Prediksi EPL antara Leicester City vs Swansea City

 

Lanjutan kompetisi Liga Inggris Premier League memasuki pekan ke-26 tanggal 3 Februari pukul 22:00 WIB akan mempertemukan antara klub Leicester City melawan klub Swansea City yang akan digelar di King Power Stadium markas besar Leicester City. The Foxes yang kini telah menduduki peringkat ke-8 dan tengah berambisi untuk bisa menggeser Burnley yang berselisih satu poin, dipekan ini akan menghadapi laga menjamu klub Swansea City tentunya The Foxes akan berambisi untuk bisa meraih tiga poin dipekan ini. Swansea City yang juga saat ini sedang berusaha untuk bisa keluar dari Zona Degladasi dimana menduduki peringkat ke-19 tentunya juga akan mengincar poin penuh dipekan ini dimana tentunya The Swans akan menghambat ambisi dari The Foxes untuk bisa meraih tiga poin penuh dipekan ini.

 

Leicester City yang tengah berambisi untuk bisa menggeser klub Burnley dari peringkat ketujuh dimana berselisih satu poin saja dari Leicester City, dipekan ini The Foxes akan menghadapi laga menjamu klub Swansea City tentunya akan patut waspada dimana Swansea City sedang dalam performa terbaik mereka. Pada laga sebelumnya Leicester City harus menelan kekalahan tipis saat bertandang ke markas Everton dengan skor akhir 2-1 membuat Leicester City harus kehilangan tiga poin, dipekan ini bermain di markas sendiri menjamu klub Swansea City tentunya The Foxes akan berambisi untuk bisa meraih tiga poin. Pelatih Claude Puel mengatakan bahwa dirinya tidak akan menganggap remeh Swansea City dan akan berusaha untuk kembali mempersiapkan kondisi fisik dan juga mental dari anak asuhnya agar bisa menampilkan performa terbaik mereka saat menjamu Swansea City dipekan ini untuk bisa meraih tiga poin.

 

Sementara The Swan yang juga sedang berusaha untuk bisa keluar dari Zona Degladasi dimana menduduki peringkat 19 pada klasemen Premier League, dipekan ini The Swan akan menghadapi partai yang sulit dimana akan bertandang ke markas Leicester City tentunya akan menjadi tembok penghalang yang besar bagi The Swan untuk bisa meraih tiga poin dipekan ini. Pada laga sebelumnya anak asuh dari Carlos Carvalhal sukses memetik tiga poin penuh setelah mempencundangi Arsenal dengan skor 3-1, dipekan ini bertandang ke markas Leicester City tentunya The Swan akan menargetkan untuk bisa kembali meraih tiga poin penuh dipekan ini. Pelatih Carlos Carvalhal mengatakan tentunya butuh kondisi fisik dan juga mental yang lebih prima lagi untuk bisa menghadapi Leicester City, oleh karena itu dirinya akan mempersiapkan kembali kondisi fisik dan juga mental dari anak asuhnya agar dapat menampilkan performa terbaik mereka saat menghadapi Leicester City demi dapat meraih tiga poin dipekan ini.

 

Prediksi Starting Line up Leicester City :

(GK) K. Schmeicel, H. Maguire, C. Fuchs, D. Simpson, R. Huth, D. Gray, W. Ndidi, M. Arlbrghton, V. Iborra, R. Mahrez, J. Vardy.

 

Prediksi Starting Line up Swansea City :

(GK) L. Fabianski, F. Fernandez, M. Olsson, K. Naughton, M. van der Hoorn, A. Mawson, S, Clucas, N. Dyer, Ki Sung-yueng, J. Ayew, T. Abraham.

 

Head to Head Leicester City vs Swansea City :

21-10-2017 Swansea City 1-2 Leicester City

12-02-2017 Swansea City 2-0 Leicester City

27-08-2016 Leicester City 2-1 Swansea City

24-04-2016 Leicester CIty 4-0 Swansea City

05-12-2015 Swansea City 0-3 Leicester City

 

Prediksi pertandingan EPL antara klub Leicester City melawan klub Swansea City dipekan ini akan menjadi pertandingan yang akan berlangsung ketat dimana kedua klub sama-sama mengincar untuk bisa meraih tiga poin dipekan ini, namun Leicester City lebih diunggulkan memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-1.

(R)™

Prediksi pertandingan Liga Primer Inggris, Leicester City vs Watford.

Leicester City yang saat ini sedang dalam hasil yang memuaskan dipastikan akan mendapatkan tamu yang cukup berat di pekan ke-24 Liga Primer Inggris. Pada pertandingan yang akan berjalan di King Power Stadium nanti, Leicester City dipastikan akan menjamu salah satu tim kuda hitam yaitu Watford.

Pada pertandingan nanti, tuan rumah Leicester City dipastikan akan bermain dengan terbuka dan menakan sejak awal pertandingan demi bisa mendapatkan hasil memuaskan pada pekan ke-24 nanti. Dan tentu kemenangan tetap menjadi target bagi Leicester City ketika menjamu Watford nanti.

Sementara itu sang tamu Watford sendiri dipastikan tetap akan bermain dengan terbuka di pertandingan tandang nanti. Mereka sendiri dipastikan akan mengincar 3 poin di King Power Stadium. Dan tentu, modal menjelang pertandingan nanti juga dipastikan tak begitu buruk bagi Watford mengingat mereka berhasil meraih 1 kemenangan dan 1 hasil imbang menjelang pertandingan tandang melawan Leicester City nanti.

Pada 5 pertandingan terakhir Leicester City di semua kompetisi, mereka harus meraih hasil yang cukup bagus dengan mengamankan 2 kemenangan, 2 hasil imbang dan mengalami 1 kekalahan. Dan pada klasemen sementara Liga Primer Inggris, Leicester City berhasil menempati posisi ke-8 klasemen dengan meraih 31 poin dari 23 pertandingan yang sudah mereka jalani. Dan tentu kemenangan pada pertandingan terakhir di FA Cup dipastikan bisa menjadi modal yang cukup bagus bagi Leicester City menjelang pertandingan kandang menjamu Watford nanti.

Sementara itu pada 5 pertandingan terakhir Watford di semua kompetisi, mereka harus meraih hasil yang kurang memuaskan dengan meraih 2 kemenangan, 1 hasil imbang dan mengalami 2 kekalahan. Dan pada klasemen sementara Liga Primer Inggris sendiri, Watford masih menempati posisi ke-10 klasemen sementara dengan meraih 26 poin dari 23 pertandingan yang sudah mereka jalani. Dan hasil seri pada pertandingan sebelumnya di Liga Primer Inggris dipastikan tetap akan menjadi modal utama bagi Watford menjelang pertandingan melawan Leicester City nanti.

Pertemuan di King Power Stadium nanti dipastikan akan menjadi pertandingan ke-8 kedua tim sepanjang sejarah pertemuannya. Dan pada 7 pertemuan terakhir, Leicester City berhasil mendominasi kemenangan dengan meraih 4 kemenangan, 1 hasil seri dan 2 pertandingan berhasil dimenangkan oleh Watford.

Perkiraan susunan pemain antara Leicester City vs Watford.

Leicester City:
Peter Schmeichel, Dragovic, Maguire, Amartey, Morgan, Ndidi, James, Albrighton, Riyad Mahrez, Okazaki, Jamie Vardy.

Watford:
Gomes, Wague, Kabasele, Zeegelaar, Janmaat, Doucoure, Watson, Richarlison, Carrillo, Cleverley, Gray.

Leicester tahan imbang United di king power Stadium

misi Manchester United untuk bisa mengejar City yang berada di posisi teratas tampak nya akan semakin sulit pada akhir musim ini setelah mereka yang hanya bisa meraih hasil seri pada saat mengunjugi markas besar Leicester city dengan kedudukan 2 – 2 pada laga yang di gelar pada hari minggu dini hari tadi

dengan penuh keyakinan di mana Manchester united yang berkunjung ke King power Stadium langsung mendapatkan serangan dari para pemain the Foxes namun peluang bagi Leicester masih belum mampu di ubah menjadi goal bagi Vardy dkk

di tenggah perjuangan tersebut di mana sebuah kiriman bola dari Riyad Mahrez yang di selesaikan dengan baik oleh Jamie Vardy yang langsung membuat bola meringsek masuk ke gawang United membuat Leicester pun membuka goal mereka dengan menjadi 1 – 0 di menit ke 27

tertinggal 1 goal tersebut yang tentunya membuat Manchester United berusaha untuk bisa membalaskan kebobolan tadi dan memaksa para pemain United untuk lebih berkerja keras di sisa babak pertama dan perjuangan keras bagi setan merah pun akhir nya membuahkan hasil di menit ke 40 melalui  assist dari jesse Lingard dan di maksimalkan oleh Mata dengan mengubah nya menjadi goal 1 – 1 di akhir babak pertama

tanpa membuang buang waktu United langsung bergerak cepat untuk bisa melancarkan aksi balas dengan dan dengan sigap pasukan setan merah langsung membangun serangan ke daerah Leicester dan tepat di menit ke 60 di mana Manchester United berhasil membalikan keadaan menjadi 1 – 2  setelah terlebih dahulu tertinggala 1 goal atas tim tuan rumah

Pertandingan pun masih terlihat di dominasi oleh Manchester united namun secara mengejutkan Manchester United yang malah mengalami kebobolan di menit menit akhir pertandingan melalui goal dari Harry magueire yang menerima kiriman bola dari Marc Albrighton sehingga pertandingan pun berakhir seimbang menjadi 2 – 2

hasil seri tersebut yang tentunya membuat united harus pulang dengan hanya meraih 1 point sehingga saat ini united yang semakin tertinggal jauh dari rival satu kota nya di mana City yang memimpin dengan meraih 55 point di ikuti oleh United dengan hanya meraih 42 point dan di susul oleh chelsea yang mengumpulkan 39 point

Prediksi EPL Antara Leicester City vs Chelsea

Lanjutan Liga Inggris Premier League tanggal 9 September 2017 memasuki pekan ke-4 akan mempertemukan antara klub Leicester City melawan klub Chelsea yang akan digelar di markas besar Leiecester City yaitu Walkers Stadium pukul 21:00 WIB. Leicester City dipekan ini kembali harus menghadapi laga yang berat dimana harus menjamu sang juara Premier League musim lalu yaitu Chelsea, tentunya laga ini akan menghambat ambisi dari anak asuh Craig Shakespeare untuk bisa meraup poin penuh dipekan ini. Chelsea yang juga sedang berambisi untuk bisa masuk kedalam urutan tiga besar dipekan ini harus bertandang ke markas Leicester City tentunya laga ini akan menghambat ambisi anak asuh Antonio Conte untuk bisa meraup poin penuh pada pekan ini.

 

 

 

Leicester City dipekan ini dalam kompetisi Premier League akan kembali menghadapi laga yang berat dimana harus menjamu klub Chelsea tentunya akan menjadi hambatan yang besar bagi The Foxes untuk bisa meraup poin penuh dipekan ini. Pada laga sebelumnya anak asuh Craig Shakespeare harus kehilangan poin penuh saat bertandang ke markas Manchester United setelah dikalahkan 2-0. Oleh karena itu pelatih Craig Shakespeare mengatakan bahwa dirinya akan kembali untuk mempersiapkan kondisi fisik dan juga mental dari anak asuhnya agar dapat menampilkan performa terbaik mereka saat melawan Chelsea dipekan ini demi dapat meraup poin penuh untuk bisa masuk kedalam urutan 10 besar dimana saat ini Leicester City berada diurutan ke-15 pada klasemen Premier League.

 

 

 

The Blues sendiri yang sedang berambisi untuk bisa mengejar Liverpool dan Manchester United dipekan ini harus menjalani laga bertandang ke markas Leicester City tentunya akan sedikit menghambat jalan The Blues untuk bisa meraup poin penuh dimana The Foxes juga sedang berambisi besar untuk bisa masuk kedalam urutan sepuluh besar pada klasemen Premier League. Pada laga pekan lalu The Blues berhasil meraup poin penuh setelah menjamu klub Everton dengan hasil akhir 2-0, tentunya pelatih Antonio Conte  beserta anak asuhnya ingin kembali untuk meraup poin penuh dipekan ini. Oleh karena itu pelatih Antonio Conte mengatakan bahwa melawan Leicester City dirinya akan kembali untuk mempersiapkan kondisi fisik dan juga mental dari anak asuhnya agar dapat menampilkan performa terbaik mereka kembali dipekan ini melawan Leicester City demi dapat meraup poin penuh.

 

 

 

Prediksi Starting Line up Leicester City :

(GK) Kasper Schmeichel, Danny Simpson, Wes Morgan, Harry Maguire, Christian Fuchs, Matty James, Riyad Mahrez, Marc Albrighton, Shinji Okazaki, Jamie Vardy.

 

 

 

Prediksi Starting Line up Chelsea :

(GK) Thibaut Courtois, Cesar Azpilicueta, David Luiz, Antonio Rudiger, Marcos Alonso, Victor Moses, Cesc Fabregas, Eden Hazard, N’Golo Kante, Pedro, Alvaro Morata.

 

 

 

Head to Head Leicester City vs Chelsea :

14-01-2017 Leicester City 0-3 Chelsea

15-10-2016 Chelsea 3-0 Leicester City

20-09-2016 Leicester City 2-2 Chelsea

15-05-2016 Chelsea 1-1 Leicester City

14-12-2015 Leicester City 2-1 Chelsea

 

 

Prediksi pertandingan EPL dipekan ini antara klub Leicester City melawan klub Chelsea akan berlangusng dengan ketat dimana kedua klub sama-sama berambisi untuk bisa meraup poin penuh dipekan ini. Namun The Blues lebih diunggulkan memenangkan pertandingan dengan skor akhir 1-3.

 

 

(R)™

Riyad Mahrez sedang menanti lamaran dari As Roma

Leicester – Masih ada sisa waktu kurang lebih satu bulan menjelang penutupan jendela transfer Riyad Mahrez siap tinggalkan Leicester City, gelandang berdarah Aljazair kelahiran Francis ini sudah menyatakan keinginannya untuk pergi dimusim ini, bergabung dengan The Foxes selama empat musim sejak 2013-14 Mahrez tercatat sebagai satu dari pemain inti yang berjasa antarkan Leicester juarai Premier League 2015-16.

Hingga saat ini Mahrez sudah menjalankan 138 pertandingan kompetitif bersama Si Rubah dengan catatan prestasi mencetak sebanyak 35 goal berserta 25 assist, aksi pentasnya dilapangan selama menjadi tulang punggung pengantar sukses Leicester tentunya banyak menarik minat klub besar untuk merekrutnya, salah satu yang sudah bergerak untuk mencoba menariknya adalah As Roma.

Kabar angin klub raksasa asal ibukota Roma ini bahkan sudah 2 kali mengajukan penawaran dalam upaya mereka mendapatkan tandatangan gelandang 26 tahun ini, namun sayangnya kesepakatan kedua belah pihak masih belum tercapai dan kedua pinangan ini sudah ditolak oleh kubu The Foxes, Mahrezpun terpaksa harus bersabar dalam menanti kepastian terkait masa depannya.

“Saya tak bisa berbuat banyak terkait perundingan kedua pihak (klub), Roma klub yang sangat hebat menurut saya, jika bergabung dengannya saya yakin akan menjalankan sebuah pengalaman baru yang mengasyikan di Serie A, tapi sebelum tercapai kesepakatan saya tidak berkomentar banyak, Leicester sudah tau kalau saya ingin pergi dan saya hanya dapat menanti sebuah keputusan diambil” sebut Mahrez.

Mantan gelandang Le Havre yang lahir di kota Sarcelles Francis ini bercerita kalau sebenarnya keinginannya untuk hengkang sudah ada sejak musim panas tahun silam, namun keputusan yang dibuat dengan pemilik klub kala itu yakni Vichai Srivaddhanaprabha adalah memberi waktu satu musim kompetisi untuk kembali bertahan di King Power Stadium.

Alasan utama mereka masih larut dalam suasana kegembiraan usai raih gelar Premier League untuk yang pertama kali dan pertarungan di Liga Champions yang harus dijalankan, dan kini satu musimpun telah dilalui dengan hasil yang sedikit mengecewakan dimana mereka hampir saja tercampakkan dari persaingan Premier League, sempat masuk kezona degrarasi namun pada akhirnya mereka dapat kembali usai keputusan pergantian pelatih diambil, dengan total 44 point pada akhir musim Leicester berada diposisi ke 12 klasemen.

“Saya habiskan masa empat musim kompetisi di Leicester City, banyak pengalaman suka dan duka tak terlupakan dirasa, pengalaman tak terlupakan dan akan menjadi moment indah ketika kami berhasil persembahkan gelar juara untuk klub, pesta sudah usai dan saya ingin mencoba pengalaman baru diluar sana, saya harap keputusan saya ini tidak menyakiti pihak manapun dan dapat dimengerti” ucap pria Aljazair itu.

Masih ada waktu cukup panjang bagi Riyad Mahrez untuk menanti sebuah lamaran dari klub peminat yang tentunya bukan hanya As Roma saja, yang pasti Mahrez tidak akan menghabiskan waktunya di kota Leicester lagi untuk menjalankan kompetisi musim mendatang.

 

Juventus dan Leicester City pastikan diri kebabak 8 besar

UEFA – Lagi pelatih FC Porto Nuno Espirito Santo mengeluh permasalahan hukuman kartu merah yang diterima anak-anak asuhnya, ketika berlangsung di Dragao Stadio pada pertemuan pertama mereka bahkan sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke 27, Alex Telles diusir keluar lapangan dan Juventus pun kemudian bebas menjelajah dan menutup permainan dengan hasil 2 goal dalam jarak 2 menit (72’dan 74’).

Sementara dipertandingan dini hari tadi ketika pertandingan berlangsung di Turin lagi-lagi mereka dirugikan dengan kembali beredarnya satu kartu merah dalam pertandingan tersebut, kali ini Maxi Pereira harus diusir keluar lapangan pertandingan ketika pertandingan berjalan 40 menit, dia terlihat menyentuh bola tembakan dari Gonzalo Higuain didepan gawang.

Kiamat bagi Porto di ajang Liga Champions musim ini berawal dari hukuman kartu merah, Nuno katakan sebelumnya semua berjalan dengan baik ketika pasukannya memberikan perlawanan dan cukup menyulitkan para pemain depan The Old Ladys, namun semenjak kehilangan Maximiliano Pereira jalur pertandingan berubah.

“Kami tersandung kartu merah di dua pertandingan menentukan, dan itu membuat pengaruh buruk bagi kinerja tim, sayang sekali kami tidak beruntung untuk dapat bermain normal dilaga knock out ini, saya melihat anak-anak bermain dengan sangat baik dan tidak ada kesalahan, mereka bermain cukup seimbang dan saya yakin akan meraih kemenangan jika tidak ada permasalahan kartu merah” ucap pelatih berdarah Portugal itu.

Nuno Santo tetap memberikan apresiasi tertinggi untuk perjuangan anak-anak asuhnya yang walau kalah tapi mereka pulang tidak dengan kepala tertunduk, mereka mampu membuat kesulitan untuk Higuain dkk pada awalnya dan mampu juga membuat beberapa percobaan tembakan diawal, namun ketika tim kekurangan 1 sosok Pereira keadaan menjadi berubah drastis.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan, juga kepada para pemain kami, kalian sudah bermain sebagaimana yang saya harapkan, tentu saja hasil akan berbicara lain kalau dalam perjalanan pertandingan semua pemain utuh berlaga hingga akhir, kami akan mencoba lagi dimusim mendatang” imbuh Santo.

Juventus lolos kebabak berikutnya dengan jumlah aggregate 3-0, sementara di King Power Stadium Leicester City memenangkan leg kedua atas Sevilla dengan mengantongi 2 goal tanpa kebobolan, tertinggal dikandang Sevilla 2-1 dua pekan silam kawanan Rubah dari Leicester berhasil menjinakkan lawan mereka melalui goal dari Wes Morgan (27’) dan Marc Albrighton (54’).

Dengan aggregate 3-2 The Foxes berhasil membalikkan keadaan dan mendapatkan tiket terusan menuju kebabak perempatfinal, adalah prestasi luar biasa ketika mereka dapat kembali kejalur persaingan justru setelah pelatih berjasa Claudio Ranieri yang mengantarkan mereka kekompetisi Liga Champions ini dipecat.

Ini adalah fakta yang tak bisa ditolak, 3 pertandingan sudah berlalu dengan hasil kemenangan semenjak pelatih utama mereka mudik ke Italia, dipecat karena tim asuhannya gagal menang di Sevilla The Foxes kini dipegang asisten pelatih Craig Shakespeare dan Mike, meraih 2 kemenangan di Premier League yang salah satunya mengalahkan tim sekelas Liverpool, mereka melanjutkan lagi dengan memenangkan Liga Champions dalam laga balik kandang dini hari tadi.

Dua tim sudah kembali terseleksi yakni Juventus dan Leicester City untuk menemani 4 tim yang sudah terlebih dahulu memastikan diri lolos yakni Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen dan Borussia Dortmund, dini hari nanti 4 tim akan kembali beradu untuk mencari 2 pemenang yang layak lolos kebabak 8 besar mendatang.

As Monaco akan jalankan laga kruatial di Louis 2 Stade setelah mereka dikalahkan Citizen dipertandingan pertama dengan score 5-3 dua pekan silam, sedikitnya mereka harus mampu mencuri 2 goal kemenangan untuk dapat lolos dari babak 16 besar ini.

Sedangkan Atletico Madrid akan menjamu Leverkusen di Vicente Calderon Stadium, kemenangan 2-4 dikandang Leverkusen sedikit menguntungkan armada Diego Simeone, mencetak 4 goal dikandang lawan membuat mereka akan menjalankan laga lebih mudah dikandang sendiri dini hari nanti, cukup bermain imbang tanpa goal Los Colchoneros berhak mendapatkan tiket kebabak perempatfinal.

 

Goodbye Ranieri, akhirnya pelatih fenomenal ini dipecat

The Foxes – Buruknya penampilan dan hasil yang didapat Leicester City berujung insiden pemecatan sang pelatih fenomenal Claudio Ranieri, usai membuat kejutan dimusim silam dimana dia sukses membawa The Foxes menjuarai Premier League untuk kali pertamanya, dimusim berikut peruntungan Si Rubah berubah drastis dimana hingga pekan ke 25 kompetisi berlangsung mereka harus terdampar dipintu zona degrarasi dianak tangga ke 17.

Claudio Ranieri yang menyabet penghargaan sebagai pelatih terbaik ditahun 2016 mengalahkan para pelatih berkelas dunia lainnya seperti Pep Guardiola, Zidane, Luis Enrique bahkan Antonio Conte harus mengalami nasib buruk dilengserkan dari jabatannya hanya dalam kurun waktu tak lebih dari 9 bulan.

Jose Mourinho yang pernah merasakan hal serupa dimusim lalu turut memperlihatkan rasa simpati melalui akun pribadinya, “Untuk sahabatku Ranieri tetaplah tersenyum, selamat datang didunia nyata sepakbola, apapun yang terjadi tak ada seorangpun yang dapat menghapus catatan prestasi yang sudah kau goreskan dalam sejarah sepakbola ini, menjuarai Premier League dan meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik FIFA 2016 adalah bukti nyata”.

Dimusim 2014-15 Mourinho juga mencatat sejarah hampir serupa ketika dia berhasil antarkan Chelsea menjuarai Premier League lantas dimusim berikut diapun diberhentikan dari pekerjaannya dipertengahan musim kompetisi akibat hasil buruk yang didapat, tak ada cerita melihat record jasa dalam dunia nyata sepakbola, ketika anda meraih prestasi anda akan disanjung dan anda akan dicampakkan kemudian ketika hasil buruk didapat.

Sejarah membuktikan semuanya, tak ada yang abadi selain prestasi dan konsistensi kemenangan didunia sepakbola, Ranieri adalah contoh satu diantara sekian pelatih yang mengalami nasib tak jauh berbeda, tak ada rasa beban didada ketika konsekuensi dari hasil buruk pertandingan berakhir pemecatan terjadi.

Pihak managemen King Power Stadium belum menentukan dan menunjuk sosok pelatih pengganti yang akan mengisi kekosongan kursi Claudio Ranieri, untuk sementara Leicester City akan ditangani asisten pelatih yang sedang bertugas sampai pelatih baru didatangkan.

Frank Sinclair mantan bek Leicester City diera 1998-2004 menyayangkan insiden pemecatan Ranieri dan ikut berkomentar, menurutnya tidak lantas seorang pelatih harus dipermasalahkan dan tidak diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga keakhir musim kompetisi ketika hasil buruk didapat.

Menurutnya kesalahan bukan melulu ada diposisi seorang pelatih, semua kru dan pemain yang terlibat langsung ataupun tidak dilapangan pertandingan turut ambil bagian dari kekalahan, dosa hasil buruk tidak harus ditanggung oleh seorang pelatih semata, menurutnya adalah tidak adil untuk Claudio Ranieri yang sudah membuat sejarah bagi klub untuk diberhentikan secara tidak hormat ditengah perjalanan musim kompetisi.

“Saya pikir semua pemain juga memiliki andil besar dari hasil buruk yang didapat, ini adalah permainan tim jadi semua orang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk memenangkan sebuah pertandingan, ketika pelatih dijadikan kambing hitam itu adalah sesuatu hal yang tidak dapat diterima, bangkit dan jatuh adalah resiko sebuah kompetisi dan klub ini bukan berada diposisi ini untuk pertama kalinya, saya pernah menjadi bagian dari jatuh bangunnya klub ini” ujar sang mantan.

Sinclair justru mempertanyaakan semangat juang para pemain yang menurutnya menghilang dari apa yang sudah mereka perlihatkan dimusim lalu, menurutnya itu adalah fokus dan akar masalah tim sebenarnya dimusim ini, Ranieri sudah berkerja sebagaimana porsinya melatih dan memasang strategi dan menurutnya tidak ada yang salah dengannya, bek asal Jamaica kelahiran kota Lambert London ini menambahkan.

 

 

 

 

Jamie Vardy membuka goal pertamanya di ajang Liga Champions

Seville – Walaupun kalah dikandang Sevilla namun Jamie Vardy berhasil membobol gawang kubu tuan rumah, hasil akhir 2-1 masih membuka peluang bagi The Foxes untuk terus berada dalam kompetisi satu-satunya yang tersisa di Liga Champions ini, kawanan Rubah dari kota Leicester ini sudah tersisihkan didua kompetisi domestic Piala Liga Inggris dan juga FA Cup kemudian di Premier League mereka harus berjuang keras untuk tidak terdegrarasi diakhir musim nanti.

Dihadapan pendukung setia mereka Sevilla bermain dengan sangat aggresif semenjak pertandingan dimulai, hampir membuka kemenangan dimenit ke 14 ketika Clemen Turpin wasit pemimpin pertandingan menunjuk titik putih saat Wes Morgan menjatuhkan Joaquin Correa didalam kotak penaty.

Namun berkat kepiawaian Kasper Schmeichel eksekusi penalty yang dilakukan oleh Joaquin Correa dapat digagalkan, baru 11 menit kemudian sebuah sundulan yang dilakukan Pablo Sarabia menerima umpan dari Sergio Escudero berhasil membuka kemenangan untuk Sevilla, score 1-0 menutup pertandingan dibabak pertama.

Tempo pertandingan tidak menurun ketika memasuki babak kedua, para pemain Jorge Sampaoli benar-benar memaksimalkan pertandingan dikandang sendiri dengan terus mendominasi jalannya pertandingan, perbandingan persentase 68:32 adalah  angka yang tercatat dengan 20 upaya tendangan bola terjadi yang 8 darinya tepat mengarah gawang, sedang kubu si Rubah hanya mencatat 5 shooting kearah gawang dengan 2 tembakan on target.

Gagal membuat goal dari titik putih penalty pada akhirnya dapat dibayar tunai Joaquin Correa ketika dia berhasil menjaringkan bola kegawang Kasper dimenit ke 62, sebuah assist dari Stevan Jovetic mampu disempurnakan olehnya menjadikan goal kedua buat kemenangan Sevilla, 11 menit setelahnya giliran Jamie Vardy berhasil mencuri kesempatan mencetak goal manfaatkan assist dari Danny Drinkwater.

Top scorer The Foxes dimusim silam terlihat kesulitan mencari goal dimusim kali ini, usai antarkan rombongan Rubah juarai kompetisi Premier League musim lalu Jamie Vardy harus melewati masa paceklik goal, penantian sepanjang 748 menit pertandingan disegala ajang kompetisi untuknya kembali mencetak goal adalah sebuah penantian cukup panjang.

Selain membuka peluang bagi Leicester City dengan goal yang dihadirkannya di Stadium Ramon Sanchez Pizjuan dileg pertama ini, goal Jamie Vardy ini memiliki nilai sejarah tersendiri bagi striker kelahiran kota Sheffield Inggris ini dimana ini adalah untuk pertama kalinya dia mencetak goal dikompetisi Liga Champions.

“Goal ini sangat berarti bagi saya, ini adalah untuk pertama kalinya saya mampu mencetak goal dalam kompetisi dengan klub-klub terbaik didaratan Eropa, dan saya ingin katakan kalau goal ini saya persembahkan untuk anak saya Finley, dia selalu menjadi motivasi saya untuk tampil habis disetiap pertandingan untuk mendapatkan goal kemenangan” ujar Vardy.

Laga balik kandang berikut akan berlangsung di King Power Stadium pada pertengahan maret 2017 mendatang, pasukan Claudio Ranieri hanya butuh mencari 1 goal saja dipertandingan nanti untuk memastikan langkah mereka lolos kebabak 8 besar, pekerjaan yang tampaknya mudah tapi tim yang akan mereka hadapi adalah Sevilla dipenghuni posisi ketiga klasemen sementara La Liga saat ini.

 

Leicester City harus selamatkan FA Cup sebelum Premiership

King Power Stadium – Berada diposisi sulit saat ini Claudio Ranieri tak ingin mencari kambing hitam akar permasalahan yang kini dihadapi Leicester City, dirinya lebih fokus untuk memperjelas jati diri dan mencari kemana larinya kekuatan yang mereka miliki musim silam, 13 pertandingan tanpa kemenangan sudah cukup menjadi cambuk bagi seisi timnya.

Bermain imbang 2-2 di kandang Derby County di kancah FA Cup babak putaran keempat, dini hari nanti 9 February 2017 laga playoff balik kandang kembali harus mereka lakoni, semakin terpuruk di peta tangga klasemen sementara dimana mereka sudah berada dimulut zona degrarasi diposisi ke 16, tentunya Ranieri inginkan kemenangan dan tak ingin kehilangan asa yang masih tersedia diajang Piala FA.

Walau akan menghadapi tim penghuni kasta Championship boss asal Italiano itu tak berani memandang remeh bakal calon lawan mereka, bermain dikandang sendiri tentu saja The Foxes berada diatas angin dan lebih diunggulkan untuk memenangkan laga dan lolos, tapi hasil dipertandingan pertama membuat Ranieri mempersiapkan barisannya lebih matang jelang laga ini.

“Derby County bukan tim lemah, mereka bermain dengan penguasaan ball position yang cukup bagus dan bisa saja menyulitkan, walaupun mereka diliga Championship baru saja kalah dari Newcastle United tapi itu bukan ukuran kepastian bagi kami raih kemenangan dilaga nanti, saya yakin ini akan menjadi pertandingan yang cukup berat dan menyita energy lebih” ungkap pria berusia 65 tahun itu.

Tak perlu banyak goal untuk mengantarkan Si Rubah lolos kebabak selanjutnya dari FA Cup di King Power Stadium dini hari nanti, Claudio Ranieri hanya meminta 1 goal saja dari para pemainnya untuk memuluskan perjalanan mereka, namun menjaga gawang mereka dari kebobolan lebih diprioritaskannya.

“Sebenarnya sepakbola tidak terlalu rumit, hanya perlu satu kesempatan membuat goal maka semua persoalan akan teratasi, harus diakui akhir-akhir ini kami sedang kesulitan mendapatkan apa yang dibutuhkan dalam sepakbola yaitu goal, tapi masih ada  14 laga tersisa bagi kami untuk perbaiki keadaan, kami harus mengamankan dulu FA Cup sebelum kemudian berbenah untuk ajang kompetisi lainnya yang tersisa” imbuh Ranieri.

Diposisi ke 16 kini The Foxes hanya berselisih 1 point dengan Hull City diurutan ke 17 dan 2 point dari Suderland yang saat ini mendekam dianak tangga ke 18, beredar berita kalau kini Claudio Ranieri mulai kehilangan wibawanya diruang ganti, kabar menyebutkan kalau gerombolan Rubah dari Leicester City ini kini sudah tidak lagi rukun.

Tanggapi rumor miring ini Schmeichel kiper utama The Foxes asal Denmark memberikan klarifikasi, dikatakan kalau dirinya dan keseluruh squad siap berkerjasama untuk mengembalikan pamor mereka, sebagai tim juara bertahan posisi saat ini sungguh tidak dapat diterima dan memalukan.

“Tidak benar berita murahan itu, yang ada kami semua saat ini sedang menggalang kekuatan, jika dikatakan kalau kami kehilangan kepercayaan diri itu adalah wajar, tapi kami tidak pernah menyerah dan terus berupaya untuk kembali bangkit keperform terbaik seperti yang pernah kami perlihatkan” ujar putra dari matan kiper utama Manchester United Peter Schmeichel.

“Tidak ada satupun dari kami yang inginkan tim ini terdegrarasi itu saya jamin, kami semua siap berjuang hingga kepenghujung musim pertarungan, ini bukanlah kondisi nyaman bagi kami saat ini, kami menjuarai kompetisi musim lewat dan kami akan berikan  yang terbaik untuk tim ini” tutup Schmeichel.

 

 

Leicester City semakin dekat dengan zona degrarasi

King Power Stadium – Bermain dikandang sendiri di King Power Stadium malam tadi Leicester City kembali harus menelan kegagalan untuk kesekian kalinya, bertemu dengan laskar Setan Merah mereka harus kebobolan 3 goal yang membuat posisi sang juara bertahan semakin terpuruk ditangga klasemen sementara, saat ini The Foxes sudah berada diambang pintu degrarasi diposisi ke 16 menyisakan 14 laga pertandingan lagi menuju finish musim kompetisi.

Ketiga goal kemenangan untuk Manchester United dicetak masing-masing oleh Henrik Mkhitaryan dimenit ke 42 disusul goal kedua dari Zlatan Ibrahimovic selang 2 menit kemudian, babak pertama berakhir dengan score 0-2 untuk kemenangan pasukan Jose Mourinho, kemudian dibabak kedua Juan Mata menutup kemenangan dengan goalnya yang tercipta dimenit ke 49.

Si Rubah yang dimusim sebelumnya membuat kejutan dan mencetak sejarah sedang menghadapi permasalahan serius diperjalanan persaingan musim ini, mereka baru mengumpulkan total perolehan 21 point saja hingga 24 pekan kompetisi berjalan, dengan kekalahan dari Manchester United ini mereka sudah memasuki 13 pekan pertandingan kekalahan beruntun.

Sepertinya persaingan Claudio Ranieri diajang Premier League untuk musim ini sudah tamat, tidak ada harapan lagi baginya untuk mengembalikan kejayaan tim sebagaimana diperlihatkan dimusim lalu, tinggal satu harapan meraih trophy yang masih tersisa untuk diperjuangkannya yakni diajang Liga Champion dimana mereka sudah lolos kebabak 16 besar saat ini.

“Musim yang sulit ketika kekalahan panjang sudah menghantui mental para pemain kami, masih ada 15 pekan pertandingan bagi kami untuk memperbaiki keadaan, kemenangan saat ini sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain kami dan saya harus fokus untuk itu” ucap pelatih asal Italia itu.

Ketiga tim penghuni papan bawah yang sedang berjuang untuk menghindari posisi zona degrarasi yakni Middlesbrough (posisi 15) Leicester City (posisi 16) dan Swansea City (posisi 17) memiliki koleksi nilai sama 21 point, jika Middlesbrough sudah menjalankan 24 laga pertandingan Leicester City dan Swansea City baru melalui 23 laga pertandingan saja.

Sementara The Foxes sedang berjuang keras melepaskan diri dari jeratan degrarasi Manchester United dan Manchester City berhasil menambah 3 point kemenangan dipekan bersamaan, Mancheste City berhasil membekuk Swansea City dengan kemenangan 2-1, kemenangan ini menggeser posisi Citizen naik 2 peringkat keposisi ketiga dalam tangga klasemen sementara menggeser Arsenal dan Liverpool.

Arsenal (47 point) yang kehilangan nilai dipekan ini ketika mereka dikalahkan Chelsea di Stamford Bridge dan Liverpool (46 point) yang juga mengalami nasib serupa kala bertandang kemarkas Hull City terpaksa harus rela dilangkahi Manchester City (49 point).