Carlo Ancelotti tidak puas dengan lini pertahanan squadnya

Munchen – Membuka musim kompetisi Bundesliga Carlo Ancelotti merasa ada yang kurang dari squadnya terutama dibagian barisan pertahanan, dipergantian musim kali ini The Bavarians terlalu sibuk menjalankan jadwal padat pertandingan ujicoba pramusim sehingga waktu untuk latihan menjadi terabaikan, setidaknya itu yang dirasakan oleh tulang punggung Die Roten Robert Lewandowski.

Sepanjang laga percobaan Bayern Munchen tak memperlihatkan hasil ok ketika mereka berhadapan dengan Ac dan Inter Milan, Liverpool kemudian Napoli, setelah itu mereka tak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan strategi dan menyusun kekuatan dengan squad baru ketika harus langsung meladeni Borussia Dortmund diajang Piala Super Jerman.

Akhirnya hasil dilaga kompetitif pertama tersebut harus berujung adu kekuatan kiper saat hasil imbang 2-2 didapat, walau pada akhirnya memenangkan peraduan penalty dengan score 5-4 tentunya hasil tersebut bukanlah hasil idaman yang diinginkan Carlo Ancelotti, berangkat dipertandingan pembuka Bundesliga akhir pekan baru lalu Bayern Munchen memenangkan 3 point pertama mereka di Allianz Arena dari Bayern Leverkusen (3-1).

Dua pemain baru yang diturunkan Ancelotti dalam laga tersebut yakni Niklas Suele juga Corentin Tolisso masing-masing mencetak satu goal dari 3 goal yang terjadi, Robert Lewandowski melengkapi kemenangan dengan goal yang dicetak dari titik putih penalty dimenit ke 53 sebelum kemudian Admir Mehmedi membalas dimenit ke 65.

“Pertandingan berjalan cukup seru dengan 3 goal yang berhasil didapat, namun saya merasa kurang puas dengan barisan pertahanan yang tidak berkerja dengan baik, tidak seharusnya goal balasan itu terjadi, selayaknya kami mendapatkan hasil pertandingan clean sheet jika kekompakan dapat dijaga, ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi saya” ucap mantan pelatih Real Madrid itu.

Sementara Lewandowski cukup senang dengan kemenangan dilaga pertama walau diakui memang kurang memuaskan, namun setidaknya dia merasa lega ketika mereka sudah menjalankan pertandingan yang sesungguhnya, rutinitas dan kembali berlatih sebagaimana yang diharapkannya akan mampu membuat kinerja mereka kembali membaik.

“Saat pramusim kami disibukkan dengan pertandingan pramusim sehingga tidak ada waktu yang cukup bagi kami untuk melakukan latihan bersama, walau kami melakukan banyak pertandingan persahabatan namun itu benar-benar tidak terlalu membantu kami dalam hal menemukan keharmonisan kerjasama tim, saya bersyukur kini kami memiliki waktu cukup untuk membenahi itu semua” kata striker asal Polandia itu.

Akhir pekan mendatang Carlo Ancelotti akan membawa pasukannya menyebrang kekandang Werder Bremen untuk mencoba raih kemenangan kedua mereka, sebagai juara bertahan Bundesliga musim lewat Bayern Munchen akan menjalankan jadwal pertandingan padat di ajang Liga Champions.

Bayern Munchen kalahkan Leverkusen dilaga pembuka

Munich – Pertandingan pembuka musim baru Bundesliga 2017-18 baru saja selesai berlangsung di Allianz Arena dini hari 19 agustus ’17, Bayern Munchen menjamu Bayern Leverkusen dilaga pekan pertama berakhir dengan kemenangan pasukan Carlo Ancelotti 3-1, banyak perubahan susunan pemain dikubu tuan rumah ketika beberapa pemain inti termasuk sang kapten Philipp Lahm dan Xabi Alonso memutuskan untuk pensiun dari rutinitas mereka.

Walau ditinggal beberapa pemain tenar tak membuat pelatih asal Italia itu kehabisan akal menyusun squad edisi terbarunya, Carlo Ancelotti memberikan kesempatan kepada dua armada yang baru direkrut untuk bermain sejak menit awal, Corentin Tolisso gelandang sayap yang baru ditebus dari Lyon dengan mahar 41 juta euro dan bek tengah 1899 Hoffenheim Niklas Sule yang diikat dengan kontrak 5 musim kompetisi.

Tak mengecewakan keduanya langsung membuat kesan manis dengan goal masing-masing di 45 menit permainan babak pertama, Niklas Sule membuka kemenangan untuk klub barunya ketika dia mendapat kesempatan menyundul bola kiriman dari Sebastian Rudy yang mengeksekusi sebuah tendangan bebas dimenit ke sembilan dan menjebol gawang Leverkusen yang dikawal oleh Bernd Leno.

Sementara Corentin Tolisso antarkan goal kemenangan kedua bagi Die Roten sembilan menit kemudian, tepat dimenit ke 18 Arturo Vidal melahirkan sebuah umpan matang terarah didepan gawang yang tepat diposisi Tolisso untuk menyundul, tak ayal goal kedua pun terlahir ketika Leno terkecoh dengan arah bola dan tak mampu menjangkau sundulan bola dari Tolisso.

Memimpin dengan 2 goal tak mengendurkan permainkan pasukan Ancelotti yang terus menekan wilayah pertahanan Leverkusen, dimenit ke 23 kembali satu kesempatan goal didapat kubu tuan rumah, lagi sebuah tendangan percobaan dilakukan Tolisso namun sepakannya hanya membentur tiang gawang saja, kedudukan 2-0 tak berubah hingga pluit panjang tanda berakhirnya waktu pertandingan babak pertama ditiup wasit.

Akibat hujan deras di Munich pertandingan babak kedua sempat tertunda dan baru dimulai 10 menit kemudian, Leverkusen yang tertinggal memulai pertandingan dengan bermain lebih agresif mencoba untuk mempertipis kekalahan, namun yang terjadi kemudian Bayern Munchen kembali menambah kemenangan goal ketiga dimenit ke 52 melalui titik putih penalty.

Wasit Tobias Stieler yang memimpin jalannya pertandingan pada awalnya tidak memutuskan untuk memberikan hukuman penalty untuk kubu tuan rumah, namun ketika diputar ulang dan terlihat jelas apa yang terjadi dimana Robert Lewandowski dijatuhkan Charles Aranguiz diarea kotak penalty hukumanpun diberikan, Lewandowski mengambil tindakan dan goal ketigapun lahir dari tendangan penalty tersebut.

Tertinggal 3 goal Leverkusen semakin mencoba untuk membuat goal balasan, beberapa kesempatan didapat dari Julian Brandt dan juga Dominik Kohr namun kiper Bayern Munchen Sven Ultreich terlalu kuat untuk mereka kalahkan, hingga akhirnya dimenit ke 65 satu usaha dari Admir Mehmedi yang menyambut umpan dari Julian Brandt berhasil menggetarkan gawang Ultreich.

Disisa menit pertandingan upaya Leverkusen terus berlangsung namun tidak membuahkan hasil, sebuah sundulan dari Kohr menyambut bola tendangan bebas sedikit melenceng keluar dari bidang gawang, hingga waktu 90 menit pertandingan berlalu tak ada lagi goal tercipta bagi kedua kubu dan Bayern Munchen pun berhasil mengamankan 3 point kemenangan pertama mereka.

 

 

 

 

Karl-Heinz Rummenigge tak mau terbuka soal transfer pemain

Die Roten – Dua nama beken tulang punggung kekuatan Bayern Munchen sudah pasti tidak lagi bermain musim depan, Xabi Alonso dan sang kapten Philipp lahm sudah memastikan diri menggantung sepatu alias pensiun usai musim berlalu, belum lagi nama Douglas Costa juga dikabarkan akan meninggalkan sarangnya, tentunya pihak managemen tak mungkin tinggal diam dimasa pergantian musim ini untuk mendatangkan pemain pengganti berkelas dunia.

Sebagai sebuah klub raksasa dan pelanggan juara Bundesliga Bayern Munchen dituntut untuk segera mencari solusi terkait perginya dua kekuatan besar yang dimiliki squad Die Roten selama ini, sempat digossipkan kalau James Rodriguez gelandang serang asal Columbia milik Real Madrid adalah sosok yang tepat untuk mengisi kepergian Xabi Alonso.

Ketika James yang sudah mulai terlihat kehilangan posisi di barisan Zidane menunjukkan sikap tidak puas dan tak nyaman lagi berada di Bernabeu Stadium membuka pintu bagi kubu Munchen untuk mencoba merapat, kabar burung menyebut kalau Bayern Munchen bahkan sudah menyiapkan dana segar sebesar 50 hingga 60 juta Euro untuk mendapatkan tandatangan anak Columbia tersebut.

Namun sebagai CEO Munchen Karl-Heinz Rummenigge tak mau terbuka terkait niatan mereka dalam kesibukan ditransfermarket, dia ingin merahasiakan nama-nama pemain yang sudah menjadi target mereka sampai transaksi sebenarnya terjadi, ini adalah strategi darinya untuk meredam segala issue yang berseliweran dan yang pasti katanya akan mempengaruhi harga sipemain jika diumbar kepublik.

“Saya minta semua pihak untuk mengikuti saja pergerakan di bursa transfer, kabar burung tak bisa dilarang dan saya tidak mau berkomentar banyak tentang itu, yang pasti kami sedang menggodok didalam intern kami pemain-pemain yang sudah menjadi target, jadi kami tidak ingin segalanya menjadi rumit dan kami baru akan merilis nama pemain baru kami diakhir nanti jika sudah positive” ucapnya.

Hingga saat ini Bayern Muchen baru mendatangkan 3 armada baru yang notabene bukan pemain dengan nama kaliber dunia, ketiga pemain tersebut adalah Corentin Tolisso, Niklas Sule, Sebastian Rudy, walau ketiganya bukanlah pemain bintang namun bicara kemampuan mereka memiliki kualitas yang tak bisa dianggap remeh.

Selain James Rodriguez ada satu nama lagi yang juga sedang hangat menjadi pembicaraan sebagai target perburuan kubu Carlo Ancelotti yakni gelandang Leon Christoph Goretzka yang saat ini bermain untuk Schalke 04, namun juga jawaban yang sama diberikan CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge terkait nama tersebut, dia lebih suka mengirit pembicaraan dari pada mengumbar komentar yang tidak perlu.

“Mereka saat ini masih milik klub mereka masing-masing, saya tau mereka adalah pemain-pemain handal, tapi saya tidak ingin mendahului proses transaksi dengan menbuat pernyataan dini terlalu jauh, yang pasti belum ada keputusan atau kesepakatan dua arah antara kami dengan kedua pemain tersebut, jadi saya rasa lebih baik kita menanti saja, semua akan jelas pada waktunya nanti” tutup Rummenigge.

Peter Bosz resmi menjadi pelatih baru Borussia Dortmund

Die Borussen – Usai sudah tugas Thomas Tuchel setelah dua musim kompetisi membesut Die Borussen sejak musim 2015 silam, satu trophy DFB-Pokal berhasil dia persembahkan dimusim ini namun diajang Bundesliga Tuchel tidak berhasil mencatat sejarah, dia hanya membawa Dortmund mampir diperingkat runner-up dimusim pertama kemudian akhiri musim kedua dengan menempatkan Dortmund diposisi ketiga.

Sebagai musuh bebuyutan dan pesaing abadi dengan Bayern Munchen tentunya pihak management berusaha keras untuk mengembalikan klub kedalam persaingan ketat sebagaimana tradisi berabad-abad, ada dua nama kemudian disebut sebagai kandidat penggisi kursi kosong Tuchel yakni Lucien Favre pelatih Nice dan kemudian Peter Bosz pelatih Ajax Amsterdam.

Namun dalam perjalanan negosiasi Nice tidak rela melepas pelatih mereka sehingga Peter Bosz lah yang kemudian terpilih menjadi pelatih pengganti Thomas Tuchel, kontrak kerja pun kemudian disepakati kedua pihak dengan durasi 2 musim kompetisi dan kabarnya € 5 juta adalah harga yang harus dibayar pihak Dortmund untuk pelatih berusia 53 tahun itu.

Peter Bosz adalah sosok pelatih berpengalaman dibidangnya, menjajaki dunia pelatih sejak tahun 2000 banyak klub sudah disinggahinya sebelum dirinya melatih untuk Ajax Amsterdam musim lalu (2016-17), tak buruk dirinya mampu membawa Ajax Amsterdam bersaing dengan Feyenoord hingga pekan terakhir diajang persaingan liga Eredivisie walau pada akhirnya harus puas nankring diposisi runner-up.

Ketertarikan pihak management Borussia Dortmund untuknya bersambut positive ketika kabar burung yang beredar memaparkan buruknya hubungan antara Peter Bosz dengan asisten pelatihnya dalam hal filosofi permainan, alasan itulah yang menjadikan pintu keluar bagi Peter Bosz dari Ajax ketika datang lamaran dari pihak Signal Iduna Park.

Walau dirinya lahir dan besar di Belanda namun Bosz katakan kalau sepakbola Jerman dan Bundesliga tak asing baginya, tinggal di daerah perbatasan membuatnya sudah terbiasa menyaksikan pertandingan bola di Bundesliga semenjak kecil dahulu, dan kini dia berpeluang untuk terlibat langsung didalamnya adalah sebuah  tantangan luarbiasa yang menjadi impiannya selama ini.

“Bagi saya salah satu kompetisi liga terbaik didunia sepakbola adalah Bundesliga, dan saya kini sudah akan terlibat didalamnya musim mendatang, tentunya ada keinginan yang tak terbendung untuk segera menjajakinya” ucap Bosz kepada awak media.

“Borussia Dortmund adalah satu dari sekian klub terbaik dan terbesar didunia, sejarah panjang perjalanan dan supporter fanatic amat sangat yang selalu akan membuat pertandingan menjadi semakin hidup, pasukan Kuning yang sudah melegenda dan saya kini berpeluang untuk menjadi salah satu bagian terpenting didalamnya adalah sebuah kebanggaan tersendiri” tambah pria yang telah berjasa mengantar Ajax Amsterdam menjadi runner-up di Eredivisie dan juga Liga Eropa musim ini.

Bagaimana aksi Peter Bosz bersama Die Borussen tentu sangat membuat kita semua penasaran untuk mengikuti sepak terjangnya dimusim mendatang, mampukan dia membuat keadaan di Signal Iduna Park menjadi semakin baik dengan gaya permainannya, dan mampukah dia melampaui perform apik Bayern Munchen yang selama ini menjadi momok, belum lagi sipendatang baru Red Bulls (runner-up Bundesliga 2016-17) yang terus membuat sensasi dan menebar pesona.

 

 

Bayern Munchen juara Bundesliga musim 2016-17

Allianz Arena – Usai sudah kompetisi Bundesliga musim 2016-17 dengan Bayern Munchen yang kembali keluar sebagai jawara di liga utama Jerman, adalah trophy tunggal yang didapat dimusim pertama mantan pelatih sukses Real Madrid Carlo Anccelotti, tentunya hasil ini diluar perkiraan ketika pelatih asal Italia itu diharapkan dapat berbuat lebih dengan reputasinya sebagai pelatih dunia kawakan saat ini.

Menanggapi hasil yang dirasa ‘Tidak Sempurna’ ini Ancelotti menyiapkan serangkaian alasan dan kata sanggahan, menurutnya faktor yang paling menjadi penyebab adalah badai cedera dalam perjalanan sepanjang musim berjalan, dimana Robert Lewandoski, Jerome Boateng hingga Mats Hummels banyak menghabiskan waktu diruang perawatan ketimbang bermain full dilapangan.

“Masalah-masalah non teknis selalu berpengaruh dengan hasil  yang diinginkan, kami banyak kehilangan pemain justru dimoment ketika kami menjalankan laga-lag

a penting penentuan, selain itu saya rasa tidak ada permasalahan serius yang berarti untuk para pemain disini, mereka sangat professional dalam menjalankan pekerjaan dan saya senang melatih disini” ucap Carlo Ancelotti.

“Bagaimanapun ini adalah trophy pertama menyambut kedatangan saya di Allianz Arena, layaknya kemenangan tentunya kami sangat bergembira saat ini ketika berhasil menangkan trophy kebanggaan Bundesliga, awal yang baik bagi kami semua untuk menyambut musim kedua tentunya dengan semangat lebih” lanjut pria berusia 57 tahun itu.

Menjuarai liga The Hollywood mengantongi nilai 82 point menutup 34 pertandingan dengan meladeni Freiburg di Allianz Arena sabtu tadi malam, laga ini sekaligus menjadi laga terakhir bagi Philipp Lahm dan juga Xabi Alonso yang memutuskan untuk meninggalkan lapangan hijau ketika usia mereka sudah tidak muda lagi.

Carlo Ancelotti memainkan Philipp Lahm sang kapten sebagai starter dan kemudian menariknya keluar dan menyuntik masuk Rafinha ketika pertandingan menyisakan 3 menit, ribuan supporter Die Rotten ditribun penonton pun memberi Applause untuk Lahm yang menghadap sambil melambaikan tangan kepada para pendukung fanatic sebagai tanda perpisahan.

Philipp Lahm kemudian berjalan kesisi lapangan dan menyalami rekan-rekan juga pelatih terhormat dan seantero tim juga kru official Bayern, tentunya hal ini membuat keadaan menjadi emotional sebagaimana layaknya disetiap perpisahan berlaku, lantas kemudian diakhir laga yang berkesudahan dengan score akhir 4-1 kembali seluruh pemain dan kru serta pelatih merayakan kemenangan tak ketinggalan Phillip Lahm.

“Saya tidak bisa mengungkapkan perasaan saya melalui kata-kata, saya begitu terharu ketika menyadari kalau ini adalah kali terakhir saya berdiri dilapangan bersama reka-rekan satu tim dalam selebrasi seperti ini, bagaimana hiruk pikuk dari tribun penonton dan saya pasti akan merindukan suasana seperti ini” ucap Lahm usai mengangkat trophy Bundesliga terakhirnya itu.

Berseragam Munchen bek sekaligus kapten Philipp Lahm mencatat jam terbang sebanyak 517 pertandingan, dalam pada itu dia turut berjasa dan mengantarkan 21 piagam penghargaan untuk klub yang dicintainya itu, diantaranya adalah 8 kali menjuarai Bundesliga, 6 kali menggondol piala DFB-Pokal, 3 kali menjuarai ajang Super Jerman Cup, 1 kali liga Pokal kemudian menjadi jagoan dibilangan Eropa yakni masing-masing 1 kali memenangkan Piala Champions dan Piala Liga Eropa.

“Saya pasti akan merindukan atmosfir disini, banyak kenangan indah yang luarbiasa saya rasakan bersama klub ini, teman-teman sepermainan, fans yang sangat fantastis yang tidak akan pernah saya lupakan, memang ini adalah terakhir kali saya berdiri dilapangan ini sebagai pemain tapi bukan berarti kalau saya tidak akan lagi berada disini untuk selamanya, saya akan kembali kesini ketika saya kangen dengan semuanya” tutup Lahm.

 

 

Bayern Munchen gagal dikandang Hoffenheim

Bundesliga – Di Rhein-Neckar Arena dini hari tadi Bayern Munchen tidak mampu pertahankan reputasi tak terkalahkan untuk 15 kali khusus di Bundesliga, 13 kemenangan dengan 2 hasil pertandingan seri adalah hasil terbaik mereka, satu goal dari Andrej Kamaric yang hadir dimenit ke 21 berhasil patentkan 3 point tambahan untuk TSG Hoffenheim, disisa pertandingan tak hadir goal balasan yang ditunggu-tunggu dari Die Roten.

Kehilangan point kala bertandang tak merubah keadaan bagi si pemuncak klasemen yang sudah mengumpulkan 65 point dipekan ke 27, sementara Hoffenheim (51 point) yang berada diposisi ketiga semakin merapat keposisi RB Leipzig yang berada diurutan runner-up berselisih 1 point saja, Red Bulls baru akan bertandingan dini hari nanti dengan jadwal bertandang ke markas FSV Mainz 05.

Bukan tidak ada upaya dari Arjen Robben dkk usai gawang mereka yang dikawal Sven Ulreich kebobolan, memang sepanjang menit pertandingan dibabak pertama Hoffenheim tampil garang dan sering membuat ancaman kemistar gawang Munchen, tekanan demi tekanan menyulitkan dari sang kapten Arjen Robben dan Robert Lewandowski tak berhasil merubah keadaan.

Hingga pertandingan berakhir tak satupun goal balasan muncul dari Die Roten, gagalnya pasukan Carlo Ancelotti membuat balasan tak lepas dari mantapnya permainan Oliver Baumann dibawah mistar gawang, banyak bola tembakan dari para pemain Munchen dibabak kedua tapi hanya berujung dengan kondisi ‘nyaris’ saja, sepertinya ini bukan hari mujurnya Bayern Munchen.

“Sayang sekali kami membiarkan gawang kami kebobolan tanpa bisa dicegah, bukan mereka bermain lebih baik dari kami akan tetapi kami yang kurang disiplin dan lengah, selalu kami tertinggal beberapa detik dari gerakan mereka, itulah yang membuat kami harus menanggung akibatnya, tapi babak kedua kami sudah kembali hanya keberuntungan masih menjauh dari kami” ujar sang kapten Arjen Robben usai laga.

Sementara sang pelatih Carlo Ancelotti memberi ucapan selamat untuk lawan mereka Hoffenheim, dia tidak menyangka kalau Hoffenheim bermain cukup baik walau terlihat banyak celah disektor pertahanannya, banyak hal didunia sepakbola yang tak bisa diramal terjadi seperti apa yang dialami timnya dalam laga ini, bangkit dibabak kedua dengan membombardir namun tak satupun goal balasan diraih.

“Saya harus memberi selamat untuk Hoffenheim, gawang mereka lolos dari terjangan bola kami, ini adalah sebuah hal yang sulit diterima, babak pertama anak-anak bermain buruk namun dibabak kedua mereka sudah bermain sebagaimana biasa dan aggresif, banyak peluang mencetak goal tapi apa yang kami harapkan tidak terjadi, inilah sepakbola sebenarnya” ujar Ancelotti.

Dipertandingan pekan berikutnya Bayern Munchen akan menjalankan sebuah bigmatch sesungguhnya dimana mereka akan mencoba menjinakkan pasukan ‘kuning hitam’ Borussia Dortmund di Allianz Arena, saat ini Die Borussen terpuruk diposisi ke 4 dengan perolehan total 50 point, namun selisih jarak yang tipis antara para rival diatas mereka (kecuali Bayern Munchen) membuat mereka berpeluang untuk kembali kepersaingan finish diposisi runner-up.

 

 

 

 

Setelah Philipp Lahm kini Xabi Alonso menyusul pensiun

Allianz Arena – Setelah sebelumnya kapten kesebelasan Bayern Munchen Philipp Lahm mengumumkan kalau dirinya akan pensiun diakhir musim nanti, kini menyusul salah satu gelandang terbaik dunia yang di squad Die Roten Xabi Alonso mengumumkan hal serupa dan tidak akan lagi memperpanjang kontrak kerjanya yang akan berakhir bersama berakhirnya musim 2016-17 ini.

Sang pelatih Carlo Anceloti menyayangkan kedua anak buahnya yang dinilai terlalu dini memutuskan untuk pensiun, diusia 33 tahun saat ini Philipp Lahm masih menunjukkan perform apik begitu juga Xabi Alonso yang saat ini baru memasuki usia 35 tahun, tapi mantan pelatih sukses Real Madrid ini menghargai keputusan kedua panggawanya dan mengharapkan yang terbaik untuk keduanya.

“Mereka sudah memutuskan, pastinya dengan segala pertimbangan dan resikonya, saya harus menghargai itu dan menerima dengan mengharapkan yang terbaik untuk mereka, yang pasti kami harus mencari pengganti yang jelas tidak mudah, sebuah kehilangan besar ketika kami harus melepas keduanya diakhir musim nanti” ucap pelatih asal Italia itu.

Sebagai pemain berposisi gelandang bertahan merangkap kapten Philipp Lahm sudah bergabung memulai dan mengakhiri karier sebagai pesepakbola preofessional bersama Bayern Munchen, sejak 2001 hingga kini dia tidak pernah berpaling kelain hati dan terus menjadi tiang kekuatan klub asal kota Munchen ini, dia hanya pernah menjalankan masa peminjaman bersama Stutgart dimusim 2003-05).

Sementara Xabi Alonso sudah melanglang buana diberbagai liga didaratan Eropa mulai dari La Liga bersama Real Sociedad, Eibar/pinjaman kemudian Premier League bersama Liverpool dan sebelum ke Allianz Arena dimusim 2014 lalu dia sempat bermain untuk Real Madrid (2009-14), Carlo Anceloti tentunya akan merasa sangat kehilangan dan menyayangkan keputusan gelandang sarat pengalaman ini.

Jalankan dua setengah musim berseragam Die Roten Alonso turut mempersembahkan 2 gelar Bundesliga 1 Super Germain Cup dan 1 gelar juara DFB-Pokal untuk Munchen, disisa musim ini Bayern Munchen masih sangat berpeluang untuk raih semua persaingan diliga domestik, kemudian mereka juga sudah dapatkan tiket menuju kebabak perempatfinal Liga Champions ketika mereka mengalahkan Arsenal dengan jumlah aggregate 10-2.

“Saya harap dimusim terakhir ini kami dapat mengoleksi trophy sebanyak-banyaknya sebagai tanda perpisahan yang indah antara kami, masih ada beberapa bulan kebersamaan kami untuk bermain dan berjuang bersama, saya harap mereka dapat meninggalkan jejak sejarah apik diakhir perjalanan karier professional mereka dipentas sepakbola bersama Munchen” imbuh Ancelotti.

Carlo Ancelotti berharap kedua mantan anak asuhnya ini akan mengikuti jejaknya untuk menjajaki dunia kepelatihan, dengan segudang pengalaman dan keahlian mereka dibidang sepakbola adalah sangat disayangkan kalau dikemudian hari mereka tidak mengasah skill mereka untuk menjadi pelatih professional kelak.

 

Wolfburg kembali mengganti pelatih usai raih hasil buruk

Volkswagen Arena – Dalam satu musim Wolfburg terpaksa harus mengganti dua kali pelatih utama mereka, sebagai direktur yang membawahi permasalahan olahraga Olaf Rebbe kembali mengumumkan telah memecat Valerien Ismael, sebelumnya pada 17 Oktober tahun lalu baru saja klub memberhentikan secara tidak hormat Diete Hecking dan mengangkat assisten pelatih mereka saat itu yakni Ismael diawal bulan November.

Namun dalam menjalankan perannya kembali pihak managemen tak puas dengan kinerja pelatih pengganti asal Francis ini, usai melakoni 15 pertandingan kompetitif di Bundesliga hanya tercatat kalau pria kelahiran Strasbourg Francis ini menang untuk 5 kali saja, kemudian dari catatan di 5 pertandingan terakhir mereka tercatat 4 kali kalah.

Posisi Wolfburg dianak tangga klasemen sementara Bundesliga pun semakin memprihatinkan, mereka berada diposisi ke 14 ketika pertandingan hanya menyisakan 12 laga pertandingan lagi dengan total mengumpulkan nilai 22 point, adalah point yang sama dengan Werder Bremen yang saat ini berada satu level dibawah mereka.

Ingin menyelamatkan posisi mereka dan terus berkompetisi di Bundesliga pihak penguasa di Volkswagen Arena segera mengambil keputusan untuk segera mencari pelatih yang mumpuni untuk membawa tim ini keluar dari permasalahan, mereka hanya berjarak 2 point saja dari penghuni posisi di ‘pintu’ zona terbuang Hamburger SV.

“Kami segera membuat keputusan setelah diadakan rapat intern, pertimbangkan semua fakta yang ada dilapangan kami harus segera mengganti pelatih untuk mengembalikan tim ini kejalur sebagaimana seharusnya, kami harus pisah jalan dengan Valerin Ismael dan segera datangkan pelatih baru” ucap sang direksi Olaf Rebbe.

Lantas belum satu hari usai pengumuman pemecatatan Ismael pihak managemen sudah menemukan sosok pengganti untuk dipercayai membangun kembali tim, adalah pelatih tim junior Arsenal Andries Jonker dipastikan akan menjadi penanggung jawab di Volkswagen Arena, Jonker yang berkebangsaan Belanda ini sebenarnya tidak asing dengan Wolfburg karena dia pernah menjadi assisten pelatih Felix Magath ketika dimusim kompetisi 2012 silam.

Kemudian Jonker yang saat ini sudah berusia 54 tahun itu juga pernah menjadi assistennya Louis Van Gaal ketika melatih Barcelona dan Bayern Munchen dahulu, bahkan dia pernah melanjutkan tugas Van Gaal melatih Die Roten ketika pelatih gaek tersebut dipecat sebelum masa jabatannya berakhir.

“Alasan utama kami kembali memanggil Jonker untuk melatih disini adalah dia sudah mengenal setiap sudut lapangan disini, kami selama ini menjaga hubungan dengan baik walau dia sudah berpindah ke London, semoga dia bisa membawa tim ini keluar dari kesulitan” ujar Rebbe.

Untuk memaksimalkan pekerjaannya di Bundesliga pria kelahiran Amsterdam Belanda ini membawa serta mantan bintang The Gunners Freddie Ljunberg untuk bertugas sebagai assistennya, memulai pekerjaannya Jonker akan membawa squadnya bertandang kemarkas FSV Mainz 05 akhir pekan mendatang 4 maret 2017.

 

 

8 goal kemenangan Bayern Munchen membawa banyak arti

Allianz Arena – Sudah lama rasanya Bayern Munchen tidak bermain seperti apa yang mereka perlihatkan dilaga tadi malam, melumat Hamburger SV dengan score telah 8 goal tak berbalas tim asuhan Carlo Ancelotti semakin menjauhi pesaing terdekatnya RB Leipzig, total nilai yang didapat Die Roten saat ini adalah 53 point sementara The Red Bulls diposisi runner-up menyimpan perolehan 48 point berbeda 5 point.

Bertanding di Allianz Arena pesta goal anak asuh Ancelotti dimulai dimenit ke 14 ketika Arturo Vidal menerima umpan dari Thomas Mueller, kemudian berturut Robert Lewandowski mencetak trigoal yang masing-masing terjadi dimenit ke 24 (penalty), 42 dan 54, setelahnya David Alaba menambah kemenangan 2 menit kemudian melalui goal darinya,dilanjut 3 goal berikut dari Kingsley Coman (65’, 69’) dan Arjen Robben menutup kemenangan dimenit ke 87.

Kemenangan besar ini memiliki arti tersendiri bagi mantan pelatih Real Madrid itu, tepat memimpin pertandingan ke 1000 nya selama menjadi pelatih tadi malam ketika menjamu Hamburger SV, 8 goal yang dicetak anak-anak didiknya adalah kado terindah yang membuat laga ke 1000 yang dijalankannya menjadi indah, sangat berarti dan tak terlupakan.

Sepanjang 1000 pertandingan yang sudah dilakoni tersebut Carlo Ancelotti memiliki catatan 591 kali memenangkan pertandingan untuk klub asuhannya, memulai perjalanan karier semenjak musim 1995 Carlo Ancelotti ketika itu membesut klub Reggiana, dirinya pernah menangani tim-tim besar seperti Parma, Ac Milan, Juventus, Paris St-Germain, Chelsea, Real Madrid.

“Sempurna dihari bersejarah ke 1000 kalinya saya memimpin pertandingan dengan 8 goal yang didapat, saya ingin tim terus bermain dan termotivasi dengan kemenangan telak dihari ini untuk pertandingan-pertandingan mendatang, tentunya saya sangat gembira dan sangat berharap hal serupa akan terus terjadi disetiap laga yang akan kami jalankan disegala kompetisi” celetuk Ancelotti.

Ada satu orang lainnya yang juga tak kalah bergembira dan bersemangat dengan hasil kemenangan besar tanpa kebobolan di Allianz Arena dia adalah sang kiper Manuel Neuer, selama bermain di 183 pertandingan mengawal gawang Die Roten sejak menjadi bagian dari klub, cleansheet yang didapat tadi malam adalah yang ke 100 kali berhasil dibuatnya, dan ini menjadi record baru untuknya dimana belum pernah ada kiper yang berhasil mencapai apa yang sudah dicapainya khususnya diBundesliga itu sendiri.

Kiper lainnya yang mencatat prestasi serupa dengan 100 pertandingan tanpa kebobolan adalah Oliver Reck, personil Werder Bremen diera 1985-98, bedanya jika Manuel Neuer mencatat prestasi tersebut hanya dalam 183 pertandingan yang dilakoni sedang Oliver Reck harus menjalankan sebanyak 232 pertandingan untuk mencatat record tersebut.

Sosok lainnya yang tak kurang ikut berbahagia adalah striker asal Belanda Arjen Robben yang juga turut menyumbang 1 goal dalam pertandingan ini, ini adalah goal ke 125 yang dicetaknya selama bermain untuk The Hollywood, dengan hasil tersebut dia sudah mengejar pendahulunya yakni Claudio Pizarro yang tercatat sebagai top scorer terbanyak ketujuh sepanjang sejarah perjalanan Bayern Munchen.

 

Carlo Ancelotti akan kehilangan Philipp Lahm – Xabi Alonso

Allianz Arena – Diusia 33 tahun saat ini kapten kesebelasan Bayern Munchen yakni Philipp Lahm secara mendadak menyatakan kalau musim ini adalah musim terakhirnya, dirinya inginkan pensiun lebih cepat dari kontraknya yang baru akan berakhir dipenghujung musim 2017-18 tahun depan, sejak diumumkan beberapa hari lalu sontak berita ini menjadi viral dan banyak dibicarakan dimedia cetak berita olahraga khususnya sepakbola.

Menjadi bagian dari Die Roten sejak tahun 2002 Lahm yang berposisi sebagai pemain full bek ini sudah habiskan masa satu setengah dekade bersama klub yang bermarkas di Allianz Arena itu, banyak gelar sudah dipersembahkannya antara lain 7 kali gelar Bundesliga 6 kali menangkan piala DFB-Pokal 1 kali mengangkat piala Liga Champions.

Berita mengejutkan ini diucapkan sang kapten usai pertandingan melawan Wolfburg diajang DFB-Pokal 8 february 2017 lalu, “Saya sudah memutuskan kalau ini adalah musim terakhir saya bermain sepakbola, saya akan terus memimpin tim ini bertanding disegala ajang yang akan kami lalui dan mencoba untuk meraih trophy sebanyaknya hingga keakhir musim kompetisi, setelah itu saya akan gantung sepatu”.

Reaksi pun kemudian datang dari sipemilik klub Karl-Heinz Rummenigge usai mendengar ungkapan hati salah satu pemain inti yang sangat berpengaruh didalam squad Die Roten itu, tentunya dirinya sangat menyayangkan keputusan yang sudah diambil sang kapten, tapi dia harus menghargai keputusan terbaik yang suidah diambil anak buahnya itu.

Kabarnya Rummenigge  akan menyiapkan satu posisi dibelakang meja untuknya sebagai salah satu direktur dibadan organisasi Bayern Munchen sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa Lahm untuk klub selama ini, namun tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih pria kelahiran Munich ini menolak halus wacana dari boss Munchen tersebut.

“Saya berterima kasih sekali atas niat baik pimpinan kami, hanya rasanya saya belum siap disaat ini untuk menerima pekerjaan kantor yang ditawarkan, pertama saya belum berpengalaman kedua saya ingin mengambil waktu untuk istirahat sesaat dari rutinitas dan hiruk pikuk dunia sepakbola” curhat Philipp Lahm.

Sebagai pelatih Carlo Ancelotti turut bereaksi terkait keputusan Philipp Lahm untuk gantung sepatu ini, diapun berupaya untuk ‘merayu’ dan mencoba meyakinkan Lahm agar mengurungkan niatnya dan meneruskan perjalanan hingga masa kontrak kerja berakhir, namun sepertinya tidak ada lagi kata-kata yang dapat menahan dan membuatnya berubah pikiran.

“Kami sudah berbicara, dan saya sudah mencoba untuk menahannya namun dia katakan kepada saya kalau apa yang diucapkannya sudah dipikirkan masak-masak, dia tidak akan menarik kembali kata-katanya, dan dia berjanji untuk terus fokus memenangkan trophy disisa waktu bermainnya dimusim ini, tidak ada pilihan kami semua harus menghargai keputusannya dan menerima secara professional” jelas Ancelotti.

Kabarnya bukan saja Philipp Lahm seorang yang akan akhiri kariernya dimusim panas nanti, mantan gelandang Real Madrid Xabi Alonso yang kontrak kerjanya akan berakhir dipenghujung musim nanti dikabarkan juga akan memilih jalan yang sama yaitu pensiun dari pekerjaannya, jika benar maka Bayern Munchen akan kehilangan dua pilar kekuatan dimusim mendatang.