Jose di ganjar kontrak baru bersama Manchester United

Belum genap satu pekan sejak resmi di umumkan nya perekutan Alexis Sanchesz yang resmi berseragam Manchester United di mana United yang kini resmi mengumumkan akan perpanjangan kontrak sang manager Mereka Jose Mourinho yang di mana sang pelatih di ganjar kontrak baru yang berdurasi 2 musim kedepan di mana yang berarti kontrak tersebut yang akan berakhir di akhir musim 2020 mendatang plus opsi perpanjangan kontrak satu musim lebih lama

meski Manchester United yang saat ini masih berada di posisi ke dua dengan baru meraih 16 kali kemenangan dan 5 kali hasil imbang membuat tim yang berjulukan setan merah tersebut yang mengumpulkan 53 point dan tertinggal 12 point dari rival satu kota nya mereka Manchester City yang menduduki posisi puncak dengan meraih 65 point saat ini

meski begitu Management yang cukup puas dengan apa yang telah di berikan oleh mantan pelatih Real Madrid tersebut dengan berhasil menyumbangkan 3 buah pengharagaan pada klub Manchester United di debut nya pada musim pertama di mana Mourinho yang membawa United meraih juara Community Shield, pialα liga dan juga juara Liga eropa yang pertama bagi Manchester united dalam sejarah mereka

“tentu nya merupakan sebuah hal yang bagus bagi United memiliki pelatih sekelas Jose Mourinho, dia yang telah menujukan bagaimana kwalitas yang di milikinya dengan membawa klub meraih 3 penghargaan dalam satu musim dan hal itu tentunya cukup memuaskan bagi Manchester United ”

“Diri nya yang berhasil menghadirkan énergi Positif ke dalam squad sehingga kami tentunya tidak perlu berpikir dua kali untuk menawarkan nya sebuah kontrak baru agar Mourinho lebih bersemangat untuk membawa United meraih hasil yang lebih baik lagi di masa yang akan datang “tutup perwakilan United

hal tersebut tentunya membuat Mourinho sendiri cukup senang dengan kontrak baru yang di berikan kepada diri nya di mana sang pelatih tersebut mengungkapkan bahwa diri nya yang merasa cukup térhormat dan juga berterima kasih kepada seluruh jajaran klub yang telah memberikan nya kesempan untuk bisa terus melatih Klub sekelas Manchester United saat ini

Manchester United sendiri yang di ketahui baru saja sukses meraih kemenangan besar setelah mereka yang mengunjugi markas besar Yeovil Town dengan kedudukan 0 – 4 tanpa balas di laga tersebtu dan pasukan setan merah sendiri tenggah mempersiapkan untuk menghapi Tottenham pada 1 Februari mendatang

Ryan Giggs sebut tak ada yang mampu menghadang MU

Old Trafford – Memprediksikan peta kekuatan Manchester United di masa kepemimpinan The Special One Jose Mourinho, mantan gelandang The Red Devils diera 1990-2014 Ryan Giggs sangat optimis kalau laju pasukan Setan Merah akan sangat sulit dihentikan rival-rivalnya dimusim ini, dua pekan pembuka dengan hasil sama 4 goal adalah signal kuat yang dikirim pelatih asal Portugal itu kepada para pesaingnya untuk menjadi perhatian.

Giggs saat ini masih menjabat sebagai salah satu assisten pelatih Mourinho yang selain itu juga memiliki kesibukan disalah satu stasium televisi olahraga Sky Sport, memulai musim kompetisi dengan berlari kencang Manchester United mematahkan prediksi awal sebelum persaingan berguling, Manchester City tetangga mereka digadang-gadang akan menjadi satu tim terkuat dimusim kompetisi baru dan menjadi kandidat teratas dalam hal menjuarai Premier League ternyata masih kesulitan berkelit didua pertandingan awal.

“Saya rasa gebrakan Mourinho dimusim ini akan sulit dihentikan, tak salah dia memiliki panggilan lain sebagai The Special One, dia benar-benar mampu mempertontonkan kalau dirinya lain dari yang lain dan pantas disebut special, dia mampu membaca situasi dimusim pertama dan kemudian memperbaikinya dimusim kedua, namun masih terlalu awal kalau saya katakan kami akan menjuarai kompetisi musim kali ini” tutur pria berusia 43 tahun itu.

Datangnya Romelu Lukaku membawa dampak positive dalam permainan tim dikubu Setan Merah, tak percuma dia dihadirkan Jose Mourinho dengan menghabiskan dana tidak sedikit, tercatat dalam dua pertandingan dia sudah menyumbangkan 3 goal dari 8 goal yang tercipta, selain itu ada nama Anthony Martial, Eric Baily dan juga Paul Pogba sebagai penyumbang goal lainnya didua laga berlalu.

Pengalaman para pasukan yang dimiliki Jose Mourinho saat ini adalah salah satu sisi kelebihan yang dimilikinya menurut Giggs, hingga dua pertandingan berlalu dengan hasil menakjubkan didapat Mourinho masih belum menurunkan kekuatan penuh dari squadnya, Ashley Young dan Michael Carrick masih menanti giliran untuk dimainkan menyusul banyaknya persediaan pemain yang masih jalankan masa ujicoba diawal musim.

“Banyak pemain disini yang memiliki naluri mencetak goal seperti Juan Mata, Marcus Rashford juga Henrikh Mkhitaryan, dan mereka masih ditunggu aksinya sepanjang musim menjelang, sejauh ini Mkhitaryan masih belum memperlihatkan permainan maksimal sebagaimana ketika dia bermain di Dortmund, namun setidaknya dia sudah membuat 4 assist sejauh ini dan itu adalah tanda positif darinya” tambah Giggs.

Membandingkan kekuatan dua klub penghuni kota Manchester yang dua-duanya memiliki kekuatan diatas rata-rata, Giggs menilai kalau squad The Red Devils sedikit lebih unggul dalam hal kesimbangan team work, setidaknya itulah gambaran yang diberikan pria kelahiran kota Canton Cardiff Wales terkait peta kekuatan kedua kubu dimusim 2017-18 ini.

 

 

Jose Mourinho mulai menjajaki armada baru dimasa pramusim

The Red Devils – Dengan penambahan dua armada baru Jose Mourinho mulai menjajaki kekuatan squad barunya untuk menempuh persaingan musim baru nanti, Victor Lindelof center bek nya Benfica dan Romelu Lukaku manta striker Chelsea yang didatangkan dari Everton adalah dua serdadu yang baru mendarat di Old Trafford jelang masa pergantian musim.

Datangkan Lindelof bek belia yang masih berusia 22 tahun itu kubu managemen mengeluarkan dana sebesar € 40 juta untuk kesepakatan kontrak kerja selama 4musim kompetisi, diberi nomor punggung 2 pria kelahiran Vasteras Swedia yang akan merayakan ulang tahunnya besok 17 july 2017 ini akan mendapat tugas penting dibarisan belakang yang akan dibentuk The Special One dimusim baru nanti.

Sementara mantan anak buahnya ketika memimpin Chelsea dulu Romelu Lukaku mendapat kehormatan untuk memakai nomor punggung 9 yang ditinggalkan Zlatan Ibrahimovic, disiapkan untuk mengganti peran Ibra striker berkebangsaan Belgium ini diharap dapat segera beradaptasi dengan barisan Setan Merah dimasa-masa pramusim saat ini.

Ditebus dari Everton dengan nilai transfer yang cukup terbilang tinggi yakni 75 juta poundsterling striker yang lahir di Antwerp Belgium 24 tahun silam ini  diikat dengan kontrak 5 musim kompetisi, sebagai pemain yang mendapat anugerah penghargaan dari PFA pada tanggal 20 april 2017 lalu sebagai Player Of The Year, Young Player Of The Year dan juga sebagai PFA Team of The Year tentunya Mourinho menaruh harapan besar kepadanya untuk dapat menjadi mesin goal bagi Manchester United.

Terkait nomor punggung keramat 7 dan 10 hingga kini masih disimpan, tak sembarangan orang dapat mewarisi nomor punggung yang diagungkan The R

ed Devils, mereka yang pernah mendapat kehormatan untuk memakai nomor punggung 7 antara lain George Best, Eric Cantona, David  Becham dan Cristiano Ronaldo, sedangkan nomor punggung 10 milik  Wayne Rooney untuk sementara masih digantung dan belum menemukan pemain yang pantas untuk memakainya.

Dimusim pertamanya Jose Mourinho memang tidak mencatat prestasi yang muluk ketika mereka gagal raih gelar Premier League bahkan harus akhiri musim dengan hanya menempati posisi keenam dipeta klasemen, beruntung mereka mampu memenangkan kompetisi di Liga Eropa yang memberikan mereka kesempatan untuk berlaga di Liga Champions pada musim akan jelang.

Selain memboyong trophy Liga Eropa didebut musimnya Jose Mourinho juga meraih dua trophy lain yakni trophy Liga Inggris dan trophy Community Shield, mengevalusi hasil yang didapat dan ketatnya persaingan dimusim lalu tentunya Mourinho akan lebih konsen untuk persiapkan armada guna bertarung dimusim depan terlebih ketika mereka akan membagi konsentrasi dengan persaingan di Liga Champions nantinya.

Masa pramusim ujicoba pertandingan sudah dimulai tadi malam 16 july 2017 dimana Mou menguji squad nya dengan pasukan Los Angeles Galaxy, bertempat di Stadium StubHub Center pasukan The Red Devils akhiri pertandingan dengan score kemenangan 2-5, Romelu Lukaku dan Marcus Rashford tampaknya menjadi objek ujicoba ketajaman klub yang ditargetkan sang pelatih asal Portugal itu.

Kedua striker muda ini dimainkan secara terpisah dilaga tersebut, Marcus Rashford dimainkan di 45 menit babak pertama sedangkan Romelu Lukaku mendapat jatah bermain di 45 menit berikutnya.

“Saya ingin memadu keduanya dipercobaan pertandingan lainnya, kedaunya hari ini bermain dengan luarbiasa dan saya akan memaksimalkannya dipertandingan sesungguhnya nanti, banyak yang bilang padaku Marcus tak bisa diandalkan tapi apa yang dipertontonkannya dimusim baru lewat berkata lain, dia memperlihatkan warnanya sendiri” ucap Mourinho.

Musim lalu Rashford terlibat dalam 53 pertandingan kompetitif, 11 goal dicetaknya dengan 6 assist menunjukkan kalau mantan alumni akademi Manchester United ini memang pantas untuk diperhitungkan diberi peran.

Aksi kombinasi kedua striker ini dinanti dimusim mendatang untuk membawa Manchester United meraih target juara Premier League sekaligus tentunya Liga Champions, masih dinanti adaptasi kedua striker tersebut untuk menyatu dalam permainan yang diingikan Jose mourinho.

 

 

 

Victor Lindelof bek muda baru penghuni Old Trafford

Old Trafford – Sang Manajer setan merah Jose Mourinho menekankan bahwa betapa pentingnya seorang pemain tahu bahwa bagaimana cara untuk menang. Jika hal itu tidak ada di diri pemainnya, maka musim yang akan datang akan sama saja.

Bersama dengan tim setan merah Mourinho akhiri musim pertamanya dengan memenangi dua gelar, yakni Piala Liga Inggris dan juga Liga Eropa. Dua trofi ini menunjukkan kesiapan hati Jose Mourinho untuk mempersiapkan setan merah agar dapat menjadi lebih matang sudah terbukti.

“Di United saya bisa menemukan diriku bersama pemain yang tidak tahu bagaimana cara untuk menang, kecuali mereka yang sudah terbiasa di era Sir Alex Ferguson,” ucap Mourinho.

Mengamati perform armadanya dimusim lewat Mourinho cukup merasa puas dengan barisan belakangnya yang memperlihatkan kekokohan dan solid dengan hanya kebobolan untuk 29 goal saja sepanjang musim, hanya berselisih 3 goal saja dari Tottenham Hotspur yang paling sedikit kebobolan dengan 26 goal.

Apa yang dibutuhkan The Special One untuk membuat The Red Devils kian disegani dimusim mendatang menurut mantan gelandang United Bryan Robson adalah memperbaiki sisi serang barisan Setan Merah, total 69 goal yang tercipta sepanjang musim kompetisi adalah sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan dibanding perolehan 93 goal dari sang juara Chelsea.

Tak heran kini sejumlah nama pemain depan masuk dalam agenda perburuan yang dikaitkan dalam perburuan Jose Mourinho, disebut-sebut Ivan Perisic, Alvaro Morata menempati urutan teratas stok nama pemain yang diupayakan untuk mendarat di Old Trafford.

“Gaya Jose Mourinho dalam melatih sudah tidak diragukan lagi, ketika datang musim lalu dia hanya menambah 4 nama baru untuk dijadikan squadnya, dan kita melihat hasil yang cukup memuaskan walau banyak pertandingan dengan hasil imbang didapat (15 kali) namun mereka Cuma tercatat kalah untuk 5 kali saja dari 38 pekan pertandingan yang digelar” ucap Robson.

Saat ini pihak managemen Old Trafford sudah menyepakati dengan pihak Benfica guna merampungkan transfer terkait pemain belakang mereka Victor Lindelof, usia 22 tahun center bek kelahiran kota Vasteras Sweden sebenarnya sudah diincer Mourinho semenjak musim transfer bulan januari silam, namun baru dipergantian musim saat ini transfer dilanjutkan.

Didatangkannya Lindelof sangat urgent ketika banyak permasalahan pemain belakang menjadi issue penting akhir-akhir ini,  Marcos Rojo masih berkutit dengan cedera yang belum bisa dipastikan kapan akan kembali merumput, sedangkan Phil Jones, Luke Shaw dan Chris Smalling belum memastikan diri apakah akan terus menjadi bagian dari keluarga besar Setan Merah atau minggat dimusim mendatang.

Menanti hasil medical chekup dan perizinan kerja International kabarnya transfer terkait pemuda swedia ini menyedot dana tak kurang dari € 35 juta, aksi Jose Mourinho dimusim kedua sangat ditunggu ketika dirinya akan membawa pasukan Setan Merah beradu di ajang Liga Champions, bagaimana dirinya bermanuver di bursa transfer untuk dapatkan tenaga ideal untuk dipasangkan dalam squadnya kita akan nantikan.

 

 

 

Manchester United atau Ajax juara Liga Eropa 2017 ?

Friends Arena – Kelayakan Jose Mourinho memimpin pasukan Setan Merah benar-benar akan diuji dini hari nanti 25 mei 2017, jalani debut musimnya melatih di Old Trafford kinerja dan sepak terjang The Special One tak terlalu memukau pihak managemen dan para pendukung fanatik The Red Devils ketika mereka habiskan musim dibawah posisi 5 besar, dengan hanya menyimpan 69 point Manchester United terpaksa harus puas berada diposisi keenam dan melupakan persaingan antar klub Eropa musim mendatang.

Tentu saja hasil ini sangat mengecewakan ketika target yang disematkan dipundak Jose Mourinho tak kesampaian, tapi tunggu dulu….perjuangan kawanan Rooney dan pelatih asal Portugal ini belum benar-benar tamat ketika mereka kini masih berpeluang untuk ikut kompetisi Liga Champions melalui pintu kejuaraan dilaga final Liga Eropa musim ini.

Bertempat di Friends Arena, Solna Stockholm Swedia yang mana adalah tempatnya negara asal Ibrahimovic pertandingan puncak Liga Eropa musim ini akan berlaku, adapun tim yang akan menjadi penantang mereka kali ini adalah Ajax Amsterdam wakil dari Eredivisie Belanda, tidak ada jalan lain lagi kecuali memenangkan pertandingan jika Jose Mourinho inginkan target berlaga di Liga Champions musim depan didapat.

Jika melihat isi armada kedua tim dapat dikatakan kalau Ajax Masterdam memiliki peluang lebih baik untuk memenangkan laga ini, dari perbandingan jejak record perjalanan kedua tim  hingga menginjak kelaga pamungkas terlihat perbedaan kedua kubu, Ajax banyak mempertontonkan kejutan demi kejutan dibabak-babak penyisihan dibanding Manchester United yang tampak melaju monoton tanpa ledakan ledakan.

Diisi banyak darah muda Ajax Amsterdam dibawah pelatih Peter Bosz tembus ke persaingan Liga Eropa ketika mereka sudah tersingkir dari kompetisi Liga Champions, didalam perjalannya mereka banyak menyingkirkan tim-tim raksasa, Schalke 04 yang ditekuk dilaga perempatfinal kemudian Lyon ditumbangkan dilaga semifinal.

Lupakan perjalanan berliku yang sudah dilalui kedua tim hingga tiba dilaga final, catatan 5 pertandingan yang pernah dilalui kedua tim di ajang persaingan Eropa menyimpan data hasil berimbang, keduanya tercatat pernah menang untuk 2 kali kemudian 1 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Mungkin satu yang menjadi data kelebihan Manchester United dalam menjalankan laga menghadapi Ajax Amsterdam kali ini adalah raport biru sang pelatih Jose Mourinho, selama memimpin klub sebelumnya Mou tercatat pernah 6 kali beradu dengan Ajax Amsterdam dengan tingkat kesuksesan penuh menangkan laga.

Laga ini adalah laga yang teramat penting bagi Jose Mourinho dan pasukannya untuk dimenangkan, ini bukan lagi bicara gengsinya sebuah trophy bernama Liga Eropa, tapi yang tersimpan dibalik kemenangan yang diharapkan ini adalah tiket menuju ke Liga Champions musim depan, jika saja gagal didapat rasa-rasanya Jose Mourinho akan dalam situasi yang sangat sulit terkait masa depannya di Old Traffoed.

Satu yang menjadi permasalahan Jose Mourinho adalah absennya Ibrahimovic yang masih harus berurusan dengan ruang perawatan akibat cedera ligamen lututnya, satu-satunya harapan kini bertumpu pada sosok Marcus Rashford yang cukup oke  tampil dikompetisi antar klub Eropa musim ini, dari 10 goal yang didapat 6 darinya adalah berkat sentuhan Rashford dimana 2 goal langsung dicetaknya dengan 4 sisanya adalah berkat assist darinya.

Kedua tim memiliki catatan dan keunggulan masing-masing, dengan semangat berbeda kedua tim akan mencoba untuk membawa pulang trohy kebanggaan kemarkas masing-masing, Manchester United menyongsong laga final dengan catatan 7 kemenangan dan 3 hasil laga imbang di 10 pertandingan tak terkalahkan terakhir diajang persaingan Eropa, Ajax bersemangat untuk memenangkan trophy pertama mereka diajang Liga Eropa.

Final Liga Eropa pertemukan Ajax dan Manchester United

Liga Eropa – Dini hari barusan 12 mei 2017 dua tim memastikan diri lolos kebabak final perseteruan antar klub Liga Eropa, di Old Trafford rombongan Manchester United memastikan diri melangkah ke Stockholm usai bermain imbang 1-1 dengan wakil dari Spanyol Celta Vigo, hasil aggregate 2-1 memastikan langkah pasukan Jose Mourinho untuk mencoba meraih gelar ketiga mereka dimusim ini.

Sementara Ajax Amsterdam yang dipertandingan pertama menang 4-1 kala bertandingan dirumah sendiri di Amsterdam Arena pekan silam, kala berbalik kandang dini hari tadi ke Stade Gerland dikota Lyon hampir saja tertahan ketika mereka akhiri pertandingan dengan kekalahan 3-1, unggul jumlah Aggregate 5-4 antarkan mereka tembus kebabak pamungkas Liga Eropa yang akan berlangsung di kota Stockholm.

Sebagai wakil dari liga Eredivisie liga kasta tertinggi di Belanda, Ajax Amsterdam adalah salah satu klub yang paling disegani dalam kompetisi, mereka memiliki catatan apik dipersaingan antar klub daratan Eropa dengan 4 kali menjuarai kompetisi Liga Champions, menjuarai Piala UEFA dan Winners masing-masing untuk 1 kali kemudian 2 kali menggondol trophy Super Eropa Cup.

Tentu saja segudang prestasi tersebut tak berbanding lurus ketika mereka sudah puasa gelar dipentas Eropa untuk kurun lebih dari 2 dekade, terdata terakhir sekali mereka berjaya membawa pulang Piala Champions ke Amsterdam Arena adalah ketika dimusim kompetisi 1995 lalu, baru kembali dimusim ini mereka mampu masuk kebabak pamungkas untuk berbicara ditingkat Eropa.

Gembiranya kubu Amsterdam terlihat dari cuitan mereka di lembar sosmed resmi klub Ajax, “Hallo Stockholm kami datang, Hallo Manchester United, Hallo Ibrahimovic, Hallo Daley Blind” begitulah bunyi special yang dipasang, tak heran kedua nama pemain top Setan Merah tersebut disebut ketika keduanya adalah mantan perajurit Ajax diera berbeda, Ibra (2001-04) Daley Blind (2008-14).

Tegur sapa yang dilepas situs resmi Ajax di Twiter pun mendapat balasan hangat dari situs resmi Manchester United dengan tulisan singkat “Sampai bertemu di Stockholm, Ajax Amsterdam”, keduanya akan saling beradu pada tanggal 24 mei 2017 dua pekan mendatang bertempat di Friends Arena-Solna kandangnya AIK di kota Stockholm di Swedia.

Sejak tahun 1976 hingga saat ini kedua tim sudah pernah bertemu untuk 4 kali dipanggung turnamen antar klub didaratan Eropa, hasil berimbang 2 kali menang dan 2 kali kalah dirasakan kedua klub dalam 4 pertemuan tersebut, Ajax Amsterdam tercatat lebih baik ketika mereka pernah menjuarai ajang Liga Eropa ditahun 1991-92 yang kala itu masih bernama Piala UEFA sedangkan Manchester united belum pernah.

Jose Mourinho katakan kalau laga final nanti adalah pertemuan  antara dua monster yang sudah lapar dan haus untuk membawa pulang Piala dipentas Eropa, Manchester United sebagai salah satu raksasa dengan 20 kali menjuarai kompetisi Premier League dan 3 kali memenangkan Piala Liga Champions akan berhadapan dengan Ajax yang tak kurang gahar dengan 33 catatan menjuarai Eredivisie dengan 4 kali juara Liga Champions dan 1 kali menjuarai Piala Liga Eropa.

“Dua monster lain lubuk dan prestasi akan membuktikan diri di Liga Eropa, kedua klub memiliki history perjalanan menakjubkan, beradu dibabak final selalu akan sangat menyenangkan, apalagi final partai besar sekelas Liga Eropa yang mana sangat mengandung arti perjuangan untuk menang bagi kami demi meneruskan kepersaingan Liga Champions musim mendatang” ucap The Special One.

Pria asal Portugal ini sudah pasti akan lebih memprioritaskan pertarungan final di laga puncak Liga Eropa, ketimbang memperjuangkan posisi ditangga klasemen Premier League dimana saat ini mereka berada diurutan kelima, menjuarai Liga Eropa adalah pintu menuju kekompetisi Liga Champions musim mendatang dan itu adalah target yang dipasangkan kepundak Jose Mourinho sejak dirinya didatangkan.

“Tidak ada yang lebih baik dari pada memenangkan trophy Liga Eropa, ketika kami secara tidak langsung akan bersentuhan dengan Piala Super Eropa yang akan berlangsung dibulan Agustus mendatang, dan otomatis masuk kekompetisi Liga Champions musim depan, jadi pertandingan di Stockholm sangat penting bagi kami untuk dimenangkan” tutup Mourinho.

Jose Mourinho optimis finish kompetisi diposisi 4 besar

Old Trafford – Ketatnya persaingan di Premier League musim ini membuat Manchester United sedikit kesulitan, walau mendapatkan hasil pertandingan 17 pekan tak terkalahkan mereka masih saja berkutit diurutan ke 6 dalam tangga klasemen sementara, namun Jose Mourinho optimis kalau mereka akan finish musim seburuknya mendapatkan tiket bertarung diajang liga persaingan antar klub Eropa musim depan.

Sejak terakhir sekali dikalahkan mantan tim asuhannya Chelsea dengan score telak 0-4 pada akhir bulan oktober 2016 silam para laskar Setan Merah tak lagi alami kekalahan, terdata 9 kemenangan dengan 8 hasil pertandingan imbang dirangkum Wayne Rooney dkk, dengan record tidak buruk tersebut The Red Devils masih belum mampu menembus ambang batas 5 besar dalam kompetisi.

Sementara gejolak diposisi 5 besar terus bergerak disetiap minggu dimana Spurs, Manchester City, Arsenal dan Liverpool yang berada diatas mereka terus berganti-ganti posisi, jika saja dipertandingan terakhir kala menjamu Bournemouth para petarung Jose Mourinho tidak lengah dan memetik angka penuh mereka dipastikan sudah masuk dalam posisi 5 besar.

Sayangnya kesempatan emas bagi mereka berlalu begitu saja ketika Rooney dkk tidak mampu mengatasi tamu mereka yang notabene bukanlah lawan setimpal, bahkan diuntungkan dengan jumlah pemain ketika wasit memberikan kartu merah untuk kubu Bournemouth, Manchester United yang justru tertinggal terlebih dahulu hanya mampu akhiri laga dengan hasil sama kuat 1-1.

Masih ada 11 laga untuk dilalui, jika The Special One dapat menjaga konsistensi kemenangan armadanya disisa pertandingan sangat memungkinkan kalau Manchester United akan akhiri musim dengan berada dizona persaingan Liga Champions atau seburuknya di zona Liga Eropa musim mendatang, mereka bukan lagi berada dalam kapasitas dan prioritas merebut gelar Premier League dimusim ini yang didominasi oleh Chelsea.

Total dari 27 pekan pertandingan berlalu Manchester United baru menjalankan 26 laga dan menyisakan 1 pertandingan tunda hadapi Manchester City, Jose Mourinho sejauh ini baru memberikan hasil 13 kemenangan dengan 10 kali pertandingan seri dan 3 kali kekalahan di laga yang sudah dilakoni, dari catatan 10 kali hasil imbang 7 darinya terjadi ketika The Red Devils bermain dikandang sendiri.

Setan Merah adalah tim yang memiliki catatan hasil seri terbanyak dalam kompetisi selain Middlesbrough (10 hasil pertandingan imbang), ironiknya justru dilaga kandang dimana seharusnya mereka lebih berpeluang meraih 3 point kemenangan, justru terpaksa mereka harus berbagi point dengan lawan mereka yang notabene adalah tim-tim lemah seperti Hull City, Stoke City, Burnley dan terakhir Bournemouth.

“Adalah kenyataan kalau kami banyak kehilangan point kala dirumah sendiri, seharusnya jika itu tidak terjadi saya yakin saat ini kami sudah berada dalam persaingan ketat diposisi 5 besar, tapi inilah kenyataan yang harus kami hadapi, tapi saya pastikan kalau kami tidak lama lagi akan berada dalam posisi empat besar dan akhiri musim diposisi zona Liga Champions” terang Mourinho.

 

 

 

Jose Mourinho diincer Real Madrid dan Inter Milan

Manchester – Jose Mourinho memang pelatih fenomenal dan pantas disebut The Special One disatu musim dia berhasil meraih gelar kejuaraan, dimusim berikutnya dia harus mengalami peristiwa pemecatan dan dimusim berikutnya lagi dia kembali bangkit, itulah perjalanan pria asal Portugal ini didunia managemen klub didaratan Eropa, dia pernah sukses mengawal beberapa klub raksasa seperti Real Madrid juga Inter Milan.

Jalankan musim yang terbilang sukses Jose Mourinho sudah persembahkan satu trophy untuk The Red Devils usai ditugaskan mengisi posisi Louis Van Gaal, mengalahkan Southampton dengan score 3-2 dilaga final ajang Liga Inggris Cup (EFL Cup) Mourinho mengoleksi trophy pertamanya di Old Trafford.

Walau di klasemen sementara Premier League posisi Manchester United tidak bagus-bagus amat, dimana mereka menempati anak tangga ke 6 menyisakan 12 pekan pertandingan lagi jelang akhir musim, pelatih yang dipecat Chelsea ini kabarnya sedang kebanjiran peminat yang inginkan jasanya dimusim mendatang.

Dua nama yang sudah digossipkan sudah menanti The Special One jomblo dari pekerjaannya adalah Real Madrid dan Inter Milan, kebetulan kedua tim ini sudah pernah merasakan sentuhan tangan pelatih berusia 54 t ahun ini, dia pernah memberikan gelar Piala Liga Champions untuk Inter Milan dimusim 2010 kemudian dia juga pernah memenangkan gelar La Liga untuk Madrid dimusim 2012.

Namun tampaknya pihak Old Trafford tidak ingin secepat itu memutus hubungan kerja dengan Mou, mereka masih menanti sepak terjang pelatih eksentrik ini untuk mengoleksi piala lainnya, kalaupun tidak dapat memenangkan gelar Premier League diakhir musim nanti setidaknya mereka mengharap pelatih Portugal ini dapat antarkan pasukan Setan Merah untuk beradu diajang Liga Champions.

“Saya mendengar semua issue tentang keinginan klub untuk memanggil saya kembali, tapi saya harus katakan kalau saat ini pekerjaan saya disini baru saja dimulai, saya berterima kasih jika memang saya dibutuhkan tapi saya belum memiliki rencana lebih jauh tentang masa depan saya, untuk sekarang saya sedang jalankan musim baik disini” kata Mourinho.

Pernah melatih Inter Milan, Real Madrid dan Chelsea pria kelahiran 26 january 1963 ini merasakan perbedaan yang menyolok di Manchester, nuansa para supporter fanatik Manchester dirasakan sangat special dan adalah yang terbaik dibanding dengan para supporter tim-tim yang pernah dilatihnya dulu.

“Saya melihat gairah luarbiasa dari para holligan The Red Devils yang tidak saya temui ditempat lain, para supporter selalu siap memberikan dukungan penuh tidak perduli jika kami sedang hadapi masa sulit sekalipun, mereka selalu akan memenuhi stadium pertandingan dan membuat gemuruh di tribun penonton setiap kami berhasil membobol gawang lawan” ucap Mourinho.

 

 

 

 

Goodbye Ranieri, akhirnya pelatih fenomenal ini dipecat

The Foxes – Buruknya penampilan dan hasil yang didapat Leicester City berujung insiden pemecatan sang pelatih fenomenal Claudio Ranieri, usai membuat kejutan dimusim silam dimana dia sukses membawa The Foxes menjuarai Premier League untuk kali pertamanya, dimusim berikut peruntungan Si Rubah berubah drastis dimana hingga pekan ke 25 kompetisi berlangsung mereka harus terdampar dipintu zona degrarasi dianak tangga ke 17.

Claudio Ranieri yang menyabet penghargaan sebagai pelatih terbaik ditahun 2016 mengalahkan para pelatih berkelas dunia lainnya seperti Pep Guardiola, Zidane, Luis Enrique bahkan Antonio Conte harus mengalami nasib buruk dilengserkan dari jabatannya hanya dalam kurun waktu tak lebih dari 9 bulan.

Jose Mourinho yang pernah merasakan hal serupa dimusim lalu turut memperlihatkan rasa simpati melalui akun pribadinya, “Untuk sahabatku Ranieri tetaplah tersenyum, selamat datang didunia nyata sepakbola, apapun yang terjadi tak ada seorangpun yang dapat menghapus catatan prestasi yang sudah kau goreskan dalam sejarah sepakbola ini, menjuarai Premier League dan meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik FIFA 2016 adalah bukti nyata”.

Dimusim 2014-15 Mourinho juga mencatat sejarah hampir serupa ketika dia berhasil antarkan Chelsea menjuarai Premier League lantas dimusim berikut diapun diberhentikan dari pekerjaannya dipertengahan musim kompetisi akibat hasil buruk yang didapat, tak ada cerita melihat record jasa dalam dunia nyata sepakbola, ketika anda meraih prestasi anda akan disanjung dan anda akan dicampakkan kemudian ketika hasil buruk didapat.

Sejarah membuktikan semuanya, tak ada yang abadi selain prestasi dan konsistensi kemenangan didunia sepakbola, Ranieri adalah contoh satu diantara sekian pelatih yang mengalami nasib tak jauh berbeda, tak ada rasa beban didada ketika konsekuensi dari hasil buruk pertandingan berakhir pemecatan terjadi.

Pihak managemen King Power Stadium belum menentukan dan menunjuk sosok pelatih pengganti yang akan mengisi kekosongan kursi Claudio Ranieri, untuk sementara Leicester City akan ditangani asisten pelatih yang sedang bertugas sampai pelatih baru didatangkan.

Frank Sinclair mantan bek Leicester City diera 1998-2004 menyayangkan insiden pemecatan Ranieri dan ikut berkomentar, menurutnya tidak lantas seorang pelatih harus dipermasalahkan dan tidak diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga keakhir musim kompetisi ketika hasil buruk didapat.

Menurutnya kesalahan bukan melulu ada diposisi seorang pelatih, semua kru dan pemain yang terlibat langsung ataupun tidak dilapangan pertandingan turut ambil bagian dari kekalahan, dosa hasil buruk tidak harus ditanggung oleh seorang pelatih semata, menurutnya adalah tidak adil untuk Claudio Ranieri yang sudah membuat sejarah bagi klub untuk diberhentikan secara tidak hormat ditengah perjalanan musim kompetisi.

“Saya pikir semua pemain juga memiliki andil besar dari hasil buruk yang didapat, ini adalah permainan tim jadi semua orang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk memenangkan sebuah pertandingan, ketika pelatih dijadikan kambing hitam itu adalah sesuatu hal yang tidak dapat diterima, bangkit dan jatuh adalah resiko sebuah kompetisi dan klub ini bukan berada diposisi ini untuk pertama kalinya, saya pernah menjadi bagian dari jatuh bangunnya klub ini” ujar sang mantan.

Sinclair justru mempertanyaakan semangat juang para pemain yang menurutnya menghilang dari apa yang sudah mereka perlihatkan dimusim lalu, menurutnya itu adalah fokus dan akar masalah tim sebenarnya dimusim ini, Ranieri sudah berkerja sebagaimana porsinya melatih dan memasang strategi dan menurutnya tidak ada yang salah dengannya, bek asal Jamaica kelahiran kota Lambert London ini menambahkan.

 

 

 

 

Antonio Conte tak mau meladeni celotehan Jose Mourinho

London – Bukan Jose Mourinho kalau mulutnya tidak membuat sensasi dengan segala omongan dan sindiran ditujukan kepada siapapun yang diinginkannya, seperti lontaran yang dialamatkannya kepada Antonio Conte usai memimpin timnya memenangkan laga atas Watford diakhir pekan baru lalu, dirinya mengomentari kalau Chelsea dengan gaya bermainnya saat ini adalah sangat sulit dikejar lagi ketika mereka lebih menonjolkan sisi bertahan total dan hanya mencuri serangan balik untuk hasilkan kemenangan.

Sehari setelahnya Antonio Conte yang ditemui pewarta media sempat dimintai komentarnya tentang celotehan The Special One terkait The Blues dan komentarnya tentang persaingan diklasemen Premier League, tak ingin bermain didalam opini yang dibangun mantan pelatih Chelsea itu Conte memberi jawaban enteng dan sekaligus monohok untuk Jose Mourinho.

“Saya tidak tertarik untuk menanggapi celotehan itu dan terus terang saya tidak suka dengan candaan seperti ini, siapa Jose Mourinho saya rasa semua orang sudah tau jadi tak perlu saya menanggapi terlalu serius apa ucapannya, dia bebas berkata apapun yang pasti bagi saya persaingan di Premier League masih jauh dari kata selesai” tegas mantan pelatih timnas Italia itu.

Conte pun kemudian melanjutkan kalau strategi yang dimainkannya bersama The Blues saat ini adalah filosopi sepakbola yang dianutnya tak lain sebagaimana Jose Mourinho dengan gaya bermainnya, jadi sudah basi apabila dia ingin membangun kritikan untuk apa yang dilakukan pelatih lain, jangan lupa kalau ketika memimpin The Blues dulu The Special One bahkan pernah dijuluki menerapkan gaya parker bus ketika itu.

“Mou suka bermain diarea sensitive saya sangat memahaminya dan tidak ingin ikut dalam pusaran permainan yang dibangunnya, biarkan saja dia berbicara sesukanya karena itu memang karakternya, mungkin dia lupa kalau masih ada 13 laga pertandingan harus dilalui dan masih ada 6 tim termasuk tim yang diasuhnya saling beradu saat ini untuk meraih gelar diakhir musim nanti” tambah Conte.

Pria Italia berusia 47 tahun ini mengingatkan kalau ada 6 tim penghuni papan teratas saat ini kesemuanya masih memiliki peluang yang sama untuk raih juara, 13 laga lagi semua kemungkinan masih bisa saja terjadi jadi tidak usah terlalu risau dirinya berpesan kepada pelatih Manchester United saat ini Mourinho, “jalankan saja sisa musim dengan kemampuan yang dimilikinya dan mari bicarakan juara dipekan terakhir”.

Memuncaki klasemen sementara saat ini Chelsea memiliki tabungan nilai 50 point, adalah 10 point lebih unggul dari Tottenham Hotspur dan Arsenal yang saat ini berada dibawah level mereka, Liverpool diposisi keempat dan Manchester City diurutan kelima menyimpan nilai sama 49 point sedang Manchester United berada diposisi keenam memiliki tabungan 48 point.

Pekan ke 25 masih menyisakan satu laga pertandingan y ang baru akan berlangsung dini hari nanti, Manchester City akan bertandang kemarkas Bournemouth AFC yang saat ini menghuni posisi ke14 dalam tangga klasemen sementara, 3 point kemenangan sangat didambakan armada Pep Guardiola untuk mengantarkan mereka melompat 3 anak tangga dan langsung menduduki posisi runner-up dibawah Chelsea.