkan rekan sekotanya dengan jumlah aggregate 4-2 Real Madrid ingin lanjutkan untuk memenangkan trophy ke 12 mereka diajang Champions, sepanjang sejarah perjalanan klub raksasa yang bermarkas di Santiago Bernabeu Stadium itu, kali ini adalah untuk ke15 kalinya mereka lolos masuk menjadi finalis dipentas Liga Champions, dan juga adalah kali keempat mereka secara berturut lolos seleksi untuk bertarung dilaga pamungkas.

Dari catatan 14 kali mengikuti laga final diajang persaingan antar klub paling bergengsi di Eropa yang sudah dijalankan, Real Madrid hanya tercatat 3 kali gagal menang dengan 11 kali sukses membawa pulang trophy kebanggaan kekota Madrid, adapun catatan ketiga kekalahan tersebut antara lain kalah dari Benfica 3-5 (1962), Inter Milan 1-3 (1964), Liverpool 0-1 (1981).

Bertemu dengan Juventus yang sedang onfire kali ini dengan prestasi 6 kali beruntun raih scudetto diajang Serie A, diperkirakan pertandingan akan berjalan dengan sangat alot dan sangat berimbang, kedua tim masing-masing menyimpan hasrat yang sangat besar untuk tampil sebagai tim terbaik didaratan Eropa.

Antoine Griezmann salah satu pentolan Atletico Madrid dalam tanggapannya mengenai partai puncak ini mempunyai penilaian tersendiri, dirinya lebih menjagokan wakil dari Italia Juventus yang akan memenangkan piala Champions musim ini.

Alasannya cukup sederhana ketika dia menilai kalau peran kiper gaek Gianluigi Buffon yang akan menjadi pembeda dalam laga tersebut, selain itu menurutnya semangat lebih dimiliki pasukan Massimiliano Allegri ketika penantian 2 dekade dikompetisi bersangkutan menjadi pembakarnya, ditambah penilaian ketika mereka lolos kebabak final dengan mengalahkan Barcelona dibabak perempatfinal.

“Saya pribadi lebih melihat baik Juventus, mereka memiliki semangat tempur luar biasa dimusim ini yangtidak terlihat dimusim-musim sebelumnya, mereka sepertinya sangat siap untuk membawa pulang trophy Champions dimusim ini, lihat saja bagaimana mereka menyingkirkan lawan-lawan tangguh dalam perjalanan hingga kefinal, Barcelona pun  sudah menjadi korban dan tidak menutup kemungkinan kali ini Real Madrid” kata Griezmann kepada awak berita.

Kata-kata ini keluar bukan lantaran timnya baru saja dikalahkan Real Madrid dalam babak semifinal yang baru saja berlalu, bukan karena alasan sakit hati akan tetapi Griezmann memberikan alasan-alasan masuk akal bahkan dia pribadi katakan kalau Gigi Buffon bahkan berpotensi raih Ballon d’Or, memang tak dipungkiri sudah 4 musim berturut Atletico Madrid selalu tak berdaya ketika berhadapan dengan Real Madrid.

Tercatat dalam 4 musim terakhir Los Colchoneros tembus keperaduan laga pamungkas partai final berhadapan dengan Los Blancos yakni ketika ditahun 2014 dan 16, namun kedua pertandingan tersebut selalu dimenangkan oleh kawanan Cristiano Ronaldo.

“Kalah dipartai final pasti rasanya lebih sakit ketimbang kalah dipartai-partai sebelumnya, karena dipartai final yang ada dibenak kita adalah membawa pulang trophy Champions kerumah, persiapan juga sangat matang dari persiapan ceremony dll, begitu kekalahan didapat tentu akan sangat menyakitkan dan sulit untuk diterima” tutup Griezmann.

Jika diliga domestic Serie A Juventus sudah mengunci scudetto mereka tidak demikian dengan Los Galacticos, menyisakan satu pertandingan lagi Real Madrid memang sudah berada dipuncak klasemen dengan perolehan 90 point, namun Barcelona masih memiliki peluang untuk bersaing ketika mereka jelang laga terakhir tertinggal 3 point.

Laga terakhir La Liga diakhir pekan nanti Barcelona akan berhadapan dengan Eibar di Camp Nou, sedang Real Madrid akan bertandang kekandang Malaga di Stadium La Rosaleda, Cristiano Ronaldo dkk pantang kalah dilaga terakhir ini, jika saja mereka kalah dan Barcelona berhasil menambah 3 point kemenangan maka Barcelona lah yang akan memboyong trophy La Liga musim ini.

“Perebutan gelar La Liga belum usai, masih ada satu pertandingan lagi yang perlu kami perjuangkan untuk memastikan gelar ditangan, kami akan memastikan dikandang Malaga apakah kami layak memboyong trophy La Liga dimusim ini, kehilangan point adalah hal yang tidak kami inginkan dan kami harus persiapkan diri sebaik-baiknya jelang laga penentuan nanti” jelas Zizou disitus resmi klub.

 

 

 

Juventus siap wakili Italia menangkan Liga Champions

UEFA – Lama sudah Juventus mengimpikan untuk kembali mengunjukkan taring dibelantika persaingan antar klub daratan Eropa, 9 kali mereka mampu berjuang untuk lolos kebabak final ajang Piala Champions, namun dari sekian kali tersebut mereka hanya mencatatkan 2 kali kesuksesan memboyong trophy paling bergengsi se Eropa itu ke Turin.

Baru saja mereka kembali kepartai final dimusim ini usai menang aggregate 4-1 atas As Monaco, menang Stade Louis II dengan score telak 0-2 dilaga balik kandang dini hari tadi kembali mereka mampu patahkan perlawanan anak-anak asuh Nunes Sousa Jardim dengan score 2-1.

La Vecchia Signora tercatat menjuarai kompetisi Liga Champions ketika di tahun 1985 kemudian 1996, mimpi buruk selama 2 dekade mampukan terobati dipartai final nanti yang akan berlangsung 3 juni mendatang, bertempat di Milennium Stadium Cardiff dengan kapasitas penonton 74.500 tempat duduk akan menjadi saksi partai final Liga Champions kali ini.

Sebagai tim yang lolos terlebih dahulu The Old Ladys akan menanti pemenang dari laga antar Real dan Atletico Madrid, besar kemungkinan Juventus akan meladeni Real Madrid dilaga final Liga Champions musim ini, leg pertama pertemuan kedua klub asal kota Madrid dimenangkan Cristiano Ronaldo dkk di Santiago Bernabeu Stadium dengan score telak 3-0.

Dini hari nanti 11 mei 2017 di Vicente Calderon Stadium kembali kedua tim akan jalankan laga penentuan siapakah diantara kedua wakil Spanyol ini yang akan menjadi penantang Juventus dibabak final nanti, bermodalkan kemenangan dilaga pertama diprediksikan kalau Real Madrid akan layak melangkah kepartai puncak untuk mempertahankan gelar yang sudah mereka raih dimusim sebelumnya.

Ada catatan positive yang membuat public pecinta sepakbola berandai-andai kalau Juventus akan layak menjadi juara Liga Champions dimusim ini, adalah catatan siklus kemenangan tim wakil dari Italia diajang Liga Champions yang berdurasi tepat 7 musim sekali, dimulai dari Ac Milan ketika menjuarai ajang bergengsi ini ditahun 1989, kemudian Juventus mewakili Italia rebut gelar dipersaingan tahun 1996, disusul Ac Milan kembali ditahun 2003 kemudian Inter Milan di tahun 2010.

Apakah siklus ini kebetulan saja atau memang semacam kutukan yang akan terus berlanjut hanya akan dibuktikan dalam pertandingan final yang akan berlaku dimusim ini, laga final di Millenium Stadium yang akan membuktikan apakah Juventus kembali dapat mengukir sejarah untuk kejayaan tim-tim wakil dari Italia didaratan Eropa atau sebaliknya.

Sebagai pelatih dari tim yang baru saja disingkirkan Nunes Sousa Jardim ikut berkomentar dan merasa yakin kalau Juventus akan menjuarai kompetisi dimusim ini, alasannya dia melihat kalau kekuatan La Vecchia Signora edisi musim ini lebih baik ketimbang kekuatan tim yang sama dimusim 2014-15 lalu, ketika itu As Mobaco juga mengalami kekalahan yang sama dipartai perempatfinal dalam kejuaraan yang sama.

“Dua kali saya berhadapan dengan kekuatan The Old Ladys dimusim berbeda, dan saya dapat merasakan kalau kekuatan mereka kian berkembang dan semakin solid saat  ini, mereka memiliki armada luarbiasa yang saya rasa mampu berkerja dengan sangat baik berdasarkan saratnya pengalaman, mereka akan mampu menyingkirkan siapapun musuh mereka dipartai final nanti saya yakin akan hal itu” ucap Jardim.

 

 

Buffon ingin terus menjadi yang terbaik diakhir karier

Turin – “Saya ingin meninggalkan kenangan manis tak terlupakan kepada semua fans ketika suatu hari nanti saya tidak lagi bermain, setidaknya itulah yang ada dibenak saya saat ini, saya ingin menunjukkan kalau usia bukanlah pembatas dan saya akan terus bermain dalam kondisi terbaik” inilah kata yang terucap dari mulut Gianluigi Buffon usai laga dengan As Monaco.

Berlangsung di Stade Louis II stadium dini hari 4 mei 2017 silam 2 goal berhasil bersarang kegawang Danijel Subasic, kedua goal yang tercipta terukir dengan nama Gonzalo Higuain masing-masing dimenit ke 29 dan 59, selangkah sudah Juventus kian mendekati babak final ketika mereka sudah memiliki modal kemenangan dikandang As Monaco.

Laga kedua akan berlangsung di Juventus Stadium dini hari 10 mei 2017 mendatang, berada diatas angin Gianluigi Buffon sebut kalau mereka tidak mau gegabah berkaca pada laga yang sama dimusim-musim lalu, peran kerjasama keseluruh tim menjadi harapannya ketika partai final sudah didepan mata.

“Semua berjalan sesuai kemauan kami dikandang As Monaco, kami berlaga dengan sangat baik dalam menjaga tempo dan keseimbangan, mereka adalah lawan yang sangat berbahaya untuk ditaklukkan, sedikit lengah saja akan berakibat fatal bagi kami, tinggal dua pertandingan harus kami lalui untuk memastikan Piala Liga Champions dibawa pulang ke Turin” tambah kiper yang sudah berusia 39 tahun itu.

Sebagai kiper yang masih dipercaya untuk mengawal gawang Gli Azzurri saat ini, Gianluigi Buffon baru mencatat record pribadi ketika dia baru saja menyelesaikan pertandingan ke 100 nya dikancah Liga Champion dibawah satu nama klub yang sama, dia mengabadikan namanya sebagai pemain kedua asal Italia yang mencatat record membanggakan tersebut setelah Paolo Maldini.

“Saya ingin mengisi setiap pertandingan dengan hasil terbaik, begitulah saya akan mengakhiri hari-hari penghabisan saya dipanggung sepakbola, cepat atau lambat suatu hari hari pensiun akan tiba dan itu tak bisa dipungkiri, saya ingin agar orang-orang akan merasa kehilangan ketika saya tidak lagi bermain,” kelakarnya menutup perbincangan.

Dipertandingan lain dalam babak semifinal Liga Champions duel dua tim asal kota Madrid juga berlangsung, di Santiago Bernabeu Stadium Real Madrid berhasil unggul atas Atletico Madrid dengan 3 goal tak berbalas, kesemua goal diborong oleh Cristiano Ronaldo dimana masing-masing goal tercipta dimenit ke 10, 73 dan 86.

Besar kemungkinan Juventus akan bertemu dengan Real Madrid dilaga pamungkas Liga Champions musim kali ini, dipertarungan domestic Serie A Juventus juga sudah diambang scudetto ketika kompetisi menyisakan 3 pertandingan lagi mereka sudah mengumpulkan 85 point.

Berjarak 8 point dari Napoli sebagai rival terdekat pekan depan adalah pekan pengukuhan bagi Massimiliano Allegri dan pasukannya untuk kembali menjadi jawara di ajang Serie A untuk yang keenam kalinya secara beruntun.

Perempatfinal Liga Champions kembali datang menghibur

UEFA – Pertengahan pekan ini kembali pertarungan antar klub didaratan Eropa kembali menggelinding, sudah tiba dibabak perempatfinal 8 klub akan saling menjatuhkan untuk meneruskan perjalanan ke babak semifinal kemudian final, Real Madrid si juara bertahan musim lalu, Atletico Madrid, Barcelona, Dortmund, Munchen, As Monaco, Juventus, Leicester City akan saling pertaruhkan reputasi mereka.

Dini hari 12 april 2017 Dortmund akan berlaga terlebih dulu dengan As Monaco bersamaan dengan Juventus yang akan beradu melawan Barcelona, kemudian dihari berikutnya Atletico Madrid akan meladeni Leicester City dan Bayern Munchen ditantang sang juara bertahan Real Madrid sebagai jadwal leg pertama yang akan berbalik kandang seminggu kemudian.

Dua partai keras yang paling ditunggu adalah perseteruan antara Bayern Munchen dengan Real Madrid dan Barcelona dengan Juventus, ketika dipertandingan final Liga Champions 2015 Juventus menyerah ketika dikalahkan kawanan Lionel Messi dengan score cukup telak 1-3, bisa jadi La Vecchia Signora menyimpan hasrat balas dendam kekalahan dikala itu.

Keduanya juga sedang berjuang untuk menggondol trophy diliga domestik masing-masing, Juventus sedikit berada diatas angin ketika mereka sudah berada diambang scudetto dan memimpin klasemen sementara Serie A sedang Blaugrana masih berada dalam posisi yang tidak nyaman ketika mereka masih berada diposisi runner-up disisa 7 pekan pertandingan tersisa.

Sementara di Allianz Arena Bayern Munchen sijagoan Bundesliga akan beradu kekuatan dengan jagoannya La Liga Real Madrid, sudah tiga musim berturut Die Roten harus menghentikan perjalanan mereka dibabak semifinal,  mereka juga menyimpan cerita mimpi buruk ketika dihantam Los Galacticos dengan aggregate 0-5 pada peraduan 3 musim lalu diajang bersamaan.

Walau kedua pertandingan tersebut adalah yang paling ditunggu namun bukan  berarti dua pertandingan lainnya akan terabaikan, tak kalah seru adalah pertandingan yang akan berlangsung di Vicente Calderon, Atletico Madrid akan meladeni klub wakil dari Premir League yang belum pernah merasakan panasnya laga Liga Champions sebelumnya yakni Leicester City.

Sementara pasukan Thomas Tuchel yang baru saja tersingkir dilaga Die Klassiker pada laga akhir pekan baru lewat, akan mencoba untuk bangkit kembali di Signal Iduna Park ketika mereka akan menjamu wakil dari Francis As Monaco, sedang As Monaco sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Manchester City dalam perjalanan mereka lolos kebabak 8 besar.

Baru menyentuh level perempatfinal Liga Champions sudah memasuki babak menegangkan yang pantas untuk ditunggu, siapakah yang akan tersingkir masih menjadi teka teki, Leicester City kini sudah terlepas dari jeratan zona degrarasi usai Claudio Ranieri Dipecat, dapatkah mereka membuat kejutan dimusim ini dengan menjuarai Liga Champions? Kita lihat saja.